- Padang, 11 Januari 2026.
PADANG, PROMEDIA.NEWS | Sejarah Singapura mencatat nama Yusof bin Ishak sebagai sosok sentral dalam transisi bangsa menuju kemerdekaan. Ia adalah seorang jurnalis dan pegawai sipil yang menjabat sebagai kepala negara Singapura dari tahun 1959 hingga 1970. Di balik peran politiknya, Yusof Ishak memiliki identitas yang kuat sebagai keturunan bangsawan asal Kerajaan Pagaruyung, Sumatera Barat.
Keturunan Kelima Datuk Jannaton asal Pagaruyung.
Yusof Ishak lahir di Perak, Malaysia, pada 12 Agustus 1910. Meski lahir di tanah semenanjung, silsilah keluarganya berakar kuat di ranah Minangkabau. Ia merupakan keturunan kelima dari Datuk Jannaton, seorang tokoh penting yang berasal dari Kerajaan Pagaruyung.
Garis keturunan ini menempatkan Yusof sebagai bagian dari diaspora Minangkabau yang memiliki pengaruh besar di wilayah Selat Malaka. Nilai-nilai ketekunan dan intelektualitas dari leluhur Pagaruyung tersebut tecermin dalam perjalanan hidupnya, baik saat menempuh pendidikan di Raffles Institution maupun saat berkiprah di dunia jurnalistik.
Karier Jurnalistik dan Pendiri Utusan Melayu
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Yusof Ishak adalah seorang jurnalis yang gigih. Ia mengawali kariernya dengan mendirikan majalah olahraga sebelum bergabung dengan surat kabar Warta Malaya. Langkah besarnya terjadi pada tahun 1939, ketika ia bersama tokoh-tokoh Melayu lainnya mendirikan Utusan Melayu di Singapura.
Selama dua dekade, Yusof menjadi tokoh utama yang membawa kesuksesan surat kabar tersebut. Baginya, media adalah alat untuk memperjuangkan isu-isu masyarakat. Namun, pada tahun 1959, ia memilih hengkang dari Utusan Melayu setelah terjadi pertikaian dengan UMNO terkait independensi pandangan politik surat kabar tersebut.
Kepala Negara dan Presiden Pertama Singapura
Integritas Yusof Ishak menarik perhatian Lee Kuan Yew, yang kemudian menawarkannya posisi ketua Komisi Layanan Publik. Karier politiknya melesat hingga ia menjabat sebagai: Yang di-Pertuan Negara Kedua (1959–1965): Menggantikan Sir William Goode setelah kemenangan Partai Tindakan Rakyat.
Presiden Pertama Singapura (1965–1970): Setelah Singapura memperoleh kemerdekaannya, ia menjadi presiden pertama dan menjabat hingga akhir hayatnya.

Pejuang Multirasialisme dan Pendidikan
Sebagai pemimpin, Yusof Ishak dikenal luas karena pandangan multirasnya. Ia adalah pendukung kuat gagasan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman etnis dan agama. Selain itu, ia sangat menjunjung tinggi pendidikan dan aktif mendorong dialog antaragama demi stabilitas bangsa yang baru lahir.
Yusof Ishak wafat pada 23 November 1970 karena gagal jantung. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa-jasanya, potret wajahnya diabadikan pada uang kertas Seri Potret Singapura yang diperkenalkan sejak tahun 1999. Hingga kini, sosok jurnalis keturunan Pagaruyung ini tetap dikenang sebagai bapak bangsa yang meletakkan dasar persatuan bagi Singapura.
Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia: Yusof Ishak.














