Medan, 23 Februari 2026.
MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Korwil Pusat Monitoring Politik Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut Drs Gandi Parapat mengatakan, Natalius Pigai selaku Menteri HAM mati-matian untuk menjerumuskan Presiden Prabowo Subianto dalam hal pernyataan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto yang menolak program MBG. ‘Kami memuji Pigai atas kepintarannya, menyudutkan Ketua BEM UGM yang kemungkinan besar dia tanpa pikir untuk menyenangkan Prabowo, karena ide MBG itu dari Prabowo. Lawakan Pigai membuat kami terpingkal, jangankan dia bicara melihat wajahnya saja kami tertawa,” kata Gandi kepada awak PromediaNews, Senin (23/2/2026).
Statemen Natalius Pigai yang menyatakan bahwa siapapun yang menolak program MBG adalah melanggar HAM; menurut Gandi, kalau masalah HAM sebaiknya Pigai harus melihat MBG yang disajikan Pemerintah. “Hampir disemua daerah orang tua murid ketakutan dan waspada. Apakah anaknya keracunan hari ini ?. Sehingga menyita waktu dan energi orang tua murid,” tambahnya.
Niat awal Prabowo, lanjut Gandi, sangat bagus agar siswa sehat sehat semua melalui MBG. “Biaya MBG itu sangat besar dan menguntungkan pihak pihak, namun rakyat atau murid ketakutan, kalau tidak dimakan MBG itu merasa berdosa membuang makanan, namun tetap waspada,” jelasnya.
Gandi lebih jauh mengatakan sudah banyak suara-suara di masyarakat, baik dari kalangan akademisi, politisi, aktivis sampai ibu-ibu rumah tangga agar Presiden Prabowo Subianto membatalkan program MBG, dan uangnya diberi langsung ke Rekening orang tua murid. “Banyak cara bandit bandit untuk meretakkan hubungan masyarakat dengan Presiden Prabowo. Dalam hal itu, kami mengingatkan Prabowo agar lebih gesit menilai kinerja dan prilaku para pembantunya, jangan sampai tergelincir,” tegas Gandi.
Mulut orang jahat, lanjut Gandi, tidak pernah kasar dihadapan juragan. “Jadi Presiden jangan sampai terjerumus,, oleh para pembantu dan orang orang dekatnya,” pungkas Gandi Parapat.
By: Syafaruddin Sikumbang.






