MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Di tengah geliat pembangunan Kota, lorong-lorong sempit tak lagi jadi simbol kekumuhan. Setidaknya itu yang tengah diupayakan warga di Gang Batik Keris, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah.
Sejak Rabu (25/6/2025), lorong yang dulu identik dengan imej suram ini berubah wajah Kota, dinding-dindingnya kini berselimut mural warna-warni, jalannya dicat cerah, dan atmosfernya terasa jauh lebih hidup.
Program ini bagian dari gerakan memperindah kota dalam rangka 100 hari kerja Wali Kota Medan, Rico Waas, dan Wakilnya, Zaky.
Camat Medan Petisah, Arafat Syam S.STP, menjelaskan bahwa inisiatif ini tak hanya demi estetika, tapi juga mengubah persepsi masyarakat terhadap ruang-ruang kecil di kota.
“Tujuan kami sederhana, menyulap citra lorong yang dulu kumuh menjadi lingkungan yang bersih, sejuk, dan sedap dipandang. Ini adalah bagian dari upaya merawat ruang hidup warga,” ujar Arafat.
Lorong Batik Keris bukan nama asing. Dulu, kawasan ini dikenal dengan sebutan “Kampung Kubur,” merujuk pada masa lalu yang kelam. Namun kini, warga menyepakatinya berganti nama Kampung Sejahtera. Nama baru, semangat baru.
Perubahan ini bukan hasil kerja sepihak. Warga turun tangan langsung, mengecat dinding, membersihkan selokan, hingga menggantungkan tanaman hias di sepanjang lorong. Gotong royong itu jadi roh utama program ini.
“Semua elemen bergerak dari masyarakat, RT, RW, hingga kelurahan. Semangat inilah yang ingin kita tularkan ke enam kelurahan lain di Medan Petisah,” kata Arafat.
Medan Petisah sendiri membawahi tujuh kelurahan. Gang Batik Keris kini menjadi percontohan, tonggak awal transformasi ruang-ruang kecil yang selama ini kerap terpinggirkan dari wacana pembangunan kota.
Jika kota dibangun dari pusatnya, maka harapan dibangun dari pinggir-pinggir sempit seperti lorong ini perlahan tapi pasti, dengan warna, semangat.(520)







