INVESTIGASI: Setrum Sepeda Motor Listrik Badan Gizi Nasional (BGN)

News177 Dilihat

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Fasilitas kantor, gudang, dan showroom pemenang tender motor listrik BGN masih belum sepenuhnya siap. Ada kesan proses tender terlalu dipaksakan.

Seorang pekerja bangunan mengusap peluh dari wajahnya sembari terus mengecat satu sisi bangunan pabrik motor listrik Emmo di Jalan Olympic Raya Kaveling B7, Sentul, Bogor. Beberapa sisi bangunan sudah mulai rapi, tapi beberapa sisi lain masih berantakan. Dua warga setempat yang detikX temui menyebut pabrik ini baru saja beroperasi sepekan lalu.

“Sebelumnya gedung kosong,” kata Rahmat, bukan nama sebenarnya, pada Kamis, 16 April 2026.

Bangunan dua lantai ini ditempati PT Adlas Sarana Elektrik (Emmo), anak usaha PT Yasa Artha Trimanunggal, pemenang tender pengadaan motor listrik Badan Gizi Nasional (BGN). PT Yasa Artha Trimanunggal menjadi pemegang saham mayoritas Emmo dengan 6.006 lembar senilai Rp 6.006.000.000. Sebagian pemegang saham lainnya Abdullah Alwi sebanyak 3.003 lembar senilai Rp 3.003.000.000 dan Gunanjar Barokah sebanyak 1.001 lembar senilai Rp 1.001.000.000. Alwi menjabat direktur utama dan Gunanjar direktur di PT Adlas Sarana Elektrik.

Gudang PT Adlas Sarana Elektrik (Emmo) lainnya di Jalan Bioskop Atom, Karang Asem Timur, Citeureup, Kabupaten Bogor. Yang tampak justru kendaraan roda tiga pengadaan Koperasi Desa / Kelurahan Merah Putih. (Sumber : detikFoto, Foto: Rifkianto Nugroho).

Dua warga setempat menyebut, saat awal beroperasi, PT Adlas Sarana Elektrik sempat dijaga beberapa aparat berseragam. detikX sempat berupaya masuk ke dalam gedung untuk meminta klarifikasi terkait penjagaan tersebut sekaligus soal kesiapan PT Adlas Sarana Elektrik dalam pengadaan motor listrik BGN. Namun seorang karyawan perusahaan menyebut pimpinan perusahaan tidak berada di tempat.

Ketika detikX berbincang-bincang dengan karyawan ini, mobil hitam mewah masuk ke area gudang. Kami sempat memotret mobil tersebut, tetapi seorang laki-laki muda memaksa reporter detikX menghapus foto itu.

Di dalam hingga luar gudang PT Adlas Sarana Elektrik itu berjajar motor listrik Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max yang dipesan BGN. Diduga jumlahnya ratusan. Selain itu, gudang ini dianggap sebagai lokasi head office dalam situs resmi mereka.

Selain gudang di Sentul itu, PT Adlas Sarana Elektrik juga menyimpan kendaraan listrik pesanan BGN di Jalan Bioskop Atom, Karang Asem Timur, Citeureup, Kabupaten Bogor. Alamat tersebut detikX dapatkan karena, dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perindustrian, PT Adlas Sarana Elektrik terdata juga berlokasi di situ. Namun, saat didatangi detikX, dari luar tak tampak ada kendaraan listrik. Hanya terlihat ada beberapa kendaraan roda tiga pengadaan Koperasi Desa Merah Putih.

BACA JUGA :  TRAGEDI "SOTO MAUT" SMA 2 KUDUS: Korban Tembus 118 Siswa, Vendor MBG Minta Maaf di Tengah Raungan Sirine
Ratusan pesanan kendaraan listrik Badan Gizi Nasional di salah satu gudang PT Adlas Sarana Elektrik (Emmo) JVX GT dan JVH Max di Jalan Olympic Raya Kavling B7, Sentul, Bogor, Kamis (16/4/2026). Diduga gudang tak muat, maka kendaraan tersebut disimpan di luar gedung. (Sumber : detikFoto, Foto: Rifkianto Nugroho).

Menurut petugas keamanan di area gedung di Citeureup itu, tidak ada pimpinan perusahaan PT Adlas Sarana Elektrik yang datang ke kantor hari itu. Hanya ada dua karyawan yang ditugaskan berjaga di lokasi yang diklaim sebagai tempat penyimpanan motor listrik untuk BGN tersebut.

“Sewa dari PT Kaisar (Kaisar Motorindo Industri) sejak Lebaran (Maret 2026),” kata petugas keamanan ini kepada reporter detikX.

