Iran Berubah Total Dari Kerajaan Modern Jadi Republik Islam Dalam Satu Revolusi

News309 Dilihat

Teheran, 22 Maret 2026.

TEHERAN, PROMEDIA.NEWS | Tidak banyak negara di dunia yang mengalami perubahan sistem pemerintahan sedrastis Iran. Dalam waktu singkat, negara ini bertransformasi dari monarki modern yang pro-Barat menjadi republik Islam dengan sistem teokrasi yang kuat.

Sebelum 1979, Iran dipimpin oleh seorang raja (Shah), yakni Mohammad Reza Shah Pahlavi. Di bawah kepemimpinannya, Iran dikenal sebagai negara yang relatif sekuler, dengan orientasi kuat ke Barat, terutama Amerika Serikat.

Pada masa itu, modernisasi digencarkan. Gaya hidup Barat mulai masuk ke berbagai aspek kehidupan masyarakat, dari cara berpakaian hingga budaya populer. Secara politik dan ekonomi, Iran menjadi salah satu sekutu utama Barat di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA :  Banjir Mengamuk, Arsitek Bangkit: MAI Terobos Aceh Tamiang Bawa Harapan

Namun di balik citra modern tersebut, muncul ketidakpuasan di kalangan rakyat. Kesenjangan sosial melebar, isu korupsi mencuat, dan pengaruh Barat dianggap terlalu dominan hingga menggerus identitas lokal dan keagamaan. Ketegangan ini perlahan menumpuk dan akhirnya meledak menjadi gerakan besar.

Puncaknya terjadi dalam Revolusi Iran 1979, sebuah peristiwa yang mengguncang dunia. Revolusi ini dipimpin oleh tokoh ulama karismatik, Ruhollah Khomeini, yang berhasil menggalang dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat.

BACA JUGA :  LIPPSU Soroti Overkapasitas Parah di Rutan Medan, Tegaskan Pentingnya Pemindahan Narapidana Inkracht ke Lapas Medan

Hasilnya, Shah digulingkan dan sistem monarki dihapus. Iran kemudian berubah menjadi Republik Islam, dengan sistem pemerintahan yang menempatkan ulama sebagai otoritas tertinggi negara.

Sejak saat itu, ideologi negara bergeser drastis. Hukum Islam Syiah menjadi dasar utama dalam pemerintahan, dan konsep Wilayat al-Faqih (kepemimpinan ulama) menjadi fondasi politik. Dalam kehidupan sosial, aturan seperti kewajiban hijab dan kontrol budaya diterapkan lebih ketat.

BACA JUGA :  Pemimpin Tertinggi Iran Sampaikan Pesan Tahun Baru Iran: Soroti Konflik, Persatuan Nasional, dan Kemenangan “Pejuang Islam”

Di bidang hubungan luar negeri, Iran juga mengubah arah. Dari yang sebelumnya pro-Barat, negara ini mengambil posisi lebih independen dan seringkali berseberangan dengan kekuatan Barat.

Perubahan besar ini menjadikan Iran sebagai salah satu contoh paling nyata bagaimana tekanan sosial, politik, dan identitas dapat mengubah arah sebuah negara secara fundamental.

By: Syafaruddin Sikumbang.