Jangan Hanya Kompensasi dari PLN, Tirtanadi Juga Harus Beri Ganti Rugi Kepada Pelanggan Air Bersih. Ini Tamparan Keras Untuk Bobby Dan Pecat Dirut Ardian Surbakti

Sumut249 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Desakan agar pelanggan terdampak pemadaman listrik memperoleh kompensasi dari PLN kini diikuti tuntutan agar pelanggan air bersih yang terdampak gangguan distribusi Perumda Tirtanadi juga mendapatkan perhatian serupa.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, Kamis (11/6).

Menurut Sutrisno, gangguan distribusi air bersih yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan dampak luas bagi masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai fasilitas pelayanan publik yang bergantung pada pasokan air bersih.

“Jika pelanggan listrik meminta kompensasi atas kerugian akibat pemadaman, maka pelanggan air minum yang mengalami gangguan layanan juga layak mendapatkan perhatian yang sama,” ujarnya.

Gangguan distribusi air yang terjadi di sejumlah wilayah Medan dan Deli Serdang diketahui menyebabkan ribuan pelanggan tidak memperoleh pasokan air secara normal. Perumda Tirtanadi sebelumnya menyebut gangguan terjadi akibat kerusakan sejumlah komponen mesin vital pada Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Deli Tua serta pecahnya pipa distribusi utama yang dipicu gangguan kelistrikan berulang pasca blackout Sumatera.

BACA JUGA :  Topan Ginting Sudah Gol, Sikat Di Hilir Proyek Bau Amis Di PUPR

Perumda Tirtanadi memperkirakan distribusi air baru berangsur normal setelah proses perbaikan darurat selesai dilakukan. Gangguan tersebut berdampak pada sejumlah kecamatan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Sebelumnya, pemadaman listrik massal yang melanda sebagian besar Pulau Sumatera pada 22 Mei 2026 juga mengganggu operasional instalasi pengolahan air milik Tirtanadi. Manajemen Tirtanadi menjelaskan bahwa blackout selama sekitar 12 jam menyebabkan terganggunya distribusi air, menurunnya debit produksi, hingga munculnya turbulensi dalam jaringan pipa yang mengakibatkan air menjadi keruh ketika listrik kembali menyala.

BACA JUGA :  Bobby-Samuel Bisa Berdua Di Acara Kopdes Merah Putih, LIPPSU: Desak KPK Bertindak Tegas

Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, sebelumnya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan layanan tersebut. Ia menjelaskan bahwa selama blackout, instalasi pengolahan air harus mengandalkan genset yang bekerja ekstra sehingga memengaruhi operasional pompa dan sistem distribusi air. Tirtanadi juga menginstruksikan pembukaan wash out (WO) di sejumlah jaringan untuk membuang air keruh akibat turbulensi di dalam pipa.

Sementara itu, penyebab awal blackout Sumatera berdasarkan penjelasan PLN diduga berawal dari gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi yang kemudian memicu gangguan berantai pada sistem kelistrikan Sumatera.

Menurut Sutrisno, dampak gangguan air bersih tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga sektor usaha seperti laundry, rumah makan, jasa katering, UMKM, hingga fasilitas pendidikan, kesehatan dan rumah ibadah.

BACA JUGA :  Sudah Kebiasaan Topan Ginting Menipu dan Korupsi, Wajar Tidak Mengakui dan Tidak Menyesal, Karena Hakim Tuntut Hanya 5 Tahun 6 Bulan

Karena itu, ia meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan Perumda Tirtanadi serta memastikan adanya langkah konkret untuk melindungi hak pelanggan yang terdampak gangguan layanan.

“Yang paling penting adalah bagaimana pelayanan air bersih segera kembali normal dan masyarakat memperoleh kepastian atas hak-haknya sebagai pelanggan,” katanya.

Ditempat terpisah, Azhari A.M Sinik Direktur Eksekutif LIPPSU menyatakan, perihal pelayanan air bersih untuk masyarakat, adalah sebuah kegagalan Dirut Perumda Tirtanadi, dan ini sebuah tamparan keras buat Bobby Nasution atas kegagalan pelayan publik dan Ardian segera dicopot, ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Perumda Tirtanadi masih terus melakukan perbaikan jaringan dan pemulihan distribusi air ke wilayah-wilayah terdampak.

Laporan : Jhon Fitriadi