MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik, mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak yang akhirnya memastikan persoalan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026 yang digelar 1-14 Juni itu, akhirnya terselesaikan.
Menurut Azhari, berdasarkan fakta dan kronologi yang terungkap ke publik, pembiayaan hotel dan akomodasi peserta sejak awal memang merupakan tanggung jawab penyelenggara turnamen, yakni PSSI selaku panitia pusat, bukan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
“Kalau melihat fakta yang sudah disampaikan secara resmi, persoalan ini sebenarnya sudah clear. Pemko Medan sejak awal tidak pernah menyatakan siap menanggung biaya hotel peserta. Yang diminta kepada Pemko adalah dukungan fasilitas stadion dan lapangan latihan,” kata Azhari, Selasa (2/6).
Ia menilai polemik tersebut sempat berkembang liar karena adanya informasi yang tidak utuh sehingga menimbulkan persepsi seolah-olah Pemko Medan mengingkari komitmen.
“Jangan sampai publik digiring pada informasi yang tidak sesuai fakta. Kalau sejak awal tidak pernah ada komitmen pembiayaan hotel, lalu bagaimana bisa disebut tidak memenuhi komitmen? Ini yang harus diluruskan,” ujarnya.
Azhari juga menegaskan kepada semua pihak untuk cermat memahami persoalan dari awal. “Jangan tiba tiba muncul narasi yang cenderung menyesatka, karena berpotensi mencemarkan nama baik perorangan maupun lembaga,” katanya.
Dalam pemberitaan yang dapat dikukuhkan kebenarannya disebutkan, sejumlah negara terpaksa check-out lebih dulu dari karena sampai hari ini uang hotel tidak dibayar.
Mereka kecewa karena Pemko Medan tidak komitmen soal akomodasi negara peserta AFF ini. Dijelaskan beberapa negara yang terpaksa angkat kaki dari hotel di Medan. Di antaranya Timor Leste yang angkat kaki dari Grand Mercure Hotel Medan. Filipina juga terancam bernasib sama.
Bantahan Resmi Pemko Medan
Menyikapi hal itu, Sekretaris Daerah Kota Medan, Wiriya Alrahman, menegaskan Pemko Medan tidak pernah mengingkari komitmen karena sejak awal memang tidak pernah ada pembahasan maupun kesepakatan bahwa Pemko akan menanggung biaya hotel dan akomodasi peserta ASEAN Boys Championship (AFF U-19) 2026.
Menurut Wiriya, dukungan yang diminta kepada Pemko Medan sejak awal hanya berkaitan dengan penyediaan dan pembenahan sarana olahraga berupa Stadion Teladan, Stadion Kebun Bunga, serta Lapangan Taman Cadika.
“Sejak awal tidak pernah ada komitmen pembiayaan hotel peserta. Yang diminta kepada Pemko hanya dukungan fasilitas stadion dan lapangan. Itu yang kami kerjakan,” tegasnya.
Wiriya menjelaskan Stadion Kebun Bunga dan Lapangan Taman Cadika dipersiapkan sebagai lokasi latihan, sedangkan Stadion Teladan direncanakan menjadi venue pertandingan meski masih dalam proses renovasi yang kontraknya baru berakhir pada September 2026.
Meski demikian, Pemko Medan tetap melakukan berbagai pembenahan fasilitas pendukung seperti ruang ganti pemain, ruang ofisial, toilet, hingga gotong royong membersihkan kawasan stadion guna mendukung suksesnya pelaksanaan AFF U-19.
Kronologi Munculnya Polemik
Azhari menjelaskan, berdasarkan fakta yang disampaikan Pemko Medan, polemik bermula dari munculnya persepsi berbeda mengenai tanggung jawab pembiayaan akomodasi peserta.
Pertama, pada Maret 2026 digelar rapat koordinasi persiapan AFF U-19. Dalam pertemuan tersebut, Pemko Medan hanya diminta mendukung penyediaan dan pembenahan fasilitas stadion serta lapangan latihan.
Kedua, selama Maret hingga Mei 2026, Pemko Medan fokus melakukan berbagai perbaikan dan pembenahan fasilitas olahraga yang akan digunakan selama turnamen.
Ketiga, pada 24 Mei 2026 atau menjelang pelaksanaan turnamen, Pemko Medan menerima surat permintaan dukungan pembiayaan akomodasi peserta.
Keempat, setelah mempelajari permintaan tersebut, Pemko Medan berpendapat tidak terdapat dasar regulasi yang memungkinkan penggunaan APBD untuk membiayai hotel peserta turnamen internasional yang menjadi tanggung jawab penyelenggara.
Kelima, pada 26 Mei 2026 Pemko Medan mengirim surat kepada Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri guna meminta pendapat resmi terkait permintaan pembiayaan tersebut.
Keenam, persoalan kemudian mencuat ke publik setelah muncul kendala pembayaran hotel yang dialami sebagian peserta dan berkembang narasi bahwa Pemko Medan tidak memenuhi komitmen.
Ketujuh, Pemko Medan membantah tudingan tersebut dan menegaskan sejak awal tidak pernah ada komitmen pembiayaan hotel peserta.
Kedelapan, berbagai klarifikasi yang muncul kemudian memperjelas bahwa pembiayaan akomodasi peserta merupakan tanggung jawab penyelenggara, yakni PSSI selaku panitia pusat.
Jangan Belokkan Tanggung Jawab ke Pemko Medan
Azhari menilai sangat tidak tepat apabila persoalan yang muncul kemudian diarahkan menjadi kesalahan Pemko Medan.
Menurutnya, fakta menunjukkan Pemko Medan telah melaksanakan komitmen yang diminta sejak awal, yakni menyiapkan venue dan fasilitas olahraga pendukung.
“Yang disepakati sejak awal adalah stadion dan lapangan. Ketika kemudian muncul persoalan hotel, jangan langsung dibelokkan seolah-olah menjadi kesalahan Pemko Medan. Publik harus melihat kronologi dan fakta secara utuh,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar pihak-pihak tertentu tidak menggiring opini dengan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kalau ada yang menyebut Pemko tidak komitmen, tentu harus dapat menunjukkan kesepakatan resmi yang menyatakan Pemko menanggung hotel peserta. Sampai saat ini yang disampaikan Pemko sangat jelas, tidak pernah ada komitmen seperti itu,” ujarnya.
PSSI Bertanggung Jawab
Sekda Kota Medan Wiriya Ar-Rahman menegaskan, berdasarkan ketentuan penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional, tanggung jawab penyelenggaraan berada pada induk organisasi cabang olahraga terkait.
Karena itu, menurutnya, pembiayaan akomodasi peserta merupakan tanggung jawab penyelenggara, yakni PSSI selaku panitia pusat.
Menurut Azhari, persoalan tersebut kini telah menemukan titik terang setelah PSSI bersama panitia pelaksana memastikan kebutuhan akomodasi peserta ditangani sehingga turnamen dapat berjalan sebagaimana mestinya.
“Yang terpenting sekarang seluruh peserta bisa bertanding dengan nyaman dan nama Indonesia tetap terjaga. Persoalan ini sudah clear. Jangan lagi menyebarkan informasi yang tidak utuh dan justru menyudutkan Pemko Medan yang sejak awal telah berupaya mendukung suksesnya AFF U-19 melalui penyediaan stadion dan lapangan latihan,” pungkasnya.
Penulis : Heriyanto






