LIPPSU: Sehari Sebelum Blackout, GM PLN UID Sumut Mundhakir Salman Asyik Sampaikan Kuliah Umum, Harusnya Turun Antisipasi Pemadaman

Sumut190 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti aktivitas General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir Salman, yang sehari sebelum terjadinya blackout massal di Sumatera justru tampil memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Kuliah umum tersebut berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, dengan tema “Dari Lulus Cepat ke Hidup Bermakna: Membangun Karier, Karya, dan Kontribusi”.

Dalam kegiatan itu, Mundhakir Salman berbicara mengenai karakter, integritas, transisi energi, hingga pentingnya keandalan listrik bagi masyarakat.

Namun lima hari setelah kegiatan tersebut, sistem kelistrikan Sumatera mengalami blackout besar yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat di berbagai provinsi.

“Eh… sehari hari kemudian lampu padam se-Sumatera. Kek mana ini. Asyik kuliah umum boleh, tapi masak dia gak tahu apa yang terjadi dengan kondisi kelistrikan yang kemudian terjadi blackout,” kata Azhari AM Sinik, Senin (26/5).

Menurut Azhari, seorang pimpinan wilayah kelistrikan seharusnya lebih fokus melakukan pengawasan, mitigasi, dan antisipasi terhadap potensi gangguan sistem, terutama ketika kondisi jaringan interkoneksi Sumatera dikenal rentan terhadap gangguan transmisi.

Ia menilai, tugas utama seorang GM PLN UID bukan hanya tampil dalam kegiatan seremonial atau edukasi publik, tetapi memastikan keandalan distribusi listrik tetap terjaga.

“Kalau bicara kontribusi dan kebermanfaatan, maka yang paling dirasakan rakyat adalah listrik jangan sampai padam. Jangan masyarakat dibuat susah akibat sistem yang gagal diantisipasi,” ujarnya.

BACA JUGA :  LIPPSU : Bilang Saja Negara Sudah Menyerah Tangani Bencana di Sumut

Azhari menyebut blackout massal tersebut telah memicu dampak berantai mulai dari lumpuhnya aktivitas ekonomi, terganggunya layanan rumah sakit, hilangnya pasokan air bersih PDAM, hingga terganggunya aktivitas ibadah masyarakat.

Di sejumlah daerah di Kota Medan dan kabupaten sekitarnya maupun provinsi lainnya, warga dilaporkan harus antre mengambil air untuk wudhu akibat distribusi air bersih terganggu karena pompa PDAM ikut lumpuh saat listrik padam.

“Warga ikhlas antre wudhu akibat blackout, asalkan GM UID PLN juga ikhlas dicopot. Tayamum akibat blackout boleh, tapi GM UID PLN harus mundur,” tegasnya.

LIPPSU menilai blackout massal tersebut menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem mitigasi PLN, terutama dalam aspek pengamanan transmisi dan kesiapan pemulihan darurat.

Banyak Tugas Tapi Tidak Fokus

Poin-Poin Tugas Mundhakir Salman sebagai GM PLN UID Sumut

– Menjamin Keandalan Pasokan Listrik

Memastikan distribusi listrik di seluruh wilayah Sumatera Utara berjalan stabil, aman, dan minim gangguan.

– Mengendalikan Operasional Jaringan Distribusi

Mengawasi pengoperasian jaringan tegangan menengah dan rendah, gardu induk, serta sistem distribusi pelanggan.

– Mencegah dan Mitigasi Pemadaman

Melakukan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan sistem agar tidak terjadi pemadaman massal atau blackout.

– Memimpin Pemulihan Gangguan Kelistrikan

Mengkoordinasikan percepatan pemulihan ketika terjadi gangguan listrik, bencana, atau kerusakan jaringan.

– Mengawasi Pemeliharaan Infrastruktur

Memastikan perawatan rutin jaringan, kabel, gardu, trafo, dan peralatan distribusi dilakukan sesuai standar operasional.

BACA JUGA :  Ardan Noor Gagal Genjot Pajak, LIPPSU: Jangan Dipaksa, Mundur Saja, Bro !

