LIPPSU: Sentilan Bobby Macam Ngajak Perang Terbuka Aja “Mudah-Mudahan Batu Bara Masih Sumut”

News18 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang menyebut “Mudah-mudahan Batu Bara masih Sumut” usai pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Astaka, Deli Serdang, memicu polemik dan reaksi dari sejumlah tokoh di Kabupaten Batu Bara.

Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan dapat mengganggu hubungan harmonis antara Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Kabupaten Batu Bara.

“Kalimat itu memang bisa ditafsirkan sebagai sindiran politik. Bagi sebagian masyarakat Batu Bara, sentilan tersebut terasa seperti mengajak perang terbuka di ruang publik. Padahal yang dibutuhkan saat ini adalah komunikasi dan sinergi antarpemerintah,” kata Azhari, Kamis (19/6/2026).

Kronologi Polemik

Polemik bermula saat pembukaan MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara pada Senin (15/6/2026).

Dalam parade defile pembukaan, barisan kontingen Kabupaten Batu Bara tidak terlihat ikut melintas sebagaimana kabupaten/kota lainnya.

Menanggapi pertanyaan wartawan terkait absennya barisan tersebut, Bobby Nasution mengaku belum memperoleh informasi lengkap.

“Saya belum dapat info. Batu Bara tidak mengirim ya? Mudah-mudahan masih Sumut ya,” ujar Bobby kepada wartawan usai acara.

Pernyataan itu kemudian menjadi perhatian publik karena dikaitkan dengan dinamika politik sebelumnya terkait wacana pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur (Sumpatim), yang mendapat dukungan dari sejumlah tokoh di Batu Bara.

Fakta Keikutsertaan Batu Bara

Meski barisan defile tidak terlihat dalam parade pembukaan, Pemerintah Kabupaten Batu Bara memastikan daerah tersebut tetap mengikuti MTQ ke-40 Sumut.

Sehari sebelum pembukaan, Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, diketahui telah melepas secara resmi 58 peserta kafilah untuk mengikuti MTQ tingkat provinsi.

BACA JUGA :  LIPPSU: Bantuan Bencana Alam Pun Diembat, Mental Pejabat Bobrok—Urat Malu Sudah Putus.

Bahkan saat pembukaan berlangsung, Baharuddin Siagian hadir langsung di lokasi bersama para kepala daerah lainnya dan duduk di area undangan VIP.

Ketua Harian LPTQ Batu Bara, H. Al Asari, juga menegaskan bahwa seluruh peserta Batu Bara terdaftar secara resmi dan mengikuti seluruh cabang perlombaan yang dipertandingkan.

“Kami tegaskan bahwa Kafilah Kabupaten Batu Bara mengikuti seluruh cabang perlombaan pada MTQ ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara. Seluruh peserta terdaftar resmi dan mengikuti rangkaian perlombaan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Dengan demikian, ketidakhadiran yang dimaksud hanya terkait barisan parade defile pembukaan, bukan ketidakhadiran Kabupaten Batu Bara dalam ajang MTQ secara keseluruhan.

Menurut Azhari, perbedaan antara absennya barisan defile dan keikutsertaan resmi dalam MTQ perlu dipahami secara utuh agar tidak menimbulkan persepsi bahwa Batu Bara tidak berpartisipasi.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat Batu Bara memiliki sejarah panjang sebagai daerah religius dan memiliki kontribusi dalam pembangunan Sumatera Utara.

“LIPPSU berharap persoalan ini tidak diperbesar menjadi konflik politik. Masyarakat Batu Bara tetap bagian dari Sumatera Utara dan telah menunjukkan partisipasinya melalui para qari dan qariah yang bertanding di MTQ,” katanya.

Reaksi juga datang dari sejumlah tokoh masyarakat Batu Bara. Salah satunya OK Faisal yang mengingatkan agar Kabupaten Batu Bara tidak dibanding-bandingkan dengan daerah lain.

Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik dan dinamika pembangunan yang berbeda sehingga perlu dihormati.

Sejumlah warga juga berharap polemik tersebut segera diakhiri agar fokus masyarakat kembali pada pelaksanaan MTQ dan pembinaan generasi Qurani.

