BAPERA TERJANG BANJIR, TEMBUS DESA TERISOLIR 15 HARI DI LANGKAT

News335 Dilihat

LANGKAT, PROMEDIA.NEWS – Setelah 15 hari warga Desa Pematang Cengal Timur hidup dalam keterisolasian dan minim logistik, bantuan besar dari Ketua Umum Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA), Fadh El Fouz A Rafiq, akhirnya tiba pada Jumat siang, 12 Desember 2025. Bantuan berupa beras, gula, minyak makan, dan air mineral itu disalurkan melalui jalur yang tidak mudah, menyusuri darat, lalu menaiki perahu kayu selama 30 menit melewati genangan banjir yang tak kunjung surut.

Penyaluran dipimpin langsung oleh Ketua DPD Bapera Sumut, Abdul Rahman, atau yang akrab dikenal sebagai Dedek Ray. Rombongan Bapera harus menembus air berarus pelan namun dalam – satu-satunya akses menuju desa yang telah terputus sejak banjir merendam kawasan tersebut lebih dari dua pekan.

BACA JUGA :  Direktur Eksekutif LIPPSU Tantang KPK untuk menangkap Bobby Nasution jika tidak ada Intervensi dari manapun

“Alhamdulillah, di Jumat berkah ini kita membawa amanah Ketua Umum Fadh El Fouz A Rafiq untuk warga yang sudah 15 hari kekurangan logistik. Semoga bantuan ini menjadi penolong,” ujar Dedek Ray sesampainya di lokasi.

Warga Haru, “Hari ke-15, barulah ada bantuan sebesar ini.”

Tangis haru pecah ketika rombongan Bapera merapat ke posko darurat bangunan seadanya yang warga dirikan sejak air bah menerjang.

BACA JUGA :  Torehkan  Sejarah, BMPD Medan Run 2025 Cetak Rekor MURI Pembayaran QRIS Rp1

Selama hampir dua minggu, mereka hidup dengan persediaan makanan yang semakin menipis.

“Bantuan pertama baru masuk hari ke-4, itu pun tak cukup. Kami bertahan apa adanya sampai hari ini. Hari ke-15 ini, baru inilah bantuan yang datang begitu banyak,” ungkap Syaiful Ami, salah satu warga.

Setidaknya 200 rumah di desa itu terdampak, dengan total 500 kepala keluarga (KK) yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Dua Lansia Tinggal Sendiri, Rumah Memprihatinkan

Tak hanya menyalurkan logistik massal, Dedek Ray bersama pengurus BAPERA juga menyambangi dua rumah lansia yang hidup sebatang kara. Kondisi keduanya dinilai sangat memprihatinkan rumah semi-rapuh, sebagian terendam, dan tanpa bantuan keluarga.

BACA JUGA :  Baru Seminggu Menjabat Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto  di Tangkap Kejaksaan Agung Kasus Korupsi Tata Kelola Tambang Nikel di Sulawesi Tenggara

“Hati kita tergerak melihat warga, terutama lansia, yang sudah dua minggu kekurangan logistik.

Semoga ini memberi mereka kekuatan untuk bertahan dan pulih,” tutur Dedek Ray menutup peninjauan.

Aksi cepat BAPERA menjadi titik terang pertama bagi warga yang selama ini merasa luput dari perhatian. Di tengah cuaca yang belum stabil, bantuan hari itu menjadi harapan baru bagi warga yang telah lama terkurung banjir.(520)