PT Adlas Sarana Elektrik menjadi penyuplai tunggal sepeda listrik Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max karena induk perusahaannya memenangi tender BGN. Tender tersebut dibuka beberapa kali oleh BGN, terakhir pada 14 Oktober 2025. Pejabat pembuat komitmen pengadaan tersebut ialah Budi Utomo. Hal tersebut detikX dapatkan konfirmasinya dari Kepala BGN Dadan Hindayana dan stafnya. Budi ini juga bekerja sebagai Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN.

 

Dari Tinbot ke Emmo

JVX GT dan JVH Max merupakan jenama rebranding atau diganti labelnya dengan embel-embel Emmo oleh PT Adlas Sarana Elektrik. Perusahaan itu juga menempelkan stiker BGN. Namun, merek asli Emmo JVX GT adalah Tinbot atau Kollter ES1 Pro-M. Motor ini diproduksi perusahaan manufaktur asal China, yaitu Jiangsu Keyroad Transportation Technology Co Ltd. Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala BGN Dadan Hindayana.

“Motor ini di Eropa ada merek lain, sejenis tapi dengan merek yang berbeda. Kalau di Eropa namanya Tinbot. Di Eropa dan Kanada karena itu satu jenis,” kata Dadan sembari mengecek ulang jenama motor tersebut melalui layar ponselnya saat ditemui detikX.

PT Adlas Sarana Elektrik baru mendapatkan SK AHU dari Kementerian Hukum dan HAM RI pada 5 Agustus 2025. Kemudian, pada 22 Agustus 2025, Abdullah Alwi dan Gunanjar Barokah baru mendaftarkan jenama Emmo JVX GT ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Hingga kini diduga statusnya di DJKI masih tahap Pemeriksaan Substantif 1, belum ada keputusan akhir untuk diterima atau ditolak. Akhir September 2025, PT Adlas Sarana Elektrik baru merilis dua produk pertamanya (JVX GT dan JVH Max) melalui Instagram resminya @emmo.mobility.

BACA JUGA :  GURITA DI BALIK PIRING PLASTIK: Membedah "Sistematisasi Penjarahan" Nasional dari Grogol hingga Aceh

Dua produk yang disebut Dadan dipasarkan di Eropa tersebut akan dipaksa melantai di negara tropis Indonesia. Namun, hingga kini, Emmo atau PT Adlas Sarana Elektrik tak memiliki dealer dan tempat servis resmi.

Dalam situs resminya, mereka mencantumkan showroom atau ruang pamer dan tempat servisnya di Jalan Raya Daan Mogot No 345, Kelurahan Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Ketika detikX mendatangi, lokasi tersebut tampak layaknya bangunan kosong.

Di dalamnya hanya terlihat plang besar Emmo terpampang yang tampak baru. Di belakang plang Emmo itu terlihat area gudang yang ditutup dengan seng-seng berkarat. Pintu masuk ke ruang pamer ini juga ditutup dengan seng-seng berkarat.

Sedangkan kantor induk perusahaannya, PT Yasa Artha Trimanunggal, di kawasan Grogol juga tampak sepi. Lokasinya berada di area permukiman padat penduduk di Jalan Indraloka II, Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kantor pemenang tender motor listrik BGN ini terdiri atas dua rumah. Keduanya tampak seperti rumah mewah yang sangat mencolok di antara rumah-rumah lain di sisi kanan dan kirinya. Dua kendaraan milik PT Padma Logistik Xpress dan PT Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air), yang merupakan anak usaha PT Yasa Artha Trimanunggal, terparkir di situ pada Rabu, 15 April 2026.

Satu rumah tampak seperti baru saja direnovasi. Catnya masih terasa segar. Putih dengan hanya sedikit noda. Di bagian belakang, seng berkarat masih menutupi sedikit bagian rumah yang menandakan masih ada pengerjaan bangunan di situ. Seorang penjaga warung di dekat kantor ini menyebut rumah ini memang baru direnovasi.

“Kayaknya baru beberapa bulan, deh,” kata Rina, bukan nama sebenarnya.

detikX sengaja menyambangi lokasi-lokasi tersebut untuk meminta klarifikasi kepada pemimpin perusahaan PT Yasa Artha Trimanunggal dan PT Adlas Sarana Elektrik terkait dengan pengadaan motor listrik BGN. detikX juga telah mengirim surat permohonan wawancara ke kedua perusahaan tersebut. Begitu juga Alwi, kami menghubunginya melalui pesan singkat juga. Namun, sampai hari ini, kami belum mendapatkan jawaban apa pun. Kami juga menghubungi narahubung yang tercantum di website pemasaran dan telah mendaftar test drive, tetapi hingga kini juga belum ada respons.

