Derajat Penghuni Surga Dan Kenikmatan Yang Mereka Dapatkan

Oleh : Ust Abdul Latif Khan

Ragam20 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Banyak orang membayangkan bahwa seluruh penghuni surga akan memperoleh kenikmatan yang sama. Padahal Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan bahwa surga memiliki tingkatan dan derajat yang berbeda-beda.

Semua penghuni surga hidup dalam kebahagiaan yang sempurna. Tidak ada seorang pun yang merasa kurang. Namun, kemuliaan, kedudukan, dan kenikmatan yang mereka peroleh berbeda sesuai dengan iman, amal saleh, keikhlasan, kesabaran, dan rahmat Allah yang diberikan kepada mereka.

*Allah berfirman:*

> “Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-An’am: 132)

1. Surga Memiliki Tingkatan dan Derajat

Allah tidak menyamakan seluruh penghuni surga.

Sebagaimana manusia berbeda kedudukannya di dunia, demikian pula penghuni surga di akhirat.

*Allah berfirman:*

> “Mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Ali Imran: 163)

*Rasulullah ﷺ bersabda:*

> “Sesungguhnya di surga terdapat seratus derajat yang Allah siapkan bagi para mujahid di jalan Allah. Jarak antara dua derajat seperti antara langit dan bumi.”
(HR. Bukhari No. 2790)

Hadis ini menunjukkan luasnya surga dan besarnya perbedaan derajat para penghuninya.

2. Firdaus Adalah Surga Tertinggi

Derajat tertinggi di surga adalah Firdaus.

*Rasulullah ﷺ bersabda:*

> “Apabila kalian meminta kepada Allah, maka mintalah Firdaus. Karena Firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya terdapat Arsy Ar-Rahman dan dari sanalah sungai-sungai surga memancar.”
(HR. Bukhari No. 7423)

Ini mengajarkan kepada kita agar tidak hanya meminta masuk surga, tetapi juga meminta surga terbaik yang disediakan Allah bagi hamba-hamba-Nya.

BACA JUGA :  "Para Penghuni Neraka”

3. Amal Saleh Menjadi Sebab Tingginya Derajat

Derajat seseorang di surga tidak ditentukan oleh kekayaan, keturunan, atau jabatan.

Yang meninggikan derajat adalah iman dan amal saleh.

*Allah berfirman:*

> “Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah: 82)

Shalat, sedekah, puasa, zikir, dakwah, berbakti kepada orang tua, membantu sesama, dan berbagai amal kebaikan akan menjadi sebab naiknya derajat seseorang di sisi Allah.

4. Penghafal dan Pengamal Al-Qur’an Akan Ditinggikan Derajatnya

Salah satu sebab terbesar tingginya kedudukan di surga adalah kedekatan seseorang dengan Al-Qur’an.

*Rasulullah ﷺ bersabda:*

> “Dikatakan kepada ahli Al-Qur’an: Bacalah, naiklah, dan tartilkan sebagaimana engkau membacanya di dunia. Karena kedudukanmu berada pada ayat terakhir yang engkau baca.”
(HR. Abu Dawud No. 1464, Tirmidzi No. 2914)

Setiap ayat yang dahulu dibaca, dihafal, dipahami, dan diamalkan akan menjadi sebab naiknya derajat di surga.

5. Orang yang Sabar Mendapatkan Kedudukan Istimewa

Kesabaran memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.

*Allah berfirman:*

> “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar: 10)

Mereka yang bersabar menghadapi sakit, kehilangan, fitnah, kesulitan ekonomi, dan berbagai ujian hidup akan mendapati balasan yang luar biasa di akhirat.

Tidak ada air mata yang jatuh karena Allah kecuali akan diganti dengan kemuliaan yang lebih baik.

