Brigjen Pol (Purn) Drs. Halim Pagarra, S.H, M.H : Mengabdi Dengan Hati, Menebar Manfaat Hingga Ke Pelosok Negeri

Ragam17 Dilihat

Oleh : Suardi, SH

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Di balik seragam kepolisian yang penuh disiplin, ada sosok yang memilih mengabdikan diri bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat. Dialah Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Halim Pagarra, S.H., M.H., seorang perwira tinggi Polri yang dikenal memiliki kepedulian sosial yang besar dan komitmen kuat terhadap dunia pendidikan serta keselamatan berlalu lintas.

Karier panjangnya di Korps Bhayangkara telah mengantarkannya menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari Perwira Samapta (Pamapta) Polresta Gorontalo, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri, hingga dipercaya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Selatan.

Namun, bagi banyak orang, Halim Pagarra bukan hanya dikenang karena jabatan yang pernah disandangnya. Ia diingat karena ketulusan hati dan kepeduliannya terhadap sesama.

Sifat sosialnya bahkan pernah mendapat apresiasi langsung dari Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian ketika menjabat sebagai Kapolri. Menurut Tito, Halim merupakan sosok yang memiliki jiwa sosial tinggi. Penilaian itu lahir dari berbagai aksi nyata yang dilakukannya selama bertugas.

BACA JUGA :  Ketika Harus Menyaksikan Hembusan Nafas Terakhir dari Orang yang Kau Cintai

Salah satu kisah yang paling membekas adalah ketika Halim turun langsung mengajar anak-anak di Papua. Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan, ia hadir membawa semangat dan harapan. Tidak hanya berbagi ilmu, ia juga menyalurkan buku-buku bacaan agar anak-anak di daerah tersebut memiliki kesempatan yang lebih luas untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Baginya, membangun bangsa tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan. Dari sanalah lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai tanah air.

Semangat itu pula yang ia bawa ketika menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Di tengah kesibukan mengatur lalu lintas Ibu Kota yang kompleks, Halim justru menghadirkan sebuah ruang sederhana yang sarat makna: pojok baca di lingkungan Polda Metro Jaya.

BACA JUGA :  Ketika Akhirnya Tubuhmu Tak Bisa Kulihat

Inisiatif tersebut menjadi simbol bahwa budaya membaca harus tumbuh di mana saja, termasuk di lingkungan kepolisian. Kehadiran pojok baca menjadi ruang literasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun anggota Polri untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Di bidang lalu lintas, Halim dikenal sebagai sosok yang tegas sekaligus komunikatif. Saat memimpin Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, ia aktif menyampaikan berbagai persoalan transportasi di Jakarta kepada publik.

Salah satu pernyataannya yang menjadi perhatian luas adalah mengenai sejumlah proyek infrastruktur di Jakarta yang belum dilengkapi Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Menurutnya, kondisi tersebut berkontribusi terhadap kemacetan yang semakin parah di berbagai ruas jalan Ibu Kota. Pernyataannya menjadi pengingat bahwa pembangunan harus berjalan seiring dengan perencanaan transportasi yang matang.

Di masa kepemimpinannya pula, berbagai peristiwa yang menyita perhatian publik berhasil ditangani secara profesional. Salah satunya adalah polemik antara petugas Transjakarta dengan artis Dewi Persik pada penghujung 2017.

BACA JUGA :  Abu Dzarr Al-Ghifari : Sahabat yang “Keras” Memusuhi Dunia, dan Pedas Menasihati Para Penguasa

Saat itu Halim memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa anggota polisi yang mengawal kendaraan Dewi Persik bertindak tanpa sepengetahuan pimpinan. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi akhirnya membuat kedua belah pihak memilih berdamai.

Sebagai bentuk kampanye keselamatan berlalu lintas, pada April 2018 Dirlantas Polda Metro Jaya juga menunjuk Dewi Persik sebagai Duta Keselamatan Lalu Lintas, sebuah langkah yang menunjukkan pentingnya melibatkan itu publik dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

Nama Halim Pagarra kembali menjadi perhatian ketika menangani penyelidikan kecelakaan kendaraan yang melibatkan Setya Novanto. Dalam proses penyelidikan, ia bahkan mendatangi Gedung KPK untuk Melakukan pemeriksaan terhadap Setya Novanto yang saat itu berstatus sebagai tahanan KPK. Penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur. (Red)