Bendum Gerindra Sumut Merry Amelia Prasetyo (Bunda Yin) dan CEO Sumut24 Rianto Dorong Gagasan KOMID Dukung Prabowo

News344 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Bendahara Umum (Bendum) DPD Partai Gerindra Sumatera Utara, Merry Amelia Prasetyo yang akrab disapa Bunda Yin, bersama CEO Sumut24 Group, Rianto, menjadi figur sentral dalam pertemuan kolaboratif antara DPD Gerindra Sumut dan tim media siber.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan strategis untuk menggagas Komando Media Indonesia Raya (KOMID) sebagai wadah sinergi media dalam mendukung kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA :  Qodari pun resmi jadi kurator konten pribadi Presiden

Dalam arahannya, Merry Amelia Prasetyo (Bunda Yin) didampingi Muhri Fauzi Hafiz ( Ketua Mira) Said Siregar, Dewi Budiati, Taufik, menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Rianto menyambut positif inisiatif pembentukan KOMID. Ia menilai kolaborasi antara media siber dan partai politik dapat menciptakan arus informasi yang lebih terarah dan profesional, sekaligus memperkuat narasi positif terkait pembangunan nasional.

BACA JUGA :  Kubu Roy Suryo Sebut Legalisir Ijazah Jokowi untuk Nyapres Cacat Prosedur, Tak Ada Tanggal

Turut hadir perwakilan tim media siber, yakni Rianto, Zailani, Beckti, Lilik Riady, Dudit, Yusti, Nisa, Ismail, Ronal, Ayub Badrin, Rini, Marlia, serta Adi Sumarno.

Seluruh peserta sepakat bahwa pembentukan KOMID menjadi langkah konkret dalam mengonsolidasikan kekuatan media siber agar lebih terarah dan profesional, sekaligus mendukung program-program pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

BACA JUGA :  OPINI: KETIKA RI-1 "HERAN", PROFESOR "JAGAIN GAWANG"

Melalui kolaborasi ini, DPD Gerindra Sumut menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai elemen, khususnya media, dalam mendukung agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Laporan : Syafaruddin Sikumbang.