“Akrobat Politik” Tiada Henti Bobby Nasution, Awas Nanti Nyangkut Di Menara Tirtanadi

LIPPSU : Bobby Nasution Mungkin Alergi Menyambut Tamu Allah

Sumut26 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menilai masyarakat mulai bingung melihat berbagai kontroversi dan manuver yang dilakukan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Azhari, polemik terbaru muncul ketika Bobby Nasution memilih menghadiri perayaan Go Skateboarding Day (GSD) North Sumatera 2026 di Skate Plaza Lapangan Merdeka Medan pada Minggu (21/6/2026), bertepatan dengan kepulangan 229 jemaah haji Kloter 17 yang merupakan kloter terakhir Debarkasi Medan.

“Kek mana ini? Pening kepala masyarakat melihat akrobat politik dan akrobat kebijakan yang dilakukan Gubernur ke sana kemari. Nanti kebanyakan akrobat, loncat sana sini, nyangkut pula nanti menara Perumda Tirtanadi,” sindir Azhari.

Akrobat terakhir Bobby terjadi tamu-tamu Allah pulang dari Tanah Suci, justru yang terlihat di publik adalah kegiatan skateboard. “Ini yang menimbulkan pertanyaan di masyarakat,” kata Azhari kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

Azhari mengatakan sorotan terhadap Bobby Nasution bukan hanya terkait ketidakhadirannya dalam penyambutan jemaah haji. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pernyataan dan langkah politik Bobby juga beberapa kali menjadi perdebatan di ruang publik.

Salah satu yang paling menyita perhatian terjadi saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Sumatera Utara Tahun 2027 yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dalam forum tersebut, Bobby menyindir Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian yang mendorong pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur.

BACA JUGA :  Proyek Misterius Tanggul Sungai Seruwai : 'Ditunggui' Jin dan Makhluk Halus

Saat memberikan sambutan, Bobby melontarkan kalimat yang kemudian viral dengan menyebut, “Batubara masih Provinsi Sumatera Utara mudah-mudahan.” Pernyataan tersebut menuai beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai itu sebagai peringatan agar daerah fokus membangun wilayahnya, namun sebagian lainnya menganggap pernyataan tersebut kurang tepat disampaikan dalam forum resmi pemerintahan.

Menurut Azhari, pernyataan serupa juga kembali menjadi perhatian publik saat pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Sumatera Utara, ketika isu pemekaran wilayah kembali disinggung sehingga memunculkan perdebatan di tengah masyarakat mengenai hubungan Pemerintah Provinsi Sumut dengan daerah-daerah yang mendorong pemekaran.

Aksi Demo

Selain itu, Bobby juga sempat menjadi sorotan ketika turun langsung menemui massa pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menggelar aksi di kawasan eks Medan Club, Jalan Diponegoro Medan. Kehadiran Bobby saat menemui massa aksi tersebut mendapat perhatian luas karena gubernur memilih berdialog langsung dengan para demonstran.

“Mulai dari polemik pemekaran Batu Bara, aksi pendukung MBG di eks Medan Club, persoalan kutipan di objek wisata Sidebuk-debuk hingga sekarang soal penyambutan jemaah haji, semuanya menjadi catatan publik. Karena itu masyarakat membandingkan sendiri mana yang dianggap prioritas dan mana yang tidak,” ujar Azhari.

Ia menegaskan kritik tersebut bukan ditujukan kepada kegiatan olahraga skateboard ataupun komunitas anak muda, melainkan menyangkut skala prioritas seorang kepala daerah.

“Kita mendukung pembinaan anak muda dan olahraga. Yang dipersoalkan adalah momentum dan prioritasnya. Karena pada hari yang sama ada kepulangan kloter terakhir jemaah haji Sumatera Utara yang menjadi perhatian masyarakat luas,” katanya.

BACA JUGA :  MKGR Simalungun di Malam Teduh Siantar: Doa, Nilai, dan Cahaya dari Anak Negeri

Tak Pernah Hadir, Alergi Nyambut Tamu Allah

Sorotan terhadap Bobby mencuat setelah sejumlah pihak mengungkapkan bahwa sejak kedatangan Kloter 1 pada 2 Juni 2026 hingga Kloter 17 pada 21 Juni 2026, Gubernur Sumut tidak pernah hadir langsung dalam penyambutan jemaah haji di Asrama Haji Medan, seakan Bobby Nasution alergi menyambutnya.

Padahal sejumlah kepala daerah di Sumatera Utara tampak hadir menjemput jemaah hajinya masing-masing, seperti Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, Bupati Langkat Syah Afandin dan sejumlah kepala daerah lainnya.

Bahkan, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia hadir menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 16 pada Sabtu (20/6/2026). Sementara pada penyambutan Kloter 17, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hanya diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, Basarin Yunus Tanjung.

Azhari menilai kepulangan jemaah haji bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting yang menyangkut penghormatan kepada masyarakat yang baru menunaikan rukun Islam kelima.

“Kalau untuk berbagai kegiatan lain bisa hadir, mestinya untuk menyambut tamu-tamu Allah yang baru pulang dari Tanah Suci juga bisa meluangkan waktu. Ini soal sensitivitas dan perhatian seorang pemimpin kepada masyarakatnya, atau Bobby Nasution alergi menyambutnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  LIPPSU Soroti Penumpukan Bantuan Korban Bencana Di Sumut : "Menunggu Mati, Baru di Salurkan dan Segala Dalil Bermunculan"

Meski Gubernur tidak hadir, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan proses penyambutan dan pelayanan kepulangan jemaah haji Debarkasi Medan tetap berjalan sebagaimana mestinya hingga kloter terakhir.

Pemprov Sumut juga memastikan seluruh rangkaian pelayanan jemaah haji berlangsung sesuai prosedur melalui koordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan instansi terkait.

Hingga Rabu (24/6/2026), belum terdapat keterangan resmi dari Gubernur Bobby Nasution mengenai alasan ketidakhadirannya dalam penyambutan jemaah haji sejak kloter pertama hingga kloter terakhir.

Pilih Hadiri Acara Skateboard

Pada Minggu (21/6/2026), di hari yang sama dengan kepulangan Kloter 17 Debarkasi Medan, Bobby Nasution diketahui menghadiri peringatan Go Skateboarding Day (GSD) North Sumatera 2026 di Skate Plaza Lapangan Merdeka Medan.

Dalam kegiatan tersebut, Bobby bertemu komunitas skateboard dan menyampaikan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan fasilitas olahraga bagi generasi muda di Sumatera Utara.

Kehadiran Bobby pada acara tersebut kemudian menjadi perbincangan publik karena bertepatan dengan jadwal kedatangan kloter terakhir jemaah haji asal Sumatera Utara.

Bagi Azhari, polemik ini bukan sekadar soal kehadiran atau ketidakhadiran seorang gubernur, melainkan soal pesan yang diterima masyarakat mengenai skala prioritas seorang pemimpin.

“Yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya sederhana, yakni kehadiran dan perhatian pemimpinnya pada momentum-momentum penting. Karena itu yang akan selalu diingat masyarakat,” pungkasnya.

Laporan : Tim