Medan, 13 Februari 2026.
MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Inilah pemandangan yang setiap hari terjadi di sekolah penerima MBG. Kalau pendidikan gratis berkualitas, semua orang butuh. Kaya dan miskin. Tapi, makanan? Lebih banyak terbuang.
Di lapangan yang terjadi :
1. Lauk pauk sering basi.
Ini dikarenakan dimasak jam 2 atau 3 pagi. Masuk wadah panas, ditutup. Uap air membuat makanan jadi lembab dan cepat basi.
2. Makanan yang sudah dingin tentu saja kurang memenuhi selera anak.
3. Menu yang sering adalah ayam broiler. Hampir setiap hari. Kita tahu sendiri bagaimana dampak keseringan menyantap daging ayam broiler.
4. Menu yang dimasak selalu itu. Membosankan untuk anak-anak.
5. Katanya bergizi. Nyatanya, seringkali sayuran yang dimasak terlalu masak.
Belum lagi, rewelnya pihak SPPG yang meminta omprengan harus tak ada sisa makanan. Pihak sekolah repot menyediakan wadah menampung makanan sisa.
Warga sekitar SPPG juga mulai mengeluh dan mendatangi dapur MBG karena limbah dari dapur mereka yang baunya mengganggu warga.
MBG ini baik tapi tidak efektif dan efesien. Menghsbiskan anggaran yang tidak tepat sasaran. Yang disasar harusnya yang betul-betul lapar. Yang disasar harusnya orang dewasa usia produktif yang pengangguran. Sekali lagi, daripada MBG, harusnya:
1. Pengobatan gratis
2. Pendidikan gratis berkualitas
3. Lapangan kerja
4. Upah yang layak
Sesak rasanya melihat pemandangan seperti ini setiap hari.
By: Syafaruddin Sikumbang,