BACA JUGA :  Ternyata Kita Butuh Cahaya, Kita Butuh Terang

6. Penghuni Surga Melihat Derajat yang Lebih Tinggi

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa penghuni surga yang berada pada derajat lebih rendah dapat melihat penghuni derajat yang lebih tinggi sebagaimana manusia melihat bintang-bintang di langit.

*Beliau bersabda:*

> “Sesungguhnya penghuni surga melihat penghuni kamar-kamar yang tinggi di atas mereka sebagaimana kalian melihat bintang yang berkilau di ufuk timur atau barat.”
(HR. Bukhari No. 3256 dan Muslim No. 2831)

Namun tidak ada rasa iri di antara mereka.

Allah telah mencabut seluruh dengki dan kebencian dari hati mereka.

7. Kenikmatan Penghuni Surga

*a. Istana dan Rumah yang Indah*

*Allah berfirman:*

> “Mereka memperoleh kamar-kamar yang tinggi di surga yang dibangun bertingkat-tingkat dan di bawahnya mengalir sungai-sungai.”
(QS. Az-Zumar: 20)

Rumah-rumah surga dibangun dari emas, perak, mutiara, dan berbagai kemuliaan yang tidak pernah dilihat mata manusia.

*b. Sungai-Sungai Surga*

*Allah berfirman:*

> “Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang murni.”
(QS. Muhammad: 15)

*c. Makanan dan Minuman yang Tidak Pernah Habis*

*Allah berfirman:*

> “Buah-buahannya tidak berhenti dan naungannya pun tidak hilang.”
(QS. Ar-Ra’d: 35)

Tidak ada kelaparan. Tidak ada haus. Tidak ada rasa bosan.

Semua tersedia sesuai keinginan penghuninya.

*d. Pakaian dan Perhiasan*

*Allah berfirman:*

> “Mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra.”
(QS. Al-Hajj: 23

BACA JUGA :  Menguji Keseriusan Kejari Medan Membongkar Dugaan Korupsi di Pemko Medan

*e. Tidak Ada Sakit dan Kematian*

*Rasulullah ﷺ bersabda:*

> “Sesungguhnya bagi kalian untuk hidup dan tidak mati selamanya, sehat dan tidak sakit selamanya, muda dan tidak tua selamanya.”
(HR. Muslim No. 2837)

Tidak ada rumah sakit. Tidak ada pemakaman. Tidak ada kehilangan.

Semua kenikmatan berlangsung selamanya.

*8. Nikmat Terbesar: Melihat Wajah Allah*

Inilah puncak seluruh kenikmatan surga.

*Allah berfirman:*

> “Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, memandang kepada Rabb-nya.”
(QS. Al-Qiyamah: 22-23)

*Rasulullah ﷺ bersabda:*

> “Tidaklah Allah memberikan sesuatu kepada penghuni surga yang lebih mereka cintai daripada melihat Rabb mereka.”
(HR. Muslim No. 181)

Saat itulah seluruh kerinduan para hamba yang beriman mencapai puncaknya.

Mereka melihat Dzat yang dahulu mereka sembah tanpa pernah melihat-Nya di dunia.

*Muhasabah*

Jangan hanya bercita-cita masuk surga.

Bercita-citalah mendapatkan derajat tertinggi di dalamnya.

Mungkin hari ini amal kita kecil.

Mungkin sujud kita belum sempurna.

Mungkin air mata taubat kita masih sedikit.

Namun Allah Maha Pemurah.

Satu ayat yang kita baca. Satu sedekah yang kita sembunyikan. Satu kesabaran yang kita tahan. Satu dosa yang kita tinggalkan karena takut kepada Allah.

Semuanya bisa menjadi sebab Allah mengangkat derajat kita di surga kelak.

Maka jangan pernah meremehkan amal saleh.

Karena boleh jadi satu amal yang ikhlas menjadi tangga yang mengangkat kita menuju Firdaus yang tertinggi.

Editor : Ust M Ismail Chair Tanjung, Sh.I

News Feed