Mengapa Setelah Febrie Cium Dinding Penjara, Sang Penjaga Rumah Sutrimo Ditemukan Tewas Dengan Mulut Berbusa?

Hukum40 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti kematian Sutrimo, pria yang diduga merupakan kepala rumah tangga (Karumga) atau penjaga di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Dalam keterangannya di Medan, Minggu (26/7), Azhari mengatakan kematian Sutrimo yang terjadi hanya berselang beberapa hari setelah Febrie ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan membuat publik bertanya-tanya.

“Ibarat cerita detektif, saat tokoh utama mulai masuk babak baru, tiba-tiba muncul adegan yang membuat publik mengernyitkan dahi. Bedanya, ini bukan film dan bukan bahan bercanda. Karena itu penyelidikan harus dibuka seterang mungkin agar tidak memunculkan berbagai tafsir,” ujar Azhari Sinik.

Sutrimo diketahui ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (23/7). Berdasarkan informasi awal, korban sempat mengeluhkan sakit dan dilaporkan mengeluarkan busa dari mulut serta hidung sebelum dilarikan ke RS Muhammadiyah Jakarta Selatan. Namun, nyawanya tidak tertolong.

BACA JUGA :  Rp14 Triliun Anggaran Revitalisasi Sekolah, Proyek Besar Tanpa Pengawasan ?

Azhari menilai kondisi tersebut membuat berbagai spekulasi berkembang di masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh dugaan harus dibuktikan melalui penyelidikan ilmiah.

“Jangan sampai masyarakat dipaksa menebak-nebak seperti sedang mengisi teka-teki silang. Negara harus menjawab dengan fakta, bukan membiarkan ruang kosong diisi spekulasi,” katanya.

Saat ini, Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih mengumpulkan rekam medis, memeriksa saksi-saksi, riwayat pemesanan ambulans, serta melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kematian Sutrimo. Polisi juga belum menyimpulkan apakah korban meninggal akibat penyakit, keracunan, atau penyebab lainnya.

Azhari Sinik berharap aparat mengusut kasus tersebut secara transparan sehingga tidak menimbulkan berbagai asumsi di tengah masyarakat, terlebih karena Sutrimo disebut-sebut memiliki hubungan pekerjaan dengan Febrie Adriansyah.

Hingga kini, kepolisian belum menyatakan adanya hubungan antara kematian Sutrimo dengan perkara hukum yang menjerat Febrie Adriansyah. Dugaan keterkaitan tersebut masih berupa spekulasi publik dan belum didukung kesimpulan resmi penyidik.

*Kronologi Kematian Sutrimo Setelah Febrie Gol*

BACA JUGA :  Desakan Publik Terus Bergulir ke KPK, Kapan Bobby Nasution Diperiksa?

23 Juli 2026 – Sutrimo (42), yang diduga bekerja sebagai kepala rumah tangga (Karumga) sekaligus penjaga di kediaman mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, dilaporkan mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada rekannya.

Pada hari yang sama, Sutrimo dibawa ke Klinik Mordent di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut, ia dilaporkan muntah dan mengeluarkan busa dari mulut serta hidung, lalu tidak sadarkan diri.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan. Namun, setibanya di rumah sakit, Sutrimo dinyatakan meninggal dunia.

24–26 Juli 2026 – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan. Polisi mengumpulkan rekam medis, memeriksa keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta menelusuri lokasi awal korban ditemukan.

*Siapa Sutrimo?*

Berdasarkan informasi yang beredar dan masih diverifikasi penyidik, Sutrimo diduga merupakan:
Kepala rumah tangga (Karumga) atau penjaga di kediaman mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Sejumlah laporan juga menyebut ia pernah bertugas menjaga Klinik Mordent, yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan Febrie. Namun, status pekerjaan dan hubungan tersebut masih didalami oleh kepolisian.

BACA JUGA :  Ombudsman Sumut Periksa Kabid Adminduk Capil Sumut Hari ini Terkait Kasus Penonaktifan Identitas WNI yang dituduh sebagai WNA

*Penyebab Kematian*

Hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian Sutrimo. Polisi belum menyatakan apakah korban meninggal akibat penyakit, keracunan, atau adanya unsur tindak pidana. Hasil autopsi dan penyelidikan masih berlangsung.

*Kaitannya dengan Febrie Adriansyah*

Kasus ini menjadi perhatian publik karena terjadi beberapa hari sebelum/berdekatan dengan proses hukum terhadap Febrie Adriansyah yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Namun demikian, Polda Metro Jaya menegaskan belum menemukan maupun menyampaikan bukti adanya hubungan langsung antara kematian Sutrimo dengan perkara hukum yang menjerat Febrie Adriansyah.

Dugaan keterkaitan yang beredar di media sosial masih berupa spekulasi dan belum dapat dijadikan fakta sampai ada hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.

Laporan : Hendra G