Ditlantas Polda Sumut Gelar Operasi Keselamatan Tahun 2026

By : Syafaruddin Sikumbang

News506 Dilihat

Medan, 4 Februari 2026.

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumatera Utara (Sumut) menggelar Operasi Keselamatan 2026 terhitung mulai tanggal (TMT) 02 hingga 15 Februari 2026 mendatang.

Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Firman Darmansyah, SIK menjelaskan, Ops Keselamatan merupakan Operasi Kepolisian Kendali Pusat yang digelar selama 14 hari.

“Kegiatan ini mengangkat tema terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman & selamat menjelang pelaksanaan Ops Ketupat 2026,” terangnya.

BACA JUGA :  Rp38,5 Miliar Anggaran Makan Minum di Pemkab DS, LIPPSU Sindir Asri Ludin : "Bayar Pakai Daun, Jangan Pakai Uang Rakyat"

Diungkapkan Firman, Operasi Keselamatan fokus melakukan upaya preemtif, preventif maupun gakkum terhadap pelanggaran lalulintas yang berpotensi menyebabkan lakalantas berdasarkan anev Ops Lilin 2025 serta fenomena yang berkembang jelang Ops Ketupat 2026 terhadap orang, kendaraan, jalan maupun lingkungan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

“Sasaran khusus dalam operasi ini adalah mewujudkan angkutan umum yang berkeselamatan, penanganan balap liar dan giat Polantas Menyapa dengan pelibatan komunitas, khususnya ojol sebagai mitra dalam mendukung Kamseltibcarlantas,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kubu Roy Suryo Sebut Legalisir Ijazah Jokowi untuk Nyapres Cacat Prosedur, Tak Ada Tanggal

Dikatakan lebihlanjut, upaya mewujudkan angkutan umum yang berkeselamatan dilakukan giat pemeriksaan kendaraan pada lokasi check point di lokasi stategis dengan tingkat mobilitas tinggi terhadap bus dalam trayek, bus pariwisata, maupun travel dan angkutan tidak resmi.

Pemeriksaan dilakukan dengan melibatkan pihak BPTD, Dinas Kesehatan maupun instansi terkait lainnya terhadap kelengkapan administrasi pengemudi dan kendaraan, kelaikan kendaraan maupun kesehatan pengemudi.

BACA JUGA :  Tuduhan "Recehan" Dinilai Upaya Memecah Gerakan Mahasiswa

“Kendaraan yang telah lolos pemeriksaan di tempel stiker yang telah dikirimkan sebagai tanda, sehingga tidak lagi dilakukan pemeriksaan berulang selama pelaksanaan,” jelas Firman.

By: Syafaruddin Sikumbang,