BACA JUGA :  LIPPSU: Halo Rabuddin, Benarkah Proyekmu Berserak Di Mana Mana

Posisi Gubernur Sumut

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai pernyataan Bobby Nasution merupakan bentuk sindiran terhadap absennya barisan defile Batu Bara dan tidak ditujukan untuk mempertanyakan status administratif kabupaten tersebut.

Selain menyinggung absennya kontingen dalam parade pembukaan, Bobby dalam pidatonya juga menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan daerah.

Gubernur juga mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota menjadikan MTQ sebagai momentum memperkuat ukhuwah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi tambahan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait maksud lebih lanjut dari pernyataan “Mudah-mudahan masih Sumut” yang menjadi polemik tersebut.

Mula Mula Biasa Saja Kini Mulai Retak Keliling

Timeline Ketegangan Bobby Nasution dan Bupati Batu Bara Tahun 2026

13 April 2026

Awal Munculnya Isu Pemekaran Sumpatim

Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, menghadiri dan mendukung kegiatan Silaturahmi Syawal serta Rembug Pembangunan Komite Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur (Sumpatim) di Batu Bara.

Dalam forum tersebut, wacana pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur kembali menguat dan mendapat dukungan sejumlah tokoh daerah.

22 April 2026

Bobby Sindir Langsung di hadapan Mendagri

Pada Musrenbang RKPD Sumut 2027 di Medan yang dihadiri Menteri Dalam Negeri, Bobby Afif Nasution menyindir wacana pemekaran yang didorong Batu Bara.

Bobby mengingatkan bahwa pemekaran daerah tidak mudah dilakukan dan menilai daerah harus fokus membenahi pembangunan terlebih dahulu.

Pernyataan Bobby yang menyebut “urus kabupaten dulu” menjadi sorotan publik dan dianggap sebagai sindiran terbuka kepada Baharuddin Siagian.

Mei 2026

BACA JUGA :  Capai Rp1,146 Triliun Kerugian Infrastruktur Akibat Bencana di Sumut, Rakyat Menderita, Pesta Bancaan Di Mulai

Polemik Sumpatim Semakin Menghangat

Perdebatan mengenai pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur terus berkembang di ruang publik.

Di satu sisi, kelompok pendukung pemekaran menilai wilayah Pantai Timur memiliki potensi ekonomi yang layak menjadi provinsi baru.

Di sisi lain, Pemprov Sumut lebih menekankan percepatan pembangunan dalam kerangka Sumatera Utara yang ada saat ini.

14 Juni 2026

Bupati Lepas Kafilah MTQ Sumut

Menjelang MTQ ke-40 Sumut, Baharuddin Siagian secara resmi melepas 58 peserta kafilah Batu Bara untuk bertanding di tingkat provinsi.

Pelepasan tersebut menunjukkan Batu Bara tetap berpartisipasi penuh dalam MTQ Sumut.

15 Juni 2026

Kontingen Defile Batu Bara Tidak Tampak

Pada pembukaan MTQ ke-40 Sumut di Astaka Pancing, Deli Serdang, barisan defile Kabupaten Batu Bara tidak terlihat melintas dalam parade pembukaan.

Namun pada saat yang sama, Bupati Baharuddin Siagian hadir langsung di lokasi bersama kepala daerah lainnya.

Para peserta MTQ dari Batu Bara juga tetap terdaftar dan mengikuti perlombaan.

15 Juni 2026 (Malam)

Bobby Melontarkan Sentilan “Masih Sumut”

Menjawab pertanyaan wartawan terkait absennya barisan defile Batu Bara, Bobby mengatakan:

“Saya belum dapat info. Batu Bara tidak mengirim ya? Mudah-mudahan masih Sumut ya.”

Pernyataan itu segera viral dan dikaitkan publik dengan polemik pemekaran Sumpatim yang sebelumnya didorong sejumlah tokoh Batu Bara.

16–18 Juni 2026

Klarifikasi LPTQ Batu Bara

Ketua Harian LPTQ Batu Bara, H. Al Asari, menegaskan bahwa Batu Bara tetap mengikuti seluruh cabang perlombaan MTQ.

Menurutnya, yang tidak hadir hanya barisan defile pembukaan, bukan kafilah MTQ secara keseluruhan.

Laporan : Taufik