Teheran, 25 Maret 2026.
TEHERAN, PROMEDIA.NEWS | ๐๐ถ ๐ฏ๐ฎ๐น๐ถ๐ธ ๐ด๐ฒ๐บ๐ฝ๐๐ฟ๐ฎ๐ป ๐บ๐ถ๐น๐ถ๐๐ฒ๐ฟ ๐๐บ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ ๐ฆ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ธ๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ป ๐๐ฟ๐ฎ๐ป, ๐ฎ๐ฑ๐ฎ ๐ฐ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐๐ฎ ๐น๐ฎ๐ถ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ฏ๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ธ ๐๐ฒ๐ฟ๐๐ป๐ด๐ธ๐ฎ๐ฝ. Sejumlah prajurit AS justru menyatakan kekecewaan mendalam. Mereka lelah. Mereka stres. Dan beberapa bahkan berpikir untuk mengakhiri karir militer mereka.
Berdasarkan laporan Sputnik yang mengutip Halfpost, tekanan psikologis, stres berat, dan kerentanan di medan tempur telah memicu rasa frustrasi besar di kalangan prajurit. Mereka merasa tidak ingin lagi mempertaruhkan nyawa untuk kepentingan yang menurut mereka tidak jelasโbaik demi Israel maupun sekadar menjadi komoditas politik Washington.
Seorang pasukan cadangan yang juga mentor prajurit muda mengungkapkan perasaan pahitnya: “Saya tidak ingin menjadi pion-pion politik”
Moral Merosot Tajam: Kurang Narasi Strategis
Laporan tersebut juga menyoroti bahwa ๐บ๐ผ๐ฟ๐ฎ๐น ๐ฝ๐ฟ๐ฎ๐ท๐๐ฟ๐ถ๐ ๐๐ฆ ๐ฑ๐ถ๐น๐ฎ๐ฝ๐ผ๐ฟ๐ธ๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ผ๐๐ผ๐ ๐๐ฎ๐ท๐ฎ๐บ. Penyebab utamanya adalah ๐ธ๐๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด๐ป๐๐ฎ ๐ป๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐๐ถ ๐๐๐ฟ๐ฎ๐๐ฒ๐ด๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ท๐ฒ๐น๐ฎ๐ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ธ๐ผ๐ป๐๐ถ๐๐๐ฒ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป๐๐ฎ๐ต ๐๐ฆ. Para prajurit merasa dikirim ke medan perang tanpa pemahaman utuh tentang tujuan akhir operasi ini.
Kebingungan ini diperparah dengan pernyataan Presiden Trump yang kerap berubah-ubah soal tujuan perang. Mulai dari “menghancurkan rudal Iran”, “menggulingkan rezim”, hingga “membuka Selat Hormuz”. Prajurit di lapangan butuh kejelasan, bukan retorika yang berganti-ganti.
Pentagon Siapkan Pasukan Daratย
Di sisi lain, laporan CBS News mengungkapkan bahwa ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐ด๐ผ๐ป ๐๐ฒ๐น๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐ป๐๐๐๐๐ป ๐ฟ๐ฒ๐ป๐ฐ๐ฎ๐ป๐ฎ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐ด๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ต๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฎ๐๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ ๐ธ๐ฒ ๐๐ถ๐น๐ฎ๐๐ฎ๐ต ๐๐ฟ๐ฎ๐ป. Langkah ini disiapkan untuk memberi pemerintahan Trump berbagai opsi skenario militer di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Meski Trump sebelumnya menyatakan tidak ingin terlibat perang darat, rencana ini menunjukkan bahwa opsi itu tetap ada di meja. Dan jika pasukan darat benar-benar dikerahkan, para prajurit yang sudah frustrasi ini akan menjadi yang pertama menghadapi risiko terbesar.
Ultimatum Trump vs Tantangan Iranย
Sementara itu, ketegangan antara AS-Israel dan Iran terus memanas. Trump memberikan ๐๐น๐๐ถ๐บ๐ฎ๐๐๐บ ๐ฐ๐ด ๐ท๐ฎ๐บ kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz bagi pelayaran. Jika tidak, ia mengancam akan menghancurkan fasilitas listrik Iran.
Namun Iran tak gentar. ๐๐ผ๐ฟ๐ฝ๐ ๐๐ฎ๐ฟ๐ฑ๐ฎ ๐ฅ๐ฒ๐๐ผ๐น๐๐๐ถ ๐๐๐น๐ฎ๐บ ๐๐ฟ๐ฎ๐ป (๐๐ฅ๐๐) ๐บ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐บ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฎ๐น๐ถ๐ธ. Mereka berencana melakukan ๐ฏ๐น๐ผ๐ธ๐ฎ๐ฑ๐ฒ ๐๐ผ๐๐ฎ๐น ๐๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ฝ ๐ฆ๐ฒ๐น๐ฎ๐ ๐๐ผ๐ฟ๐บ๐๐, memperparah situasi dan mengancam pasokan energi global.
IRGC juga memperingatkan bahwa jika fasilitas listrik Iran diserang, mereka akan membalas dengan menargetkan stasiun listrik Israel dan negara-negara kawasan yang menjadi pemasok listrik ke pangkalan Amerika. Ini bukan sekadar ancaman kosongโini adalah eskalasi yang siap terjadi kapan saja.
Ironi di Tengah Perangย
Ada ironi besar di sini. Di satu sisi, para prajurit yang menjadi ujung tombak operasi justru kehilangan semangat. Mereka lelah menjadi alat politik tanpa tujuan jelas. Di sisi lain, Washington terus mendorong eskalasi dengan ancaman-ancaman yang semakin keras, sambil diam-diam menyiapkan pasukan darat.
Para prajurit mungkin hanya bisa berharap: apakah mereka akan menjadi pahlawan atau korban dari kebijakan yang bahkan tidak mereka pahami sepenuhnya?
“Karena ditengah perang, yang paling menderita seringkali bukan para pengambil keputusan, tapi mereka yang berada di garis depan.
Penulis: Panca Prawira. https://www.facebook.com/share/1Tb1g24vYf/
By: Syafaruddin Sikumbang.






