LIPPSU: Di Tengah Tumpukan Kasus, Harta Kekayaan Asri Ludin Tambunan Melesat Kayak Rudal Antar benua Hingga Tembus Rp 25,3 M

Sumut42 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti lonjakan harta kekayaan Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan yang dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) tahun pelaporan 2025 tercatat mencapai Rp25,34 miliar.

Menurut Azhari, besarnya nilai kekayaan tersebut menjadi perhatian publik karena muncul di tengah berbagai sorotan, kritik, aksi unjuk rasa mahasiswa, hingga dugaan praktik nepotisme dan pengondisian proyek yang beberapa kali dikaitkan dengan lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

“Bukan soal seseorang kaya atau tidak. Yang menjadi perhatian publik adalah transparansi, akuntabilitas dan bagaimana seluruh proses pemerintahan berjalan bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme,” kata Azhari, Minggu (21/6).

Berdasarkan data LHKPN yang dilaporkan pada 31 Maret 2026 untuk periode tahun 2025, Asri Ludin Tambunan memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp25.344.145.672.

Rincian harta tersebut meliputi:

– Tanah dan bangunan sebanyak 29 bidang di Medan dan Deli Serdang senilai Rp17.920.000.000

– Alat transportasi dan mesin sebanyak tujuh unit senilai Rp3.605.000.000.

– Surat berharga Rp978.000.000.

– Kas dan setara kas Rp6.668.900.528.

Total aset yang dimiliki mencapai Rp29.171.900.538.

Namun, terdapat utang sebesar Rp3.827.754.856 sehingga total kekayaan bersihnya menjadi Rp25,34 miliar.

Adapun tujuh kendaraan yang dilaporkan antara lain :
– Toyota Land Cruiser VX-R 4X4 tahun 2019 senilai Rp1,795 miliar,
– Mercedes Benz E200 tahun 2021 senilai Rp700 juta,
– Suzuki tahun 2024 senilai Rp450 juta,
– Toyota Kijang Innova tahun 2021 senilai Rp400 juta,
– Honda Brio RS tahun 2022 senilai Rp180 juta,
– Toyota Camry tahun 2004 senilai Rp50 juta serta
– Vespa GTS 150 tahun 2015 senilai Rp30 juta.

LHKPN sebelumnya saat Asri Ludin masih menjabat Kepala Dinas Kesehatan Deli Serdang tercatat sebesar Rp24.388.987.419.

Artinya, setelah menjabat Bupati Deli Serdang, kekayaan bersihnya bertambah sekitar Rp955 juta menjadi Rp25,34 miliar.

Azhari menyindir kenaikan itu seperti melesat kayak rudal antarbenua hingga menembus angka Rp 25,3 miliar.

BACA JUGA :  LIPPSU: Dunia Melayu Tak Boleh Lekang Oleh Zaman

Azhari juga membandingkan kekayaan Asri dengan dua kepala daerah dari keluarga yang sama yang pernah memimpin Deli Serdang.

Ayah Asri, almarhum Amri Tambunan yang menjabat Bupati Deli Serdang dua periode, berdasarkan data LHKPN terakhir yang diverifikasi KPK pada 2013 tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp6,78 miliar.

Sementara pamannya, Ashari Tambunan, yang memimpin Deli Serdang selama dua periode, melaporkan kekayaan Rp13,31 miliar pada 2018, meningkat menjadi Rp17,19 miliar pada 2019, Rp17,47 miliar pada 2020, Rp19,25 miliar pada 2021 dan mencapai Rp20,49 miliar pada akhir masa jabatannya tahun 2022.

“Dari data yang tersedia terlihat terjadi peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan generasi kepemimpinan sebelumnya. Karena itu publik tentu berharap seluruh sumber kekayaan dapat dijelaskan secara terbuka dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Azhari.

Selain menyoroti kekayaan, LIPPSU juga mencatat sejumlah isu dan dugaan yang belakangan berkembang di ruang publik terkait Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang.

Di antaranya dugaan pengondisian proyek dan penguncian spesifikasi teknis dalam pekerjaan infrastruktur yang sempat diprotes sejumlah kelompok mahasiswa, tudingan adanya kedekatan antara pemenang proyek dengan lingkaran kekuasaan daerah, desakan sejumlah organisasi masyarakat agar aparat penegak hukum memeriksa tata kelola pemerintahan serta polemik pernyataan Bupati Deli Serdang terkait pajak masyarakat dan pembangunan jalan.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat penetapan tersangka maupun proses hukum yang menyatakan Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan bersalah dalam perkara korupsi oleh KPK, Kejaksaan maupun institusi penegak hukum lainnya.

Karena itu, Azhari meminta seluruh dugaan yang berkembang diuji melalui mekanisme hukum dan audit yang objektif.

“Kalau memang tidak ada masalah, tentu pemeriksaan akan membuktikan semuanya. Tetapi jika ada penyimpangan, masyarakat juga berhak mengetahui. Transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Tanggapan Bupati Deli Serdang

Terkait sorotan terhadap harta kekayaannya, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh tanggapan langsung dari Bupati Deli Serdang dr Asri Ludin Tambunan.