– Mengelola Sistem Pengamanan Kelistrikan

Mengawasi kesiapan sistem proteksi jaringan, relay, pengendali beban, serta pengamanan transmisi distribusi.

– Menjamin Pelayanan Pelanggan PLN

Bertanggung jawab atas kualitas pelayanan pelanggan, termasuk pengaduan, penyambungan baru, perubahan daya, dan respon gangguan.

– Mengawasi Kinerja UP3 dan ULP se-Sumatera

Membina dan mengendalikan seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) di Sumatera Utara.

– Menjaga Stabilitas Sistem saat Beban Tinggi

Mengatur strategi distribusi daya ketika terjadi lonjakan konsumsi listrik agar sistem tetap stabil.

– Mengelola Krisis dan Komunikasi Publik

Menjadi penanggung jawab koordinasi informasi kepada masyarakat saat terjadi gangguan besar atau kondisi darurat kelistrikan.

– Mengawasi Digitalisasi dan PLN Mobile

Memastikan layanan digital PLN berjalan optimal, termasuk sistem pengaduan pelanggan dan pelayanan berbasis aplikasi.

– Menjalankan Program Strategis PLN

– Mengawal program nasional PLN seperti transisi energi, kendaraan listrik, efisiensi energi, dan elektrifikasi masyarakat.

– Mengelola SDM dan Anggaran UID Sumut

Mengendalikan kinerja pegawai, penempatan SDM, disiplin kerja, serta penggunaan anggaran operasional di lingkungan UID Sumut.

– Menjalin Hubungan dengan Pemerintah dan Stakeholder

Berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, kampus, dan masyarakat terkait kebutuhan serta stabilitas kelistrikan.

– Mewakili PLN dalam Kegiatan Publik

Menjadi representasi resmi PLN UID Sumut dalam kegiatan sosial, pendidikan, seminar, kuliah umum, dan komunikasi kelembagaan lainnya.

Menurut Azhari, setidaknya ada sejumlah langkah yang seharusnya menjadi prioritas PLN untuk mencegah blackout total di Sumatera, antara lain pemeliharaan jalur transmisi secara berkala, modernisasi jaringan melalui smart grid, penguatan sistem proteksi, hingga kesiapan skema pemisahan sistem (island operation) agar gangguan di satu wilayah tidak meluas ke seluruh interkoneksi Sumatera.

BACA JUGA :  Fasilitas Kredit Produktif Rp8,2 M Menyalah, SDM Pun Bermasalah, Bank Sumut Ibarat Sudah Jatuh Ditimpa Tangga

Selain itu, LIPPSU juga menyoroti pentingnya kesiapan pembangkit black start, optimalisasi under frequency relay (UFR), serta integrasi data cuaca BMKG ke dalam sistem operasi PLN guna mengantisipasi gangguan akibat cuaca ekstrem.

“Yang rusak itu jaringan dan sistem, bukan sekadar soal permintaan maaf. Rakyat butuh listrik stabil, bukan narasi,” kata Azhari.

Blackout massal yang terjadi sejak Jumat malam (22/5) itu diketahui berdampak terhadap sejumlah provinsi di Sumatera seperti Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi hingga Aceh.

Selain menyebabkan pemadaman listrik berjam-jam, gangguan juga merembet ke pelayanan air bersih karena instalasi pompa PDAM bergantung pada pasokan listrik PLN.

Perumda Tirtanadi sebelumnya juga mengakui distribusi air bersih di Medan dan sekitarnya terganggu akibat blackout, sehingga sejumlah wilayah mengalami tekanan air menurun hingga mati total.

Sementara itu, dalam kuliah umum di UMSU sebelumnya, Mundhakir Salman sempat menegaskan pentingnya menjaga keandalan listrik karena listrik memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan seperti pasien cuci darah.

LIPPSU menilai pernyataan tersebut justru menjadi ironi di tengah blackout besar yang melumpuhkan berbagai sektor kehidupan masyarakat Sumatera.

Penulis : Heriyanto