 

Pemenang Tender Dipertanyakan

Ketidaksiapan bangunan dan begitu bergegasnya kemenangan tender hingga pembentukan perusahaan turut menjadi pertanyaan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. Charles mempertanyakan alasan BGN menunjuk PT Adlas Sarana Elektrik (Emmo) sebagai merek tunggal pemenang tender kendaraan listrik roda dua BGN.

BACA JUGA :  Fenomena Alumni Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang Enggan Kembali ke Tanah Air Hingga Berpindah Kewarganegaraan Memicu Kritik Tajam

Padahal, kata Charles, banyak aspek dari perusahaan ini yang belum siap. Hal ini terang akan menyulitkan BGN ketika nantinya terdapat kerusakan pada motor yang dibeli tersebut mengingat layanan purnajual perusahaan masih sangat terbatas.

“Saya kebetulan sempat mendatangi dealer-nya beberapa hari yang lalu, sekitar seminggu yang lalu, di Daan Mogot, Jakarta Barat. Di mana kita lihat sendiri lokasi di sana, dealer-nya belum jadi. Bangunannya memang sudah ada, tetapi belum siap,” ungkap Charles melalui sambungan telepon kepada detikX.

Charles menduga pengadaan yang terkesan dipaksakan ini hanya akal-akalan BGN untuk menghabiskan anggaran 2025. Sebab, penyerapan anggaran BGN sampai mendekati akhir 2025 masih sangat kecil. Kalau tidak salah ingat, kata Charles, dalam beberapa rapat DPR, penyerapan anggaran BGN 2025 tidak sampai 85 persen.

“Sehingga mungkin ada dorongan untuk menghabiskan anggaran dengan cepat, supaya di tahun berikutnya tidak dipotong atau bisa tetap dialokasikan. Jadi ini suatu pengadaan yang sangat tidak prudent dan seharusnya tidak dilakukan,” ungkap Charles.

Kondisi sepi lokasi yang diklaim sebagai showroom oleh Emmo di Jalan Raya Daan Mogot No. 345, Kel. Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (15/4/2026). (Sumber : detikFoto, Foto: Rifkianto Nugroho).

Selain ketidaksiapan perusahaan, rekam jejak PT Yasa Artha Trimanunggal juga dihiasi dengan beberapa noktah. Komisaris utama dan direkturnya, Andri Mulyono dan Yenna Yuliana, sempat dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dalam kasus korupsi bantuan sosial pada 2020.

Selain itu, perusahaan ini tercatat pernah dihukum wanprestasi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada akhir 2025. PT Yasa Artha Trimanunggal dihukum membayar sisa tagihan pekerjaan last mile dalam proyek distribusi bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) Perum Bulog kepada PT Pos Indonesia.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengakui adanya kealpaan dari pihaknya dalam melihat rekam jejak pemenang tender motor listrik BGN. Dia menyebut baru mengetahui PT Yasa Artha Trimanunggal sempat dihukum wanprestasi setelah perusahaan tersebut menang tender. Itu mengapa Dadan kemudian meminta Inspektorat BGN melakukan pengecekan ulang terhadap kesiapan perusahaan.

“Karena itulah saya minta klarifikasi (Budi Utomo) dari di Januari (2026) itu,” kata Dadan saat ditemui detikX di kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Citaringgul, Babakan Madang, pada Jumat, 17 April lalu.

Sekarang pengadaan motor listrik dengan jenis Emmo JVX GT ini menjadi sorotan Komisi Pemberantasan Korupsi. Juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya kini memberikan perhatian terhadap motor listrik karena proses pengadaan barang dan jasa di pemerintahan kerap rawan dikorupsi.

KPK, menurut Budi, bakal melihat seluruh proses pengadaan motor listrik BGN mulai dari hulu hingga hilir, termasuk soal penunjukan pemenang tunggal dalam pengadaan ini. Jika nantinya ditemukan ada masalah, KPK akan meminta pertanggungjawaban BGN untuk memberikan argumentasi terkait penunjukan tersebut.

“Kemudian terkait dengan kebutuhan, apakah kebutuhan itu merata? Artinya, kendaraan dengan spek demikian itu rata dibutuhkan di semua lokasi atau seperti apa?” pungkas Budi, dikutip dari Antara pada Selasa, 14 April 2026.

Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto.

Editor: Syafaruddin Sikumbang.

Sumber: DetikX