Oleh : Ust Abdul Latif Khan
MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Di dunia, setiap makanan yang masuk ke tubuh akan menghasilkan sisa. Karena tubuh manusia memiliki keterbatasan.
Kita makan, lalu lapar kembali.
Kita minum, lalu haus kembali.
Kita menikmati makanan, tetapi setelah itu harus ke kamar mandi.
Namun keadaan penghuni surga berbeda sama sekali.
Allah menciptakan kehidupan surga dengan kesempurnaan yang tidak pernah dikenal manusia di dunia.
*Rasulullah ﷺ bersabda:*
> “Penghuni surga makan dan minum, tetapi mereka tidak meludah, tidak beringus, dan tidak buang air besar maupun buang air kecil.”
(HR. Muslim)
Mereka menikmati makanan dan minuman yang lezat tanpa harus merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan sebagaimana kehidupan dunia.
Apakah Mereka Berpeluh?
Ya, tetapi bukan keringat seperti yang kita kenal di dunia.
Dalam lanjutan hadis tersebut Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa sisa makanan yang mereka konsumsi keluar melalui keringat yang harum.
Beliau bersabda:
> “Makanan mereka berubah menjadi sendawa dan keringat yang harum seperti aroma kasturi.”
(HR. Muslim)
– Keringat itu tidak berbau.
– Tidak membuat tubuh lengket.
– Tidak menyebabkan kelelahan.
– Tidak menimbulkan rasa tidak nyaman.
Justru mengeluarkan aroma yang lebih harum daripada minyak wangi terbaik yang pernah dikenal manusia.
Tubuh Penghuni Surga Adalah Tubuh yang Sempurna
– Di surga tidak ada penyakit.
– Tidak ada penuaan.
– Tidak ada kelemahan.
– Tidak ada gangguan pencernaan.
– Tidak ada rasa sakit.
– Tidak ada cacat.
Semua kenikmatan berlangsung tanpa ada sisi buruk yang menyertainya.
*Allah berfirman:*
> “Dan bagi mereka di dalam surga segala yang mereka inginkan dan pada sisi Kami ada tambahannya.”
(QS. Qaf: 35)
Apa pun yang membuat nikmat berkurang di dunia telah Allah hilangkan dari kehidupan surga.
Pelajaran untuk Kita
Ketika mendengar gambaran surga seperti ini, seharusnya hati kita bertanya:
“Sudah sejauh mana usahaku untuk meraihnya?”
Kita bekerja keras demi rumah yang suatu hari akan ditinggalkan.
Kita mengumpulkan harta yang suatu saat akan diwariskan.
Kita merawat tubuh yang pada akhirnya akan menjadi tanah.
Tetapi surga adalah negeri yang tidak mengenal kerusakan, kesedihan, penyakit, ataupun kematian.
Maka jangan biarkan dunia yang sementara ini membuat kita lupa kepada negeri yang kekal.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk penghuni surga-Nya, menikmati segala kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.
Editor : Ust M. Ismail Chair Tanjung, Sh.I






