Kubur Bukan Tempat Kematian, Ia Adalah Gerbang Kehidupan yang Baru

Ragam17 Dilihat

Oleh : Ust Abdul Latif Khan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Banyak orang memandang kubur sebagai akhir dari segalanya. Tempat sunyi yang menakutkan. Tempat berakhirnya cerita hidup manusia. Padahal bagi seorang mukmin, kubur bukanlah akhir. Kubur adalah awal perjalanan menuju kehidupan yang sesungguhnya.

Saat jasad diturunkan ke liang lahat, keluarga pulang, sahabat beranjak pergi, dan tanah mulai menutupi tubuh, sesungguhnya manusia sedang memasuki fase baru yang disebut oleh para ulama sebagai alam barzakh.

Sebuah alam yang memisahkan kehidupan dunia dan kehidupan akhirat.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.”
(QS. Al-Mu’minun: 100)

Dunia yang selama ini kita banggakan telah selesai.
– Jabatan, Pangkat dan Kekusaan telah ditinggalkan.
– Rumah telah diwariskan.
– Harta telah berpindah tangan.
– Yang tersisa hanyalah amal dan kebaikan.

Saat Dunia Menutup Pintu

Ketika seseorang meninggal dunia, seluruh kesempatan beramal terputus.

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)

Betapa banyak manusia yang ketika hidup menunda taubat karena merasa masih memiliki waktu.

BACA JUGA :  Menjadi Hamba Allah Seutuhnya

“Nanti kalau sudah tua.”
“Nanti kalau urusan dunia selesai.”
“Nanti kalau sudah pensiun.”

Padahal kematian tidak pernah menunggu kesiapan seseorang.

Kubur adalah tempat di mana semua penyesalan tidak lagi berguna.

Kubur adalah Awal Kehidupan Baru

Bagi orang beriman, kubur bukan penjara. Ia adalah ruang transit menuju kenikmatan yang lebih besar.

Rasulullah ﷺ bersabda :

“Kubur itu bisa menjadi taman di antara taman-taman surga atau lubang di antara lubang-lubang neraka.” (HR. Tirmidzi)

Perhatikan baik-baik.

Kubur tidak menghancurkan kehidupan. Kubur hanya memindahkan manusia dari satu alam ke alam yang lain.

Seperti bayi yang keluar dari rahim ibunya menuju dunia, demikian pula manusia keluar dari dunia menuju alam barzakh.

Bayi di dalam rahim tidak pernah memahami seperti apa dunia. Begitu pula manusia di dunia tidak mampu membayangkan seperti apa hakikat alam kubur dan akhirat.

Yang Menentukan Bukan Luasnya Kubur

– Sebagian orang dimakamkan di tempat yang megah.
– Sebagian lagi di tanah sederhana.
– Namun kemuliaan kubur tidak ditentukan oleh marmer yang menghiasinya.
– Tidak ditentukan oleh mahalnya tanah pemakaman.
– Tidak ditentukan oleh banyaknya pelayat.

BACA JUGA :  Ketika Harus Menyaksikan Hembusan Nafas Terakhir dari Orang yang Kau Cintai

Yang menentukan adalah iman dan amal.

Ada orang yang kuburnya sederhana di mata manusia, tetapi dipenuhi cahaya dan kenikmatan.

Sebaliknya ada orang yang kuburnya terlihat megah, tetapi dipenuhi kesempitan dan azab.

Kubur Mengajarkan Kejujuran

– Di dunia seseorang masih bisa berpura-pura.
– Ia bisa menyembunyikan kemunafikan.
– Ia bisa menampilkan citra yang tidak sesuai dengan isi hatinya.

Namun di dalam kubur tidak ada lagi topeng.

– Tidak ada pencitraan.
– Tidak ada sandiwara.
– Yang berbicara hanyalah amal.
– Shalat yang pernah ditegakkan.
– Air mata taubat yang pernah jatuh.
– Sedekah yang pernah diberikan.
– Al-Qur’an yang pernah dibaca.
– Dzikir yang pernah dilantunkan.
– Dan hati yang pernah tunduk kepada Allah.

Persiapan Sebelum Masuk ke Sana

– Suatu hari kita akan dibawa ke tempat itu.
– Orang-orang yang kita cintai akan mengantar kita.
– Mereka akan menangis.
– Mereka akan mendoakan.
– Lalu mereka akan pulang.
– Dan kita akan tinggal sendirian.

BACA JUGA :  “Apakah Engkau Yakin Masih Hidup Sampai Siang, Wahai Ayah?”

Karena itu, sebelum kaki melangkah ke gerbang kehidupan baru itu, persiapkanlah bekal terbaik.

– Perbanyak taubat.
– Perbanyak sujud.
– Perbanyak amal saleh.
– Perbaiki hubungan dengan Allah.
– Perbaiki hubungan dengan manusia.

Jangan tunggu usia tua untuk berubah.

Jangan tunggu sakit untuk bertaubat.

Jangan tunggu kematian datang untuk menyesal.

*Muhasabah*

Mungkin hari ini kita masih berjalan di atas bumi.

Masih bisa tersenyum.

Masih bisa berbicara dengan orang yang kita cintai.

Namun bisa jadi suatu saat nanti, orang-orang yang sama akan berdiri di tepi liang kubur kita.

Saat itu, tidak ada lagi kesempatan kedua.

Karena kubur bukan tempat kematian.

Kubur adalah gerbang kehidupan yang baru.

Dan kehidupan baru itu akan menjadi taman penuh cahaya bagi orang yang mengenal Rabb-nya, atau menjadi awal penderitaan bagi mereka yang berpaling dari-Nya.

Semoga Allah menjadikan kubur kita taman dari taman-taman surga, melapangkannya sejauh mata memandang, meneranginya dengan cahaya iman, dan mempertemukan kita dengan rahmat-Nya ketika seluruh manusia sangat membutuhkannya.

Allahumma amin.

Editor : Ust M. Ismail Chair Tanjung, Sh.I