Medan, 6 Januari 2026.
MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Orang Tua Korban TPPO Nezza Safitri Nasution kecewa aspirasinya tidak di terima oleh Ketua DPRD Sumut bahkan dirinya juga menemui Irham Buana Anggota DPRD Sumut namun juga tidak di gubris.
“Kemana lagi saya mengadu, Ketua DPRD Sumut aja gak mau menerima saya, bang Irham Buana juga gak mau dengar, ” ungkap Nezza sambil menangis, Selasa (6/1/2026)
Teuku Akbar, sesalkan sikap 2 Anggota DPRD dari Golkar, tidak empaty keluhan masyarakat korban TPPO.
Teuku Akbar Aktifis Muda Sumatera Utara sangat menyayangkan sikap Erni Ariyanti Sitorus Ketua DPRD Sumut dan Irham Buana yang tidak mau mendengar Aspirasi rakyat Korban TPPO, yang keduanya dari Partai Golkar.
“Ada apa dengan mereka yang telah di beri amanah rakyat, di sumpah jabatan menerima gaji, dapat fasilitas dari APBD yang bersumber dari pajak malah santai-santai saja, abaikan keluhan masyarakat, aneh mereka ini menurut saya,” katanya.

Lanjut Teuku Akbar mengatakan kami akan melakukan Aksi Demo karena Ketua DPRD Sumut tidak mau menerima Aspirasi Korban TPPO, bagaikan bersubahat membiarkan masyarakat pencari kerja jadi korban maksiat.

“Kita akan menggelar Aksi dan menyatakan sikap Erni Sitorus tak layak menjadi Ketua DPRD Sumut,” katanya.
Ajudan Ketua DPRD Sumut mengaku Polisi mengatakan bahwa Ketua DPRD Sumut lagi ada tamu.
“Ibu Ketua DPRD Sumut, lagi ada tamu Bang, tak bisa dijumpai,” pungkasnya.
LIPPSU, sikap Erni Sitorus Ketua DPRD Sumut tidak punya Empaty dan Nurani atas Korban TPPO Jadi Budak Sex
Ditempat terpisah, Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) Azhari A.M Sinik, Selasa, (6/1-2026) menanggapi, sangat menyesalkan sikap seorang tokoh masyarakat selaku ketua DPRD Sumut yang juga seorang wanita menolak kehadiran korban TPPO untuk menyampaikan pengaduan.
“Sangat disesalkan sikap Seorang Ketua DPRD Sumut Erni Sitorus yang juga seorang Wanita, menolak kehadiran masyarakat yang jadi korban TPPO mengadu atas kejadian pada diri anaknya, yang dipekerjakan jadi budak sex, penolakan ini membuktikan Erni Sitorus tidak punya empaty dan hati nurani dan bersubahat dengan maksiat, mendukung korban TPPO menjadi “budak sex” dan tempat maksiat”, jelasnya.
Kronologis kisah korban TPPO
Sebelumnya Nezza Safitri Nasution mengatakan bahwa Minggu Malam Sekitar Jam 21.38 Wib (6/7/2025), anak kandungnya korban TPPO (Nabila Aisyah) dan sherlock lokasi kejadian serta nomor WhatsApp diduga korban penyekapan.
Adapun dua Wanita Yang masih bawah umur diduga korban, yakni sdr.Nabila Aisyah (17), dan sdr.Nia Permata Sari Simatupang (18).
Nabila Aisyah (17) mengaku disekap, di tipu dalam hal dipekerjakan ke tempat hiburan malam yang sebutan cafe remang² dan disuruh untuk menggunakan baju sex sambil disuruh melayani tamu para laki-laki hidung belang, di sebuah cafe remang² milik Ririn, yang berada di Lipat Kain kecamatan Kampar kiri kabupaten Kampar provinsi Riau.
Kemudian, Nabila Aisyah (17) membenarkan dan menjelaskan kejadian tersebut kepada Athia wartawan dan mengaku ada lagi korban lainnya kerabatnya. Nia Permata Sari Simatupang (18), sambil memohon untuk diselamatkan malam itu, Minggu (6/7/2025).
Saya sudah lolos dari cafe remang-remang milik Ririn dan saya sedang perjalanan, kalau kawanku Nia Permata Sari masih belum lolos, tolong bantu ya pak kasihan dia dikurung tadi, kami pun sempat disekap oleh dua orang laki-laki dan perempuan kalau perempuan namanya Yesi dan laki-laki bernama Brayan. Dan Ini nomor WA kawanku mohon bantu selamatkan ya pak ; keluhnya Nabila Aisyah pada malam itu, Minggu 6/7/2025
Lebih lanjut awak media melalui nomor WA Nia Permata Sari, juga membenarkan kejadian itu dan menjelaskan ;
Iy Pak, benar perisitiwa itu dan kawan saya sudah lolos setelah ada yang bayar ganti ongkos nya, dan saya masih di cafe remang² ini karena uangku belum ada, nggak dibolehkan pulang saya dari tempat usaha tempat cafe remang2 ini sebelum kubayar juga seperti kawanku.
Kami tidak tau Pak kalau kami dijual agensi untuk bos yang nyarik tenaga kerja di cafe remang2 seperti ini, rupanya kami dijual ke usaha cafe remang2 milik Ririn di wilayah lipat kain kec Kampar kiri, awalnya kami tidak tau sebelumnya., jelasnya Nia permata Sari sejak malam itu hingga pagi hari senin 7/7/2025.
By : Syafaruddin Sikumbang












