Bobby Dinilai Cederai Perasaan Masyarakat Batu Bara Saat Pembukaan MTQ Sumut

LIPPSU : Perlu Belajar Adab dan Peradaban Sebagai Orang Timur

Sumut39 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Pernyataan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang menyebut “Mudah-mudahan Batu Bara masih Sumut ya” usai pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara menuai kritik dari sejumlah tokoh dan masyarakat Kabupaten Batu Bara.

Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari A.M Sinik, menilai pernyataan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang kepala daerah yang seharusnya menjaga suasana kebersamaan dalam agenda keagamaan tingkat provinsi.

Menurutnya, pernyataan itu berpotensi menimbulkan kesan negatif terhadap Kabupaten Batu Bara dan melukai perasaan masyarakat setempat.

Padahal, kata Azhari, Kabupaten Batu Bara tetap mengirimkan kafilah serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara.

“Faktanya Kabupaten Batu Bara hadir dan mengikuti kegiatan MTQ sebagaimana daerah lainnya. Pernyataan tersebut telah melukai perasaan tokoh dan masyarakat Batu Bara,” ujar Azhari.

LIPPSU mengingatkan agar Gubernur Sumatera Utara tetap mengedepankan semangat persatuan, komunikasi yang sehat, dan sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Azhari menilai seorang gubernur harus menjadi pemersatu seluruh daerah di Sumatera Utara, bukan justru menyampaikan pernyataan yang dapat menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Bulog Sumut Salurkan 524 Ton Gula untuk Stabilkan Harga; Permintaan Melonjak saat Ramadhan

“Jangan sampai miskomunikasi, ego pribadi, maupun kepentingan sektoral justru merugikan nama baik Kabupaten Batu Bara yang selama ini dikenal sebagai daerah religius dan memiliki kontribusi penting bagi Sumatera Utara,” tegasnya.

Ajang Syiar Islam

Ia juga mengingatkan bahwa MTQ merupakan ajang syiar Islam dan pemersatu umat yang seharusnya dijauhkan dari narasi sindiran maupun pernyataan yang berpotensi menimbulkan kontroversi.

Menurut Azhari, kritik yang berkembang dari masyarakat Batu Bara seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Gubernur Sumatera Utara dalam membangun komunikasi politik dengan seluruh kepala daerah.

“Jika seorang gubernur dengan mudah melontarkan pernyataan yang menyinggung daerah tertentu, hal itu dapat menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Kami berharap ke depan Gubernur lebih mengedepankan sikap kenegarawanan dan menghormati seluruh daerah tanpa kecuali, dan belajar kembali tentang peradaban dan budaya di Sumatera ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Batu Bara, H. Al Asari, menegaskan bahwa seluruh kafilah Kabupaten Batu Bara mengikuti MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara.

“Kami tegaskan bahwa Kafilah Kabupaten Batu Bara mengikuti seluruh cabang perlombaan yang dipertandingkan. Seluruh peserta terdaftar secara resmi dan mengikuti rangkaian perlombaan sebagaimana mestinya,” ujar Al Asari.

BACA JUGA :  Forum Pemuda Pembangunan Sumut Apresiasi Langkah Cepat Dinas SDA Tangani Luapan Sungai Sei Tenang di Langkat

Kekecewaan juga disampaikan sejumlah warga Batu Bara. Mereka menilai pernyataan gubernur tersebut tidak tepat disampaikan dalam forum keagamaan yang seharusnya menjadi sarana mempererat persaudaraan dan kebersamaan.

Salah seorang warga menyebut Batu Bara merupakan daerah yang religius, berbudaya, dan memiliki sejarah panjang dalam perjuangan pemekaran kabupaten sehingga pernyataan tersebut dinilai menyinggung perasaan masyarakat.

Belum Ada Respon

Di sisi lain, sejumlah kalangan turut menyoroti sikap Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, yang merupakan putra daerah Batu Bara.

Mereka mempertanyakan belum adanya respons maupun klarifikasi terkait pernyataan yang dianggap menyindir daerah asalnya tersebut.

Putra salah satu tokoh pemekaran Kabupaten Batu Bara, OK Faisal dan aktifis kebudayaan juga mengingatkan agar pemerintah tidak membanding-bandingkan Batu Bara dengan daerah lain dalam forum resmi pemerintahan maupun kegiatan keagamaan.

“Setiap daerah memiliki karakteristik, sejarah, dan kontribusi masing-masing. Karena itu tidak tepat jika Kabupaten Batu Bara dibanding-bandingkan dengan daerah lain, terutama Nias, Bobby sebagai Gubernur perlu belajar kembali tentang peradaban, jangan asbun, ” ujarnya.

BACA JUGA :  Enam Pejabat Pemprovsu Mundur, LIPPSU: Cari Di Erek-Erek, Ini Kode Alam !

Polemik bermula saat pembukaan MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara di Lapangan Astaka, Deli Serdang. Dalam parade defile pembukaan, kontingen Kabupaten Batu Bara tidak terlihat melintas bersama daerah lainnya.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai hal tersebut, Bobby Nasution mengaku belum memperoleh informasi lengkap.

“Saya belum dapat info. Batu Bara tidak mengirim ya? Mudah-mudahan masih Sumut ya,” kata Bobby kepada wartawan usai acara.

Perhatian Publik

Pernyataan itu kemudian menjadi perhatian publik karena dikaitkan dengan dinamika politik sebelumnya terkait wacana pembentukan Provinsi Sumatera Pantai Timur (Sumpatim), yang sempat mendapat dukungan dari sejumlah tokoh di Kabupaten Batu Bara dan tokoh Kabupaten Asahan, Tanjung Balai, Labura, Labuhan Batu dan Labusel maupun Simalungun, Siantar dan Tebing Tinggi.

Polemik tersebut kembali menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian pejabat publik dalam menyampaikan pernyataan di ruang terbuka, terutama dalam kegiatan keagamaan yang semestinya menjadi momentum memperkuat persatuan, ukhuwah, dan kebersamaan seluruh masyarakat Sumatera Utara.

Penulis : Taufik