News

Kilas Berita Eksekutif: Diaspora Indonesia di Iran Pertanyakan Netralitas dan Marwah Diplomasi Kabinet Prabowo

Teheran, 7 Maret 2026.

TEHERAN IRAN, PROMEDIA.NEWS | Dalam sebuah teguran terbuka yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, Ustadz Ismail Amin selaku WNI di Iran menyuarakan kekecewaan mendalam atas memudarnya wibawa diplomasi Indonesia. Ia menyoroti pergeseran persepsi Iran terhadap Indonesia—dari pionir Gerakan Non-Blok yang disegani menjadi negara yang dianggap kehilangan netralitasnya dalam menyikapi konflik Timur Tengah, khususnya agresi Israel dan Amerika Serikat.

 

Poin-Poin Kritis & Kutipan Kunci (Transkripsi Substantif)

1. Kehilangan Kepercayaan Diplomatik & Marwah Non-Blok

Narasumber mengungkapkan rasa malunya karena status WNI yang dulunya sangat dihormati kini mulai dipertanyakan. Ia mencatat manuver diplomatik yang tidak biasa dari pihak Iran.

“Anda tahu tidak Pak? Duta Besar Iran lebih memilih berkonsultasi ke Pak JK (Jusuf Kalla) dibanding ke Anda atau ke Menlu Anda. Itu adalah isyarat Iran mulai tidak percaya pada Anda. Anda sudah dilihat sebagai orangnya Trump, bukan orang Non-Blok dan netral lagi.”

 

2. Lambatnya Respon Kemanusiaan dan Sikap Diam atas Agresi

Kritik juga diarahkan pada lambannya respons Istana terhadap peristiwa krusial di Iran, serta absennya kecaman terhadap agresi militer Barat.

“Anda baru mengeluarkan pernyataan duka atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, itu setelah Dubes Iran ketemu JK… Mengapa terlambat itu, Pak? Belum lagi, saya belum mendengar Anda mengecam serangan ilegal Israel dan Amerika atas Iran. Apa hanya karena keduanya adalah teman Anda? Sudah punya satu grup WA dengan keduanya?”

 

3. Kritik terhadap Proposal Mediasi dan Keterlibatan di Board of Peace (BOP)

Narasumber mempertanyakan logika mediasi yang ditawarkan Indonesia dan keterlibatan negara dalam Board of Peace (BOP) yang diketuai oleh Donald Trump. Ia mengutip pandangan Presiden Palestina terkait hal ini.

“Presiden Palestina secara kasarnya bilang begini: yang perlu Anda mediasi itu adalah negara yang lebih dulu mengawali agresi… Posisi Iran dari dulu tegas dan jelas, Iran tidak pernah mau memulai perang, tapi kalau diserang, ya Iran membalas.”

“Apa iya perdamaian bisa terwujud kalau ketuanya sendiri (Donald Trump) yang malah mencabik-cabik perdamaian itu?”

 

4. Kontradiksi Narasi Hegemoni Barat

Ia membongkar hipokrisi narasi Barat yang selalu menyudutkan Iran sebagai pihak yang tidak aman, sementara pihak lain secara terang-terangan melakukan pelanggaran HAM berat.

“Siapa yang mensuplai senjata tidak henti tanpa batas untuk Israel, yang dengan senjata itu Gaza digenosida sampai hari ini? Siapa yang menghancurkan Irak? Siapa yang mendanai pemberontak bersenjata di Suriah? Siapa yang menyerang Yaman? Iran hanya baru menyerang ketika diserang.”

 

5. Kritik Internal terhadap KBRI Teheran

Selain mengkritik pusat pemerintahan, narasumber juga menyoroti pasifnya perwakilan negara di Teheran dibandingkan dengan elemen masyarakat sipil.

“Perwakilan Indonesia di Iran, dalam hal ini KBRI Teheran, sampai saat ini belum juga mengeluarkan pernyataan resmi berbela sungkawa… Masih lebih peka organisasi mahasiswa Indonesia yang ada di Iran.”

Rekaman ini memberikan sinyal kuat adanya ketidakpuasan dari akar rumput diaspora terkait arah kompas geopolitik Indonesia saat ini.

Penulis: Lhynaa Marlinaa (Marlina)  https://www.facebook.com/share/1CtvyzonYV   Daily Vlog | News Agregator | Citizen Journalist

By: Syafaruddin Sikumbang,

redaksipro

Recent Posts

Hak Hukum Tidak Dipergunakan, Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Roy Suryo

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS - Hakim tunggal I Ketut Darpawan menolak permohonan praperadilan kedua yang diajukan Roy…

21 Juli 2026

Pertimbangan Hakim Dalam Putusan Praperadilan, Asumsi Tidak Ada Dasar Hukum

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Menurut Saksi Ahli Roy Suryo dan Dr. Didit Wijayanto, terdapat persoalan mendasar…

21 Juli 2026

LIPPSU Soroti Dugaan Bayang-Bayang Kekuasaan Bupati Deli Serdang dr. Asriluddin Tambunan di Balik Mutasi Birokrasi Deliserdang

DELISERDANG, PROMEDIA.NEWS - Sebuah keputusan mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deliserdang kini menjadi sorotan publik.…

21 Juli 2026

Ledakan Dahsyat Di Perumahan Mewah Grand Polonia Medan, Ini Penjelasan Kapolrestabes

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Ledakan dahsyat dari pipa gas  menyebabkan satu unit rumah mewah di Perumahan…

21 Juli 2026

Dari Tower B Rs Haji Medan, Jejak Anggaran UPTD Kesehatan Dinkes Sumut Mulai Dipertanyakan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pembangunan fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi simbol peningkatan pelayanan publik kini justru…

21 Juli 2026

LIPPSU: Bangun Rumah Mewah Di Wins Square Pakai Pola Lama. Izin PBG Ditukangi, Bagi Bagi Duit, PAD Terus Bocor Keliling

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) meminta Pemerintah Kota Medan mengusut…

21 Juli 2026