Categories: News

Presiden Prabowo ditantang Presiden Mahasiswa Ar-Raniry Tinjau Langsung Pengungsi di Aceh

Medan, 23 Maret 2026.

MEDAN, PROMEDIANEWS | Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Tengku Raja Aulia Habibie, menantang Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung ke lokasi banjir tanpa protokoler. Tantangan itu disampaikan menyusul pernyataan pemerintah yang menyebutkan tidak ada lagi pengungsi di Aceh.

Habibie menilai klaim tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menyebut ribuan warga masih bertahan di tenda pengungsian di sejumlah daerah.

“Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan. Ribuan warga hingga hari ini masih tinggal di tenda dan belum mendapatkan tempat tinggal yang layak,” kata Habibie, Ahad, 22 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data BNPB per 19 Maret 2026, masih terdapat sekitar 5.000 hingga 6.000 jiwa yang berada di pengungsian. Mereka tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Timur.

Menurutnya, para pengungsi belum dapat kembali ke rumah karena mengalami kerusakan berat serta belum tersedianya hunian sementara yang layak dan merata. Habibie juga menyoroti kondisi warga selama Ramadan. Ia menyebut banyak pengungsi masih kekurangan kebutuhan dasar dan menjalani ibadah puasa dalam keterbatasan.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Idulfitri yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan justru dirasakan dengan penderitaan oleh masyarakat yang masih tinggal di tenda,” ujarnya.

Ia turut mengkritik pemerintah yang dinilai lebih banyak menyampaikan janji dibandingkan realisasi di lapangan. Percepatan pemulihan yang selama ini disampaikan, kata dia, belum berjalan optimal.

“Jangan hanya fokus pada pencitraan dan laporan di atas kertas, sementara masyarakat masih menderita,” kata Habibie.

Ia juga meminta Presiden untuk melihat langsung kondisi di lapangan tanpa bergantung pada laporan.

“Jika ingin melihat fakta, datanglah tanpa pengawalan dan tanpa pemberitahuan. Lihat langsung bagaimana kondisi masyarakat di pengungsian,” ujarnya.

Habibie menegaskan, pemerintah harus fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, memastikan distribusi bantuan merata, serta mempercepat pembangunan hunian layak bagi korban banjir.

“Jangan menutup mata terhadap penderitaan masyarakat,” demikian Habibie.

By: Syafaruddin Sikumbang.

redaksipro

Recent Posts

Rp14 Triliun Anggaran Revitalisasi Sekolah, Proyek Besar Tanpa Pengawasan ?

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik…

21 Juli 2026

AMPERAKSU Klaim Ada Upaya Mediasi di Tengah Sorotan Dugaan Peredaran Rokok Ilegal Helium, Minta Aparat Bertindak Transparan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat Kecil Sumatera Utara (AMPERAKSU) mengaku mendapat upaya pendekatan…

21 Juli 2026

Hak Hukum Tidak Dipergunakan, Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Roy Suryo

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS - Hakim tunggal I Ketut Darpawan menolak permohonan praperadilan kedua yang diajukan Roy…

21 Juli 2026

Pertimbangan Hakim Dalam Putusan Praperadilan, Asumsi Tidak Ada Dasar Hukum

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Menurut Saksi Ahli Roy Suryo dan Dr. