Tak Transparan Tergusur Dari Peserta Jambore Nasional, Siswi SMPN 1 Tanjung Tiram Kecewa

News16 Dilihat

BATU BARA, PROMEDIA.NEWS – Kekecewaan mendalam dirasakan Aliyah Aznur, siswi SMP Negeri 1 Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, yang diduga gagal diberangkatkan sebagai peserta Jambore Nasional Pramuka setelah namanya disebut-sebut sempat masuk dalam daftar calon peserta yang akan mewakili wilayah Tanjung Tiram.

Pada Rabu (24/6), orang tua Aliyah, Azuar, warga Dusun Bogak, Desa Pahlawan, Kecamatan Tanjung Tiram, mengungkapkan kekecewaannya atas tidak terpilihnya putrinya untuk mengikuti kegiatan nasional tersebut.

Menurut Azuar, Aliyah telah mengikuti seluruh tahapan seleksi yang dilakukan oleh para pembina dan pelatih Pramuka. Bahkan, selama proses seleksi berlangsung, putrinya berupaya memenuhi berbagai kebutuhan secara mandiri dengan memanfaatkan uang jajan dan tabungan pribadinya.

“Anak saya mengikuti semua tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh. Dia sangat berharap bisa mengikuti Jambore Nasional dan membawa nama sekolah serta daerahnya,” ujar Azuar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga dari pihak pembina, kuota peserta Jambore Nasional dari wilayah Tanjung Tiram disebut hanya terdiri dari satu peserta putra dan satu peserta putri.

BACA JUGA :  Pemimpin Tertinggi Iran Sampaikan Pesan Tahun Baru Iran: Soroti Konflik, Persatuan Nasional, dan Kemenangan “Pejuang Islam”

Dalam proses seleksi yang berlangsung, nama Aliyah disebut-sebut menjadi salah satu calon utama peserta yang akan diberangkatkan.

Namun, belakangan namanya tidak lagi tercantum dalam daftar peserta. Keluarga mengaku memperoleh informasi bahwa salah satu alasan yang muncul terkait kelengkapan administrasi berupa BPJS yang masih dalam proses pengurusan.

Diganti Peserta Lain

Azuar menilai keputusan tersebut menimbulkan tanda tanya karena menurut informasi yang diterimanya, posisi Aliyah kemudian digantikan oleh peserta lain.

“Kami berharap proses seleksi dilakukan secara transparan dan berdasarkan kemampuan peserta. Jika memang ada pergantian, seharusnya disampaikan secara terbuka kepada peserta maupun para pembina,” katanya.

Azuar juga memohon perhatian Bupati Batu Bara, Baharuddin Siagian, agar menaruh perhatian terhadap persoalan yang dialami putrinya. Menurutnya, kesempatan bagi anak-anak berprestasi hendaknya diberikan secara adil tanpa memandang latar belakang keluarga maupun kedekatan dengan pihak tertentu.

BACA JUGA :  Direktur Eksekutif LIPPSU Tantang KPK untuk menangkap Bobby Nasution jika tidak ada Intervensi dari manapun

“Kami memohon perhatian Bapak Bupati Baharuddin Siagian agar persoalan ini dapat ditinjau. Anak-anak yang sudah berjuang mengikuti seleksi seharusnya mendapatkan kesempatan yang sama dan diperlakukan secara adil,” ujarnya.

Selain itu, Azuar menduga terdapat campur tangan oknum tertentu yang berupaya menggagalkan keberangkatan Aliyah sebagai peserta Jambore Nasional. Ia bahkan menduga ada oknum kepala desa di wilayah Tanjung Tiram yang turut memengaruhi proses pergantian peserta. Namun demikian, dugaan tersebut menurutnya perlu ditelusuri dan diklarifikasi oleh pihak-pihak berwenang.

“Kami menduga ada campur tangan oknum yang berusaha menggagalkan keberangkatan anak kami. Karena itu kami berharap ada penjelasan resmi agar persoalan ini menjadi terang,” katanya.

Aliyah sendiri mengaku sedih atas gagalnya mengikuti kegiatan yang telah lama diimpikannya. Siswi yang bercita-cita menjadi anggota Paskibraka dan perwira itu mengatakan telah berusaha semaksimal mungkin selama mengikuti proses seleksi.

“Kalau memang harus digantikan, saya berharap digantikan oleh peserta yang memang lebih layak dan sama-sama mengikuti seleksi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Amankan 6 Excavator Tambang Emas Ilegal di Batang Natal dan Lingga Bayu Madina, TNI Buat Gebrakan Menjaga Kelestarian Lingkungan

Menurut Azuar, putrinya berasal dari keluarga nelayan sederhana dan selama ini sangat bersemangat mengikuti kegiatan kepramukaan. Karena itu, ia berharap kejadian serupa tidak kembali menimpa peserta lain di masa mendatang.

Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batu Bara, pihak sekolah, maupun pihak yang disebut dalam dugaan tersebut belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pergantian peserta yang dipersoalkan keluarga Aliyah.

Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka Tahun 2026 merupakan pertemuan akbar Pramuka Penggalang dari seluruh Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 13-20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.

Kegiatan yang digelar lima tahunan tersebut diproyeksikan diikuti sekitar 24.785 peserta yang terdiri dari peserta kontingen daerah, peserta luar negeri, peserta National Scout Organization (NSO), serta panitia.

Laporan : Taufik