MKGR Simalungun di Malam Teduh Siantar: Doa, Nilai, dan Cahaya dari Anak Negeri

Sumut159 Dilihat

SIANTAR, PROMEDIA.NEWS – Di malam yang sejuk, saat di halaman Asana Garden, DPD Ormas MKGR Simalungun menggelar tasyakuran sederhana namun berjiwa besar, Selasa (18/11/2025) pukul 20.00 WIB.

Cahaya lampu yang lembut Astana Garder menjadikan pertemuan itu lebih mirip perjamuan batin

Acara malam itu merupakan kesinambungan dari malam syahdu MKGR Sumut sehari sebelumnya dua malam berturut-turut yang seolah dijahit oleh benang nilai pengabdian, gotong royong, dan penghormatan kepada keteladanan nasional.

Dipandu alunan Indonesia Raya, Hymne MKGR, dan mars kebersamaan, para tamu undangan memasuki ruangan dengan wajah teduh

BACA JUGA :  Topan Ginting Sudah Gol, Sikat Di Hilir Proyek Bau Amis Di PUPR

Mangatas Maruli Tua Silalahi S.E, Ir. Daud Simanjuntak M.M yang juga Ketua MKGR Siantar, Ketua AMPG Siantar Rici Hamdani S.E, serta tokoh Partai Golkar Drs. H Syahmidun Saragih sosok yang tetap tegap, tetap dihormati, tetap eksis meski masa jabatannya telah berlalu.

Namun yang paling menyentuh justru hadirnya anak-anak yatim malam ini. Suara mereka yang lirih saat mengamini doa menjadikan tasyakuran ini tidak lagi sekadar mengenang penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto, tetapi mei njadi penanda bahwa nilai luhur hanya layak hidup jika dibagi kembali kepada mereka.

BACA JUGA :  Dana BOS Pindah Ke Rekening Pribadi, Untuk Dipakai Belanja Sama Keluarga, Judi Online dan Beli Sembako?

Ketua DPD MKGR Simalungun, Ir. Daud Simanjuntak, tampil dengan sikap tenang yang mencerminkan kedewasaan seorang pembawa amanah.

Ia menyampaikan bahwa makna tasyakuran sesungguhnya bukan pada keramaian dan ucapan, melainkan pada keberanian merawat nilai di tengah dunia yang semakin bising.

“Setiap nilai baik harus dirawat, dan malam ini MKGR memilih merawatnya melalui kebersamaan,” ucap Daud.

Di sudut ruangan, Drs. H Syahmidun Saragih tampak berbincang dengan beberapa tamu muda.

Prosesi potong tumpeng, pemberian santunan, serta obrolan hangat yang menyusul di sepanjang malam menghasilkan suasana yang berbeda. Tidak tergesa, tidak berambisi, hanya sebuah malam yang menaruh hormat pada nilai perjuangan dan mengembalikannya kepada masyarakat.

BACA JUGA :  LIPPSU Soroti Penumpukan Bantuan Korban Bencana Di Sumut : "Menunggu Mati, Baru di Salurkan dan Segala Dalil Bermunculan"

Bagi siapa pun yang hadir, jelas terlihat bahwa MKGR Simalungun tengah merawat tradisi yang sama dengan MKGR Sumut,
melanjutkan nilai, bukan sekadar menggelar acara.

Dan dari Asana Garden yang tenang itu, tersiar bisik harapan bahwa nilai-nilai tersebut akan terus menyalapelan tetapi pasti dalam langkah-langkah organisasi ke depan.(520)