Banjir Mengamuk, Arsitek Bangkit: MAI Terobos Aceh Tamiang Bawa Harapan

News478 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS Sumatera Utara – Ketika banjir dan longsor kembali menguji Aceh Tamiang, kabar berbeda datang dari Medan. Dalam hitungan satu hari saja, Mitra Arsitektur Indonesia (MAI) berhasil mengumpulkan donasi Rp15 juta yang besok akan dibawa langsung ke wilayah terdampak. Rombongan kemanusiaan itu dipimpin oleh Harddin Hia, Ketua MAI Sumut, Rio Hermawan Syahputra, seorang putra daerah Aceh Tamiang yang kembali ke tanah kelahirannya, kali ini bukan sebagai warga, melainkan sebagai penyambung harapan.

Aksi ini bukan gerakan spontan tanpa arah. Ia digerakkan oleh figur-figur kuat MAI, termasuk, yakni, Ar. Ir. Sahlan Jukhri Nasution, ST., MT., IAI., AA. Salah seorang Founder MAI, Hasraddin Hia, Ketua MAI Provinsi Sumatera Utara, yang turut menjadi motor penggerak aksi peduli bencana Sumatera

BACA JUGA :  Mengapa Harga Obat di Indonesia Lebih Mahal Di Asia Tenggara.?. Ada Persoalan Harga Dari Hulu dan Hilir Yang Jadi Penyebabnya

Dua nama ini memastikan bahwa langkah kemanusiaan MAI berjalan cepat, tertata, dan tepat sasaran.

Solidaritas Para Anggota MAI Mengalir Deras

Donasi bukan hanya berupa uang tunai. Besok rombongan juga akan mengangkut pakaian layak pakai, Sembako, Boneka dan mainan anak, Baju bayi, Perlengkapan harian lain.

Semua berasal dari para Member/Anggota MAI, salah satu diantaranya PT Nusa Prima, Solidaritas yang merata, mengalir dari seluruh penjuru, seolah menjawab banjir yang terus merendam wilayah itu.

BACA JUGA :  Desak Kejatisu Usut Hilangnya Puluhan Asset Bernilai Miliaran Rupiah Rahib Di Poltekkes Medan

MAI Hadir, Melihat, dan Menolong Rombongan MAI tidak hanya mengirim bantuan mereka datang sendiri. Minggu, (7/12/2025) mereka akan berangkat dari Medan menuju Aceh Tamiang untuk menyerahkan donasi langsung ke posko-posko pengungsian, dan mendata kebutuhan lanjutan para penyintas

MAI Menyusun laporan pertanggungjawaban setelah penyaluran

Di lapangan, kehadiran langsung relawan dari MAI menjadi bukti bahwa kemanusiaan bukan sekadar kata-kata. Ia hadir dengan tangan yang bekerja, langkah yang bergerak, dan niat yang tulus.

BACA JUGA :  Jejak Deforestasi, Tata Ruang Bermasalah, dan Politik Perizinan; Sumatera dalam Lingkaran Banjir

Ketika Banjir Menguji, MAI Menjawab

Di tengah bencana, MAI membawa pesan yang lebih kuat dari banjir itu sendiri bahwa, Sumatera tidak dibiarkan berjuang sendirian.

Minggu pagi, rombongan itu bergerak membawa bantuan, membawa harapan, dan membawa keyakinan bahwa setiap bencana selalu melahirkan mereka yang peduli.(520)