Hendra Dermawan Siregar, Kepala Dinas PUPR Sumut; bungkam saat dikonfirmasi mengenai dugaan korupsi terhadap 21 proyek pembangunan jalan dan jembatan

By. Ir. Syafaruddin Sikumbang

News340 Dilihat

Medan, 11 Januari 2026.

MEDAN, PROMEDIANEWS| Kepala Dinas PUPR Sumut Hendra Dermawan Siregar bungkam saat dikonfirmasi mengenai dugaan korupsi terhadap 21 proyek pembangunan jalan dan jembatan.

Puluhan proyek ini telah menjadi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara. Berulang kali pesan singkat dikirim, nomor WhatsApp Hendra Dermawan Siregar tak merespon dan ceklis satu alias tidak aktif.  Proyek pembangunan ini dikerjakan disejumlah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Dalam hal ini, Dinas PUPR Sumut menyajikan anggaran tahun 2024 Rp 1,2 triliun. Realisasi dari anggaran tersebut mencapai Rp 847 miliar.

BACA JUGA :  LIPPSU : Hari May Day Jangan Menjadi Serimonial Belaka, Perlu Tindakan Nyata

Pada temuannya, anggaran puluhan pengerjaan pembangunan jalan dan jembatan ini mencapai puluhan miliaran. Kegagalan mutu terhadap pengerjaan proyek pembangunan jalan ini diduga disebabkan karena tidak tercapainya kualitas pelaksana dalam mengerjakan perbaikan jalan. Mulai dari kesalahan perencanaan sehingga menyebabkan ketidaksesuaian kualitas dari proyek pembangunan jalan dan jembatan tersebut. Karena hal tersebut, material untuk mengerjakan pembangunan diduga dikorupsi untuk mendapatkan keutungan lebih. Dugaan korupsi terhadap pengerjaan 21 proyek ini tertuang dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara tahun 2024.

BACA JUGA :  LIPPSU: Aksi Tipu-Tipu Gebyar Pajak Sumut 2026: “Belum Ada Izin dan Juknis, Tapi Tetap Jalan" Usut PT Swara Lentara

Tak tanggung-tanggung, dugaan permintaan fee juga menjadi dasar dari rusaknya perbaikan jalan yang telah dilaksanakan. Oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab di PUPR Sumut menjadi dalam penyebab kerusakan jalan yang berulangkali dianggarkan untuk diperbaiki tersebut. Kekurangan volume terhadap pengerjaan puluhan proyek ini menjadi penyebab rusaknya pembangunan di Sumut.