MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (Azhari AM Sinik), Azhari AM Sinik, Minggu (10/5), mengingatkan adanya dugaan praktik tidak sehat dalam bursa calon Direksi PT Bank Sumut (Perseroda), khususnya pada proses pengisian jabatan strategis direksi.
Ia menyoroti proses seleksi yang kini telah memasuki tahap akhir setelah Panitia Seleksi (Pansel) mengirim enam nama ke Otoritas Jasa Keuangan (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mengikuti fit and proper test, namun daftar tersebut tidak dipublikasikan ke publik.
“Ini harus diawasi ketat. Jangan sampai ada calon yang main sikut kiri kanan demi kursi direksi Bank Sumut,” tegas Azhari.
Diketahui, posisi Direktur Utama PT Bank Sumut saat ini telah definitif dijabat oleh Heru Mardiansyah, yang resmi dilantik melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada awal tahun 2026 untuk memimpin transformasi bank daerah tersebut.
Sementara itu, seleksi saat ini difokuskan pada tiga jabatan direksi yang masih kosong, yaitu:
Ketiga posisi ini diperebutkan melalui seleksi terbuka yang dimulai dari 12 nama, mengerucut menjadi 9 peserta UKK, hingga 6 nama yang kini telah dikirim ke OJK.
Komposisi manajemen Bank Sumut saat ini berjalan dengan struktur sebagai berikut:
– Direktur Utama:
Heru Mardiansyah
(definitif, hasil
RUPS-LB awal
2026)
– Direktur TI & Operasional:
Sandhy Sofian
– Direktur Keuangan:
Presley Hutabarat
– Direktur Bisnis & Syariah:
Irwansyah
Tuwareh
Dongoran
Seleksi calon direksi PT Bank Sumut awalnya berjalan terbuka dengan pengumuman 12 nama, kemudian mengerucut menjadi 9 peserta yang lulus Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Namun setelah tahap wawancara akhir di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Panitia Seleksi yang dipimpin Effendi Pohan tidak lagi mengumumkan enam nama yang dikirim ke OJK.
Nama-Nama yang Beredar di Publik
Meski tidak diumumkan resmi, sejumlah nama yang beredar di publik antara lain:
Namun hingga kini, keenam nama final tersebut belum diumumkan secara resmi oleh panitia seleksi.
LIPPSU juga menyoroti sejumlah dugaan kejanggalan dalam proses seleksi, di antaranya:
– Tidak konsisten penilaian UKK
– Perubahan indikator penilaian di tengah proses
– Dugaan jalur kedekatan
– Fasilitas ujian susulan untuk peserta tertentu
– Dugaan adanya pengkondisian nama sejak awal seleksi
Azhari menegaskan seluruh proses harus diawasi ketat agar tidak mencederai kepercayaan publik terhadap Bank Sumut.
“Kalau proses ini tidak transparan, publik akan terus curiga ini bukan murni seleksi profesional,” ujarnya.
Ia meminta OJK dan panitia seleksi memastikan tidak ada praktik “main sikut” maupun kepentingan tersembunyi dalam penentuan akhir direksi.
Laporan : Heriyanto Budi
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, menyoroti…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…
Karya : Ust. Abdul Latif Khan. MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Setiap manusia dilahirkan diatas bumi, tetap…
MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Azhari AM Sinik, Jumat…