Prestasi Letkol PNB ERWIN TRI PRABOWO, Prajurit TNI AU Yang Patut Dikenang

News149 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Dalam sejarah operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) di Indonesia, salah satu momen yang paling membekas adalah pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Laut Jawa pada akhir tahun 2014. Di balik keberhasilan operasi tersebut, terdapat dedikasi, keberanian, dan profesionalisme para prajurit TNI Angkatan Udara yang bekerja tanpa mengenal lelah demi menemukan jejak pesawat yang hilang.

Salah satu sosok yang patut dikenang adalah Erwin Tri Prabowo, yang saat itu masih berpangkat Lettu Pnb dan bertugas sebagai kopilot Pesawat Hercules A-1319. Bersama rekan-rekannya, ia menjadi bagian penting dalam operasi yang akhirnya membantu mengungkap keberadaan pesawat AirAsia QZ8501.

Berawal dari informasi yang diperoleh tim udara yang dipimpin A. Dwi Putranto, yang saat itu berada di pesawat CN-295, adanya dugaan puing pesawat di kawasan Selat Karimata. Informasi tersebut segera diteruskan kepada kru Hercules A-1319 dengan perintah yang jelas: menuju titik koordinat yang dimaksud dan memastikan keberadaan objek yang dicurigai.

BACA JUGA :  Ketua Golkar Maluku Utara Tewas Ditikam, Diduga Dipicu Dendam Lama

Misi itu bukanlah tugas yang mudah. Di bawah komando kapten pilot dan dengan perencanaan matang dari navigator Feisal Rachman, pesawat Hercules harus melakukan manuver pencarian dalam kondisi yang penuh risiko. Jika biasanya Hercules beroperasi pada ketinggian sekitar 1.000 kaki, kali ini pesawat harus berputar-putar selama kurang lebih 30 menit pada ketinggian sekitar 500 kaki demi mendapatkan pengamatan visual yang lebih jelas.

Di tengah upaya tersebut, kru melihat objek berwarna oranye di permukaan laut. Namun pengamatan yang lebih teliti dilakukan oleh Lettu Pnb Erwin Tri Prabowo. Dengan ketajaman pengamatan dan ketenangan seorang penerbang militer, ia berhasil mengidentifikasi sosok yang diduga sebagai jenazah korban. Momen penting itu kemudian diabadikan melalui foto yang berhasil diambil dari udara.

BACA JUGA :  Ka Rutan Andi Surya: Evakuasi Cepat Amankan Warga Binaan dari Genangan Banjir Rutan Medan

Keberhasilan memperoleh dokumentasi visual tersebut menjadi salah satu petunjuk penting dalam operasi SAR. Bagi kru Hercules A-1319, keberhasilan itu bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan juga bentuk pengabdian kepada bangsa dan keluarga para korban yang menantikan kepastian.

Prestasi tersebut tidak lahir dari kerja seorang diri. Keberhasilan operasi merupakan hasil kerja sama tim yang solid di bawah koordinasi Komando Operasional TNI AU. Nama-nama seperti Moh. Arief, Achmad Reza Pahlevi, Irwanda Kusuma, Achmad Yani, Galang, serta para kru mekanik dan loadmaster TNI AU turut berperan dalam keberhasilan misi tersebut.

BACA JUGA :  LIPPSU: Aksi Tipu-Tipu Gebyar Pajak Sumut 2026: “Belum Ada Izin dan Juknis, Tapi Tetap Jalan" Usut PT Swara Lentara

Kini, lebih dari satu dekade telah berlalu. Sebagian personel yang terlibat telah menapaki jenjang karier yang lebih tinggi, bahkan ada yang telah memasuki masa purnatugas. Namun semangat pengabdian yang mereka tunjukkan dalam operasi pencarian AirAsia QZ8501 tetap menjadi bagian dari sejarah TNI Angkatan Udara dan bangsa Indonesia.

Prestasi Letkol Pnb Erwin Tri Prabowo dan rekan-rekannya menjadi bukti bahwa keberanian, profesionalisme, dan kerja sama tim mampu menghadapi tantangan sebesar apa pun. Karena itu, jasa mereka bukan hanya layak dicatat dalam laporan operasi, tetapi juga pantas dikenang sebagai teladan pengabdian kepada negara dan kemanusiaan.

Penulis : Suardi, SH