Profil Dr. Gusrizal Gazahar: Ulama Intelektual Bergelar Datuak Palimo Basa yang Menjadi Benteng Fatwa dari Ranah Minang

News345 Dilihat

PADANG, PROMEDIA.NEWS | Dr. H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. gelar Datuak Palimo Basa (lahir 1973) merupakan seorang ulama kharismatik, pakar Hukum Islam (Ushul Fiqih), dan tokoh organisasi yang sangat dihormati di Sumatera Barat. Beliau dikenal sebagai sosok yang teguh pada prinsip syariat dan menjadi salah satu motor penggerak fatwa di tingkat daerah maupun nasional.

Latar Belakang dan Pendidikan

Lahir di Panyakalan, Kabupaten Solok, pada 13 Agustus 1973, Gusrizal tumbuh di lingkungan yang menghargai nilai-nilai agama. Beliau merupakan lulusan dari institusi-institusi pendidikan Islam ternama:

  1. MANPK Koto Baru: Beliau menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan, sebuah sekolah unggulan yang melahirkan banyak ulama intelektual di Padang Panjang
  2. Universitas Al-Azhar, Mesir: Dengan beasiswa dari ICMI, beliau menyelesaikan studi S-1 di Fakultas Syariah wa al-Qanun pada tahun 1997.
  3. UIN Imam Bonjol: Beliau menuntaskan pendidikan pascasarjana (M.Ag) pada 2003 dan meraih gelar Doktor Hukum Islam pada tahun 2022 di almamater yang sama.
BACA JUGA :  DPD Partai Indonesia Raya (PARINDRA) Sumut Gelar Silaturahmi, Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama Serta Santuni Anak Yatim dan Kaum Duafa

Kepemimpinan di Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Kiprahnya di dunia keumatan sangat menonjol melalui keterlibatannya di MUI:

  1. Ketua Umum MUI Sumbar: Beliau menjabat sebagai Ketua Umum MUI Sumatera Barat selama dua periode (2015–2020 dan 2020–2025). Di bawah kepemimpinannya, MUI Sumbar dikenal sangat aktif dan vokal dalam mengawal isu-isu syariat dan kemaslahatan umat.
  2. MUI Pusat: Keilmuannya diakui secara nasional dengan amanah sebagai Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat untuk periode 2025–2030.
BACA JUGA :  BRI Kabanjahe Dorong Pertumbuhan Ekonomi Karo 2026, Gandeng Insan Pers Perkuat Ekosistem UMKM dan Desa

Prinsip dan Integritas Akademik

Gusrizal Gazahar dikenal sebagai sosok yang memiliki integritas tinggi. Hal ini dibuktikan dengan keputusannya mengundurkan diri sebagai Dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) di IAIN Bukittinggi pada tahun 2018. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes dan pembelaan terhadap prinsip keagamaan terkait polemik pelarangan cadar di institusi tersebut. Selain di dunia akademik, beliau juga berpengalaman luas sebagai Dewan Pengawas Syariah di Bank Nagari selama bertahun-tahun.

Dakwah dan Pengabdian Masyarakat

Di luar jabatan formal, beliau tetap dekat dengan masyarakat melalui berbagai wadah:

* Surau Buya Gusrizal Gazahar: Berlokasi di Bukittinggi, surau ini merupakan pusat pembinaan umat yang dibangun atas kerja sama jamaah setianya.

BACA JUGA :  Politik Golkar Sumut Memanas: Isu Konspirasi Singkirkan Ijeck oleh Tangan Tangan Kotor Politik Demi Ambisi Bobby Nasution di 2029 Mencuat.

* Nadwah li ‘Izzat al-Islam: Forum pengajian yang beliau asuh untuk memperdalam pemahaman keislaman bagi warga Bukittinggi dan sekitarnya.

Karya Tulis

Sebagai seorang intelektual, Dr. Gusrizal aktif menuangkan pemikirannya ke dalam buku-buku referensi, di antaranya:

* Menelisik Ilmu Ushul al-Fiqh (Pengantar Sejarah Ilmu Ushul).
* Konsep Modal dalam Sistem Ekonomi Islam.
* Petunjuk Praktis Pelaksanaan Ibadah Haji dan Umrah.
* Kumpulan nasihat Buya Gusrizal.

Dr. Gusrizal Gazahar merupakan representasi ulama Minangkabau modern yang mampu memadukan kearifan lokal (melalui gelar adat Datuak Palimo Basa) dengan kedalaman ilmu syariat internasional.

Laporan: Syafaruddin Sikumbang.

Sumber: Wikipedia.