BACA JUGA :  LIPPSU Tantang Komisi C DPRD Sumut Batalkan Anggaran Gebyar Pajak 2026 Senilai Rp28 Miliar

Namun dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Asri menegaskan bahwa seluruh harta kekayaannya telah dilaporkan melalui mekanisme LHKPN kepada KPK sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang juga sebelumnya membantah sejumlah isu yang beredar di media sosial, termasuk tudingan mengenai adanya alokasi anggaran khusus Rp100 miliar untuk bupati. Pemkab menyatakan informasi tersebut tidak benar dan tidak sesuai dengan dokumen anggaran daerah.

LIPPSU berharap KPK, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, BPK, BPKP dan aparat pengawasan internal pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh penyelenggara negara guna memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara transparan, profesional dan bebas dari praktik KKN.

Terkait Kasus, Harta Naik

Dugaan dan Sorotan Publik yang Pernah Dikaitkan dengan Nama atau Kepemimpinan dr Asri Ludin Tambunan

Catatan :
Hingga saat ini belum ada putusan pengadilan maupun penetapan tersangka terhadap dr Asri Ludin Tambunan terkait dugaan-dugaan berikut.

Dugaan pengondisian proyek di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Deli Serdang

Disorot mahasiswa terkait dugaan penguncian spesifikasi teknis pada proyek infrastruktur.

Dugaan monopoli atau penguasaan proyek oleh pihak tertentu

Muncul tudingan adanya rekanan yang disebut memiliki kedekatan dengan lingkaran kekuasaan daerah.

Dugaan praktik nepotisme dalam tata kelola pemerintahan

Menjadi salah satu isu yang diangkat dalam sejumlah aksi demonstrasi mahasiswa dan LSM.

Desakan pemeriksaan harta kekayaan dan tata kelola anggaran

Sejumlah organisasi masyarakat meminta KPK dan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan.

Polemik pernyataan soal pajak dan pembangunan jalan

Menjadi sorotan luas setelah pernyataan bupati yang mengaitkan pembangunan jalan dengan kepatuhan masyarakat membayar pajak.

Sorotan terhadap dinasti politik Tambunan di Deli Serdang

Publik menyoroti kesinambungan kepemimpinan keluarga Tambunan dari Amri Tambunan, Ashari Tambunan hingga Asri Ludin Tambunan.

Sorotan atas kenaikan harta kekayaan pejabat

Muncul perdebatan publik mengenai besaran LHKPN Asri Ludin Tambunan yang mencapai Rp25,34 miliar.

BACA JUGA :  LIPPSU: Bobby Akui Tender Lamban, Tapi Pilih Pejabat Asal Saja

Desakan transparansi proyek-proyek strategis daerah

Sejumlah kelompok masyarakat meminta proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara terbuka dan kompetitif.

Isu pengangkatan orang dekat pada jabatan tertentu

Menjadi materi kritik dalam beberapa aksi massa, meski belum ada temuan hukum yang menyatakan adanya pelanggaran.

Tuntutan audit dan pengawasan lebih ketat terhadap Pemkab Deli Serdang

Disampaikan sejumlah elemen masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Pundi Pundi TRIO TAMBUNAN, Marga Sama Harta Kekayaan Berbeda

1. Amri Tambunan
(Bupati Deli Serdang Periode 2004–2014)

Laporan Agustus 2010: Rp6.336.830.562

Laporan November 2012: Rp6.345.133.659

Hasil Verifikasi Faktual KPK Januari 2013: Rp6.780.125.267

Kekayaan terakhir yang tercatat: Rp6,78 miliar

2. Ashari Tambunan
(Bupati Deli Serdang Periode 2014–2023)

Tahun 2018:
Rp13,31 miliar

Tahun 2019:
Rp17,19 miliar

Tahun 2020:
Rp17,47 miliar

Tahun 2021:
Rp19,25 miliar

Tahun 2022:
Rp20,49 miliar

Kekayaan terakhir saat menjabat: Rp20,49 miliar

Kenaikan selama periode 2018-2022: sekitar Rp7,18 miliar

3. dr Asri Ludin Tambunan
(Bupati Deli Serdang Periode 2025–sekarang)

Sebelum menjadi Bupati (saat Kadinkes Deli Serdang):

LHKPN sebelumnya: Rp24.388.987.419

Setelah menjadi Bupati:

LHKPN 2025 (dilaporkan 31 Maret 2026): Rp25.344.145.672

Kenaikan setelah menjadi Bupati: sekitar Rp955.158.253

Rincian kekayaan terbaru Asri Ludin Tambunan:

Tanah dan bangunan: Rp17.920.000.000

Kendaraan: Rp3.605.000.000

Surat berharga: Rp978.000.000

Kas dan setara kas: Rp6.668.900.528

Total aset: Rp29.171.900.538

Utang: Rp3.827.754.856

Kekayaan bersih: Rp25.344.145.672

Perbandingan Akhir Nama Jabatan

Kekayaan Terakhir
Amri Tambunan Bupati Deli Serdang 2004–2014 Rp6,78 miliar

Ashari Tambunan Bupati Deli Serdang 2014–2023 : Rp20,49 miliar

Asri Ludin Tambunan Bupati Deli Serdang 2025–sekarang : Rp25,34 miliar

Selisih Kekayaan Asri Ludin Tambunan vs Amri Tambunan :
Lebih tinggi sekitar Rp18,56 miliar.

Asri Ludin Tambunan vs Ashari Tambunan:
Lebih tinggi sekitar Rp4,85 miliar.

Ashari Tambunan vs Amri Tambunan:
lebih tinggi sekitar Rp13,71 miliar.

Penulis : Dedy