SUMUT KRISIS BBM, LIPPSU Soroti PT Patra Niaga Pertamina Sumbagut

Sumut428 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) mengecam keras PT Patra Niaga Pertamina Sumbagut atas kelangkahan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Kota Medan dan Sumatera Utara, baik sebelum maupun sesudah lebaran Aidil Fitri.

Sebelumnya banyak masyarakat yang sudah menjadi korban kelangkahan BBM, sebelum dan sesudah lebaran. Hari dan malam ini, warga pengguna kenderaan roda 2 dan 4 mengantri mengular di SPBU untuk mengisi bahan bakar. Ini bukan April MOP lagi, ini nyata, bahwa pemerintah selama ini berbohong dan menutup nutupi apa yang terjadi saat ini, akhirnya masyarakat jadi korban.

BACA JUGA :  Lemah Di Sana Sini Penyebab Blackout Dan Akibatnya

“Ini bukan April Mop lagi, tapi kenyataan pahit yang dihadapi masyarakat Sumut umumnya dan warga Medan khususnya,” kata Azhari A.M Sinik Ditektur Eksekutif LIPPSU, malam di Medan (31/3).

Kelangkaan BBM tersebut terpantau oleh LIPPSU di beberapa SPBU di Medan, antara lain SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan, Denai, Menteng Raya simpang Menteng 7, SM Raja, Karya Jaya, Karya Wisata, Brigjen Katamso, Bakti (Arief Rahman Hakim) dan SPBU lainnya, hingga pukul 02.00 Wib dan banyak SPBU yang tutup menjelang malam Selasa 31 Maret 2026, apakah kehabisan stok Bahan Bakar Minyak.

BACA JUGA :  LIPPSU: Merebut Proyek Tipu Muslihat Rp 484 M Bangun RS Haji

Tidak diketahui persis apa penyebab kelangkaan BBM di Kota Medan dan Sumatera Utars itu terjadi. Padahal Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah menegaskan tidak terjadi kenaikan harga BBM, meski krisis perang di Timur Tengah masih terus berlangsung.

 

LIPPSU menuntut PT Patra Niaga Pertamina Sumbagut untuk segera mengatasi krisis ini dan memastikan ketersediaan BBM di Sumut.

BACA JUGA :  PN Padangsidimpuan Digeruduk Ratusan Warga Mendesak PT Agincourt Resources Bayar Hak Lahan Masyarakat 190 Hektar

“PT Patra Niaga Pertamina Sumbagut harus bertanggung jawab atas kelangkahan BBM ini. Kami akan terus memantau situasi ini,” tambah Azhari Sinik.

Laporan : Syafaruddin Sikumbang.