Kericuhan di Pemilihan Rektor USU: Foto Rahasia, Isu “Circle” & Mangkirnya Muryanto Amin dalam Sorotan Publik

News582 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Proses pemilihan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026–2031 memunculkan gejolak tak terduga setelah muncul laporan bahwa seorang anggota Senat Akademik USU, Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH., MS., CN, diduga secara diam-diam mengambil dan menyebarluaskan foto seorang pemilih di bilik suara.

Kasus ini tersambung dengan bayang-bayang isu politik kekuasaan di kampus, nama petahana Muryanto Amin yang disebut-sebut berada dalam “lingkaran dekat” Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, kini ikut terseret sorotan luas, apalagi setelah diketahui bahwa Muryanto telah mangkir dua kali dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara.

Seorang anggota Senat Akademik USU, Prof. Muhammad Yamin, dilaporkan telah mengambil foto anggota Senat/anggota pemilih saat berada di bilik suara tanpa izin, lalu disinyalir menyebarluaskannya ke media daring dengan narasi yang mengaitkan foto itu pada isu money politics.

BACA JUGA :  LIPPSU Soroti Lambatnya Penyaluran Bantuan Banjir di Kabupaten Langkat

Pelapor, Prof. Mohammad Basvuni (Anggota Senat Akademik USU periode 2024–2030), menyatakan keberatan atas tindakan tersebut dan meminta agar Yamin diproses sesuai mekanisme internal Senat.

Dalam surat laporannya, Basvuni menyebut bahwa ia telah mencoba mengonfirmasi ke Yamin via telepon dan WhatsApp, tetapi tidak memperoleh jawaban.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 26 September 2025, pada saat proses pemilihan rektor di Ruang Rapat Senat USU.

Laporan resmi disampaikan pada hari yang sama kepada Ketua Senat Akademik USU dengan tembusan ke Rektor dan Ketua Dewan Guru Besar USU.

BACA JUGA :  Modus Rekayasa Klasifikasi Terbongkar; Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi Ekspor CPO 2022–2024

Pelapor Prof. Mohammad Basvuni, Anggota Senat Akademik USU

Terlapor, Prof. Dr. Muhammad Yamin, SH., MS., CN, anggota Senat Akademik USU

Terduga yang ikut terseret, Muryanto Amin, petahana rektor dan salah satu calon rektor (termasuk dalam delapan calon)

KPK / penegak hukum, telah memanggil Muryanto Amin dalam kasus proyek jalan Sumut, di mana Muryanto disebut sebagai “circle”-nya Bobby Nasution.

Pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri seharusnya menjunjung tinggi prinsip bebas, rahasia, adil, dan demokratis. Tindakan memfoto pemilih dalam bilik suara tanpa izin dapat menimbulkan tekanan, intimidasi, atau persepsi bahwa kerahasiaan suara telah terganggu.

Jika benar foto itu disebarkan dan dihubungkan dengan isu money politics, potensi merusak integritas proses pemilihan sangatlah besar terlebih dalam konteks kontroversi seputar Muryanto Amin yang tengah berada dalam sorotan KPK.

BACA JUGA :  Alumni UGM Tantang Kampus Universitas Gajah Mada Untuk Membuktikan dan Menunjukkan Keaslian Ijazah Jokowi

Keberadaan hubungan “circle” antara Muryanto dan Bobby Nasution serta mangkirnya Muryanto dari panggilan KPK sebanyak dua kali membuka celah pertanyaan, apakah pemilihan rektor ini turut dipengaruhi oleh kekuatan politik eksternal?

Basvuni melaporkan kejadian tersebut secara tertulis kepada Ketua Senat Akademik USU.

Ia meminta agar Senat mengusut dan memproses Yamin sesuai mekanisme internal dan menjunjung azas keadilan.

Pada sisi hukum, KPK sudah menyatakan bahwa Muryanto bisa datang kapan saja untuk diperiksa tanpa dipanggil lagi.

Pihak KPK juga mengingatkan bahwa apabila Muryanto terus mangkir, pemanggilan paksa dapat ditempuh. (520)