Pejabat Tinggi Loyalis Trump Mundur, Sebut Perang Di Iran Tekanan Israel

News881 Dilihat

Washington, 19 Maret 2026.

WASHINGTON, PROMEDIA.NEWS | Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS, Joe Kent, telah mengumumkan pengunduran dirinya dengan mengatakan ia tidak dapat mendukung perang pemerintahan Trump di Iran.

“Dengan hati nurani yang bersih, saya tidak dapat mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran,” tulis Kent melalui media sosial X, Selasa (17/3/2026).

Ia menegaskan, Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS. “Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita, dan jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Museum Berjalan Di Medan Tempur; Ketika IDF "Bongkar Gudang" dan Perang Rasa Retro!

Dalam surat yang ditujukan kepada Trump, Kent menyebut bahwa pejabat tinggi Israel dan jurnalis AS yang berpengaruh telah menyebarkan informasi yang salah yang menyebabkan Presiden merusak platform “America First” miliknya.

“Ruang gema ini digunakan untuk menipu Anda agar percaya bahwa Iran merupakan ancaman nyata bagi Amerika Serikat,” tulis Kent. “Ini adalah kebohongan,” tandasnya, seperti dikutip BBC, Rabu.

Merespons pengunduran diri tersebut, di Ruang Oval pada Selasa, Trump mengatakan Kent adalah orang baik, tetapi lemah dalam hal keamanan. Trump juga mengatakan bahwa surat pengunduran diri Kent telah membuatnya menyadari bahwa kepergiannya adalah hal yang baik.

BACA JUGA :  LIPPSU: Desak Rico Waas Wali Kota Medan Segera Implementasikan PP 17 Tahun 2020, Jangan Abai dan Diam Disedot Bobby Nasution ke Provinsi

Associated Press melaporkan, sebagai veteran tempur pasukan khusus dengan hubungan dengan ekstremis sayap kanan, Kent dianggap sebagai loyalis Trump yang paling setia yang dapat diandalkan untuk menduduki posisi puncak kontraterorisme di pemerintahan.

Sedangkan The New York Times (NYT) menyebut, pengunduran diri Kent, salah satu pejabat tinggi kontra-terorisme AS, merupakan sebuah tanda munculnya perpecahan dalam koalisi Partai Republik.

BACA JUGA :  LAPORAN KHUSUS: TRAGEDI LABURA, KETIKA NEGARA "TIDUR" DI BAWAH KETIAK KORPORASI

“Sifat perang AS-Israel di Iran yang tampaknya tak berujung telah menciptakan perpecahan yang kuat di antara para pendukung Trump,” tulis NYT.

Sejumlah pejabat senior di pemerintahan Trump, tulis BBC, juga telah mengundurkan diri, termasuk direktur penegakan hukum Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Margaret Ryan, dan kepala Kennedy Center, Richard Grenell.

By: Syafaruddin Sikumbang