Zainal Sinambela : Waspada! “Broker Politik Cacat Etis” Ancam Kendalikan Golkar Sumut

Politik11 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Dinamika internal Partai Golkar Sumatera Utara pasca Musda kembali disorot. Kader senior Partai Golkar mendesak DPP dan jajaran waspada terhadap masuknya kelompok “broker politik” yang dinilai cacat etis untuk mengambil alih kendali partai di Sumut.

Peringatan keras itu disampaikan Zainal Sinambela, mantan Sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar/AMPG Sumut yang telah berkader lebih dari 10 tahun.

*”Jangan Biarkan Partai Jadi Alat Transaksional”*

Menurut Zainal, gejala penguasaan Golkar Sumut oleh kelompok tertentu sudah terlihat sejak sebelum hingga setelah pelaksanaan Musda.

BACA JUGA :  Sepotong Ijazah "Keramat" Jokowi Yang Tak Kunjung Terbuka Masih Dalam Kubur

Ia menilai, kelompok ini tidak memiliki loyalitas ideologis. Mereka hanya memanfaatkan “baju Golkar” untuk kepentingan transaksional dan kekuasaan.

“Golkar Sumut saat ini sedang dibayang-bayangi sekelompok kekuatan yang saya sebut broker politik. Mereka terlena ingin berkuasa kembali. Kalau dibiarkan, partai ini akan jadi alat jual beli kepentingan, bukan partai kader,” tegas Zainal, Senin (22/7/2026).

BACA JUGA :  Catatan Politik Riza Fakhrumi Tahir : NASIB HENDRI SITORUS MAKIN TIDAK JELAS

*Bukti : Membangkang Keputusan DPP Saat Pilkada 2024*

Sebagai bukti, Zainal membongkar rekam jejak kelompok tersebut saat Pilkada Serentak 2024.

Ia menyebut kelompok ini secara terang-terangan membangkang, berhadap-hadapan, dan menolak keputusan resmi DPP Partai Golkar terkait pasangan calon yang diusung partai.

Contoh nyata terjadi di Pilkada Kota Medan, Pilkada Kota Tanjung Balai, dan Pilgubsu.
“Ini pelanggaran etika politik paling dasar. Kader yang melawan instruksi DPP, tapi sekarang mau memimpin. Ini penghinaan terhadap AD/ART dan marwah partai,” ujarnya.

BACA JUGA :  Polemik Golkar Sumut dan Isu “Keluarga Solo” Jadi Trending Topik Akhir 2025 Berita LIPPSU Ramai Dikomentari Netizen

Zainal mendesak DPP Partai Golkar, DPD Golkar Sumut, dan Dewan Kehormatan Partai untuk segera melakukan verifikasi dan audit politik terhadap seluruh calon pengurus yang akan memegang kendali.

“Jangan sampai Golkar Sumut dipimpin oleh orang-orang yang rekam jejaknya cacat. Kita butuh nahkoda yang loyal, bukan pedagang politik,” pungkasnya.

Laporan: Zahrul