MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Kebijakan Gubernur Sumut Bobby Nasution merazia plat nomor polisi BL terus menuai polemik. Dikhawatirkan, polemik ini menimbulkan gesekan yang mengarah kepada konflik sosial antara masyarakat Sumut dan Aceh.
Kekhawatiran ini diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Minggu (5/10/2025). Pria yang akrab disapa Ari Sinik ini berharap agar Presiden Prabowo Subianto segera menyelesaikan polemik ini.
Kekhawatiran ini, lanjut Ari Sinik, bukanlah hal yang berlebihan mengingat perkembangan isu terus meluas melalui berbagai platform media sosial. “Meski tidak berharap, namun LIPPSU mengkhawatirkan persoalan ini mengarahkan kepada konflik sosial antara masyarakat Sumut dan Aceh.
Kita lihat sekarang ini berbagai platform di medsos dijejali dengan isu-isu tentang polemik razia plat nomor BL oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution,” ujarnya.
“Saya berharap Presiden Prabowo Subianto harus segera bertindak tegas dan turun tangan untuk menyelesaikan polemik ini sebelum berkembang lebih jauh dan menimbulkan gesekan di tengah-tengah masyarakat kedua provinsi,” lanjutnya.
Ari Sinik juga berharap agar Gubsu Bobby Nasution belajar banyak dari sejarah tentang hubungan antara Sumut dan Aceh, sebelum mengambil keputusan. Razia plat BL merupakan kali kedua, setelah sebelumnya polemik tentang Keputusan Mendagri yang memasukkan empat pulau muncul di Aceh ke Wilayah Sumut. “Belum lagi hilang dari ingatan masyarakat Aceh tentang polemik empat pulau, kini muncul persoalan baru. Kita tentu sangat faham bagaimana perasaan masyarakat Aceh terhadap peristiwa ini.
Seharusnya Bobby belajar dari persoalan empat pulau, sebelum mengambil kebijakan yang menurut saya sangat tidak populis dan terkesan sangat dipaksakan. Jangan coba-coba buka ‘luka lama’ masyarakat Aceh yang mewarnai sejarah panjang di negeri ini,” ujar Ari Sinik. Tokoh masyarakat yang dekat dengan pers ini juga mempertanyakan seberapa besar kerugian yang diakibatkan oleh truk-truk dari provinsi lain yang melintas di wilayah Sumut, sehingga Bobby begitu antusias melakukan razia? Kenapa harus truk berplat BL yang dirazia, padahal daerah provinsi lain juga banyak yang melintas di wilayah Sumut. “Selama ini keberadaan truk-truk tersebut aman-aman saja dan kenapa baru sekarang dipermasalahkan di masa gubernur Sumut dipimpin Bobby Nasution?,” tanya Ari.
Ari Sinik juga memuji sikap Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh. Melalui video-video yang banyak beredar di medsos, kedua menunjukkan sikap yang cerdas. Bahkan Wagub Aceh Fadhlullah SE atau lebih dikenal dengan sebut Dek Fad dalam video yang beredar selalu menghampiri truk-truk plat BK maupun BA yang melintasi di Aceh dan berdialog serta menjami keamanan para supir truk. Dek Fad juga tak lupa memberikan sekadar uang rokok kepada supir sebagai wujud memuliakan tamu yang berkunjung ke Aceh. (tim)











