Family Time yang Semakin Langka dan “Tidak” Dirindukan

Serial Muhasabah dari Mihrab Maya

Ragam69 Dilihat

Oleh: Ust Abdul Latif Khan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Di Era zaman digital dan tehknologi, saat ini pula kita semua masyarakat sibuk dengan pegangan alat komunikasi HP.

Tanpa disadari, benda yang dipegang setiap orang Hp telah membuat kita jauh dari persoalan utam dan inti.

Diantaranya kita selalu diabaikan dalam menunaikan ibadah shalat dan jauh dari silaturahmi keluarga, karena kita asyik dengan benda tersebut. Dan ini membuat kita terasa jauh dari ikatan batin.

1. Ketika Rumah Hanya Menjadi Tempat Singgah

Rumah dahulu adalah tempat hati beristirahat.

Setelah seharian beraktivitas, setiap anggota keluarga menunggu saat-saat untuk berkumpul, berbagi cerita, dan saling menguatkan.

Namun hari ini banyak rumah yang tetap berdiri kokoh, tetapi kehilangan kehangatannya.

– Orang tua sibuk dengan pekerjaan.
– Anak-anak sibuk dengan dunia digital.
– Semua berada dalam satu atap, tetapi hidup dalam dunia yang berbeda.

Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini mengingatkan bahwa keluarga bukan sekadar hubungan biologis, tetapi amanah yang harus dijaga dengan perhatian dan kebersamaan.

BACA JUGA :  “Apakah Engkau Yakin Masih Hidup Sampai Siang, Wahai Ayah?”

2. Teknologi Mendekatkan yang Jauh, Tetapi Menjauhkan yang Dekat

Tidak ada yang salah dengan teknologi.

Yang menjadi masalah adalah ketika layar lebih menarik daripada keluarga.

Saat makan bersama, mata sibuk menatap ponsel.

Saat berkumpul, jari lebih aktif daripada lisan.

Saat bersama keluarga, hati justru berada di tempat lain.

Kita bisa menghabiskan berjam-jam untuk media sosial, tetapi merasa tidak punya waktu untuk mendengarkan cerita anak atau pasangan.

Pelan-pelan, komunikasi keluarga kehilangan ruhnya.

3. Hilangnya Momen-Momen yang Tak Akan Kembali

Ada satu kenyataan yang sering terlambat disadari.

Anak-anak akan tumbuh dewasa. Orang tua akan menua.

Sebagian orang yang kita cintai akan dipanggil Allah.

Dan ketika itu terjadi, tidak ada cara untuk mengulang waktu.

Banyak orang menangis bukan karena kehilangan harta.

Mereka menangis karena kehilangan kesempatan untuk duduk lebih lama bersama orang yang mereka cintai.

Karena itu setiap family time sesungguhnya adalah nikmat yang tidak ternilai.

BACA JUGA :  Haji Mabrur Bukan Sekadar Pulang Membawa Gelar

4. Ketika Family Time Tidak Lagi Dirindukan

Inilah tahap yang paling berbahaya.

Bukan ketika family time mulai berkurang.

Tetapi ketika tidak ada lagi yang merasa kehilangan.

Tidak ada yang mencari kebersamaan.
Tidak ada yang menunggu waktu makan bersama.
Tidak ada yang merasa sedih ketika rumah menjadi sunyi.

Hati mulai terbiasa hidup sendiri.

Padahal keluarga yang sehat adalah keluarga yang saling merindukan kebersamaan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya.”
(HR. Tirmidzi)

Kebaikan kepada keluarga tidak cukup dengan nafkah.
Ia juga membutuhkan waktu, perhatian, kasih sayang, dan kehadiran.

5. Family Time adalah Investasi Akhirat

Banyak orang bekerja keras untuk masa depan keluarganya.

Tetapi sering lupa membangun hubungan dengan keluarga itu sendiri.

Padahal anak-anak lebih membutuhkan kehadiran daripada kemewahan.

Pasangan lebih membutuhkan perhatian daripada hadiah.

Orang tua lebih membutuhkan kunjungan daripada kiriman uang.

Setiap senyum, pelukan, nasihat, dan obrolan hangat adalah investasi yang akan meninggalkan jejak dalam hati.

BACA JUGA :  NERAKA: Peringatan Bagi Hati Yang Lalai

6. Sebelum Penyesalan Itu Datang

Suatu hari akan ada kursi yang kosong di meja makan.

Akan ada suara yang tidak lagi terdengar.

Akan ada orang yang dulu selalu bersama kita, tetapi kini hanya tinggal kenangan dan doa.

– Saat itu, yang paling dirindukan bukan rumah yang besar.
– Bukan kendaraan yang mewah.
– Bukan saldo yang banyak.

Yang dirindukan adalah momen-momen sederhana yang pernah Allah berikan.

Duduk bersama.
Makan bersama.
Tertawa bersama.
Beribadah bersama.

Dan sayangnya, banyak orang baru menyadari nilainya setelah semuanya berlalu.

Muhasabah dari Mihrab Maya

Jika hari ini keluarga kita masih lengkap, jangan tunggu waktu luang untuk bersama mereka. Karena waktu luang mungkin tidak pernah datang.

– Luangkan waktu.
– Duduklah bersama keluarga malam ini.
– Simpan ponsel sejenak.
– Tatap wajah mereka.
– Dengarkan cerita mereka.
– Peluk mereka.

Karena suatu hari nanti, mungkin hanya kenangan itulah yang akan membuat kita menangis dalam doa.

Editor : Ust M.Ismail Chair Tanjung, SH.I