LIPPSU: Rico Waas-Bobby: Mesra Di Awal, Renggang Kemudian

Sumut535 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menyoroti dinamika pemerintahan Kota Medan yang kini dipimpin Rico Waas, terutama terkait evaluasi sejumlah proyek dan kebijakan peninggalan era mantan Wali Kota Bobby Nasution.

Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, Selasa (12/5), menyebut bahwa proses evaluasi proyek merupakan bagian dari mekanisme pemerintahan yang wajar, namun tetap harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

LIPPSU mencatat beberapa proyek yang kembali menjadi perhatian publik pada masa kepemimpinan Rico Waas, di antaranya:

Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang masih dalam proses pendalaman dan pengawasan

BACA JUGA :  Setelah Muswilub, DPW Gebu Minang Sumut Kini Jadi Gelap

Sejumlah proyek infrastruktur yang dinilai belum tuntas dan menyisakan catatan administratif

Penataan fasilitas publik yang sebelumnya sempat menuai pro dan kontra di masyarakat

Menurut LIPPSU, langkah evaluasi ini merupakan upaya pemerintah kota untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran serta kualitas hasil pembangunan.

Selain proyek, sejumlah kebijakan era sebelumnya juga mengalami penyesuaian, seperti pembatalan parkir berlangganan dan evaluasi kebijakan pembatasan kendaraan ASN di lingkungan Pemko Medan. Pemerintah kota juga melakukan rotasi dan penataan birokrasi sebagai bagian dari penyegaran organisasi.

Namun, LIPPSU mengingatkan bahwa perubahan kebijakan yang cukup cepat perlu diimbangi dengan komunikasi publik yang jelas agar tidak menimbulkan multitafsir.

BACA JUGA :  LIPPSU: Ada Manejemen "Gado-Gado di Bank Sumut, Uang Rp 7 M Hanyut ke Sungai Deli (Edisi -7)

LIPPSU juga menyinggung peristiwa pisah sambut Wali Kota Medan yang sempat menjadi sorotan publik, ketika Bobby Nasution disebut meninggalkan acara lebih awal karena agenda kedinasan lain.

Meski sempat memunculkan berbagai spekulasi di ruang publik, kedua pihak telah menyampaikan bahwa kejadian tersebut murni disebabkan oleh perbedaan jadwal dan bukan persoalan pribadi maupun politik.

LIPPSU menilai dinamika evaluasi proyek dan kebijakan dalam masa transisi pemerintahan adalah hal yang wajar.

BACA JUGA :  LIPPSU: Yang Tak Dukung Pemekaran Sumatera Timur Jangan Bicara Seperti Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Namun, organisasi ini menegaskan pentingnya keterbukaan informasi agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk membangun narasi yang tidak berdasar.

“Evaluasi itu perlu, tapi transparansi juga penting supaya publik tidak berspekulasi,” ujar Azhari.

Hingga berita ini diterbitkan, baik Rico Waas maupun Bobby Nasution belum memberikan tanggapan resmi terkait sorotan LIPPSU maupun isu evaluasi sejumlah proyek dan kebijakan tersebut.

LIPPSU menegaskan akan terus mengawal jalannya pemerintahan Kota Medan secara kritis namun tetap berimbang, dengan harapan transisi kepemimpinan tetap fokus pada kepentingan publik dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Laporan : Rio