Empat Anggota TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

News331 Dilihat

Jakarta, 19 Maret 2026.

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS | Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menahan empat anggota TNI yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Yusri Nuryanto menyampaikan bahwa keempat terduga pelaku telah diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Pagi tadi saya telah menerima dari Bais TNI empat orang yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Saudara Andrie Yunus,” ujar Yusri dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, disiarkan SCTV, Rabu (18/3/2027).

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari kejadian pada Rabu (12/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Jalan Talang dan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Sejak saat itu, Puspom TNI langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian.

BACA JUGA :  Kloter Pertama Tiba 12 Juni 2025

Yusri menyebutkan, empat terduga pelaku tersebut masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES. Saat ini, mereka telah diamankan di Puspom TNI untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Sementara itu, di hari yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah (Dirreskrimum Polda) Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, mengungkap dua identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap l Andrie Yunus.

BACA JUGA :  Uang Negara dan Krisis Etika Wakil Rakyat

Iman menyebut, berdasarkan hasil analisis penyelidikan yang menggabungkan keterangan saksi, rekaman CCTV, dan basis data kepolisian, dua pelaku tersebut berinisial BHC dan MAK. Inisial yang disebut Polri ini berbeda dengan yang disebut TNI.

“Kami menduga bahwa dua orang yang kami tunjukkan dari satu data Polri, inisial BHC dan MAK,” ujarnya dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, seperti dikutip awak PromediaNews, Rabu (18/3/2027).

Iman mengatakan, identifikasi tersebut diperoleh setelah penyidik memeriksa sedikitnya 15 orang saksi serta menelusuri rangkaian pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

BACA JUGA :  MBG: Bukan Program Gizi, Tapi Mesin Politik dan Cuan yang Sangat Menguntungkan

Meski demikian, dia mengakui bahwa kepolisian belum menutup kemungkinan jumlah pelaku lebih dari empat orang. Indikasi itu muncul dari analisis rekaman CCTV yang menunjukkan adanya lebih dari satu kendaraan yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Namun demikian dari hasil penyelidikan kami tidak menutup kemungkinan juga ini pelaku dapat diduga lebih dari empat sebagaimana informasi awal yang kami sampaikan kepada rekan-rekan media sekalian,” ujarnya.

By: Syafaruddin Sikumbang.