Sekretaris Badan Pendapatan Daerah dan Narasi yang Membelokkan

News750 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Alih-alih memberi harapan, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Sumatera Utara, Rudi Hadian justru menebar pesimisme. Dalam sebuah unggahan di media sosial, ia menyederhanakan masalah pelik penerimaan daerah dengan tudingan klise masyarakat kurang taat pajak.

Pernyataan itu, yang seolah terlempar begitu saja, ibarat palu yang mematahkan semangat pegawai Bapenda yang tengah berjuang menata sistem agar lebih transparan dan berkeadilan. Harapan akan perubahan sistem yang diimpikan dapat menghadirkan kesejahteraan pegawai sekaligus menambah kas daerah tiba-tiba digugurkan lewat komentar yang dangkal.

BACA JUGA :  STRATEGI PERANG ASIMETRIS IRAN (Copas dari military essay)

Padahal, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provsu tahun 2025 sebesar Rp7,2 triliun menuntut strategi yang cerdas, bukan sekadar menyalahkan masyarakat. Rudi tampak lupa, kepercayaan publik pada pemerintah dibangun dari keberanian institusi memperbaiki sistem pungutan, bukan dari vonis bahwa masyarakatlah biang kegagalan.

Yang terabaikan dari pernyataannya adalah suara pegawai di lapangan, mereka ingin sistem yang adil, modern, dan manusiawi. Narasi Rudi Hadian justru menutup pintu bagi gagasan itu. Maka wajar bila publik menilai, Rudi Hadian ini lebih senang melempar kesalahan ke luar ketimbang bercermin ke dalam.

BACA JUGA :  Asphuri Sumatera Raya 2025–2028 Dilantik, Adakan Seminar Nasional "Asphuri Soroti Penguatan Ekosistem Haji dan Umrah"

Seperti kata seorang pegawai, “Kami ingin perubahan untuk kemakmuran bersama, tapi suara kami dipatahkan oleh kalimat yang tak bertanggung jawab”.

Masyarakat tentu tahu siapa yang sesungguhnya “kurang taat” masyarakat yang lelah dengan sistem yang bobrok, atau pejabat yang tak becus merawat kepercayaan? (E520)