Oleh Ust Abdul Latif Khan
Pembina Rumah Dakwah As Sakinah
MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Bukan hanya karena kehilangan harta, jabatan, atau orang yang dicintai. Hati juga bisa sakit karena dosa yang menumpuk, dunia yang terlalu dicintai, dan jauhnya hubungan dengan Allah.
Kadang tubuh terlihat sehat, senyum masih mengembang, tawa masih terdengar. Namun di dalam dada ada kegelisahan yang sulit dijelaskan.
Keresahan itu tidak selalu bisa disembuhkan dengan uang. Tidak selalu hilang dengan liburan. Tidak selalu reda dengan pujian manusia.
Karena penyakit hati membutuhkan obat hati.
Para ulama sejak dahulu mengenalkan sebuah resep yang dikenal dengan nama Tombo Ati.
1. Membaca Al-Qur’an dan Memahami Maknanya
Al-Qur’an bukan sekadar bacaan.
Ia adalah cahaya bagi jiwa yang gelap. Ia adalah petunjuk bagi hati yang tersesat. Ia adalah penawar bagi luka yang tidak terlihat.
Allah berfirman:
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada…” (QS. Yunus: 57)
Bacalah Al-Qur’an bukan hanya dengan lisan. Bacalah dengan hati. Renungkan pesannya. Biarkan ayat-ayat Allah berbicara kepada jiwamu.
2. Mendirikan Shalat Malam
Ketika dunia tertidur, para pecinta Allah bangun.
Mereka berdiri di atas sajadah. Mereka menangis dalam sepi. Mereka mengadukan segala kesedihan kepada Rabb yang Maha Mendengar.
Di sepertiga malam terakhir, banyak hati yang patah kembali utuh. Banyak jiwa yang lelah kembali kuat. Banyak dosa yang diampuni.
Shalat malam adalah ruang pertemuan paling intim antara seorang hamba dan Rabb-nya.
3. Berkumpul dengan Orang-Orang Shalih
Hati sangat mudah dipengaruhi lingkungan.
Jika engkau sering bersama orang yang lalai, kelalaian akan merambat ke dalam jiwamu.
Namun jika engkau dekat dengan orang-orang yang mencintai Allah, engkau akan ikut mencintai Allah.
Mereka mengingatkan saat engkau lupa. Mereka menguatkan saat engkau lemah. Mereka mengajakmu kembali ketika langkahmu menjauh.
4. Memperbanyak Puasa
Puasa bukan hanya menahan lapar.
Puasa adalah latihan mengendalikan nafsu.
Ia mengajarkan bahwa tidak semua yang diinginkan harus dituruti. Tidak semua yang disukai harus dimiliki.
Ketika nafsu melemah, cahaya hati semakin mudah masuk.
Karena itu Rasulullah ﷺ menjadikan puasa sebagai benteng bagi jiwa.
5. Memperbanyak Zikir dan Mengingat Allah
Inilah obat yang paling dekat dan paling mudah.
Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Manusia sering mencari ketenangan ke mana-mana.
Padahal ketenangan tidak berada pada tempat. Tidak berada pada benda. Tidak berada pada manusia.
Ketenangan berada pada kedekatan dengan Allah.
Lisan yang basah dengan zikir akan melahirkan hati yang hidup.
Muhasabah
Jika akhir-akhir ini hatimu terasa sempit, ibadah terasa berat, air mata taubat sulit mengalir, dan dunia terasa begitu menyesakkan,
mungkin bukan duniamu yang perlu ditambah.
Mungkin hatimu yang perlu diobati.
Kembalilah kepada Al-Qur’an. Hidupkan malam-malammu. Cari sahabat yang shalih. Biasakan puasa. Perbanyak zikir.
Karena sesungguhnya hati yang dekat dengan Allah akan menemukan ketenangan, meski dunia tidak selalu berjalan sesuai keinginannya.
Ya Allah, sembuhkan hati kami dengan cahaya Al-Qur’an, lembutkan jiwa kami dengan zikir kepada-Mu, dan jangan biarkan hati kami berpaling setelah Engkau beri petunjuk. Aamiin.
Editor : Ust Ismail Chair Tanjung, Sh.I












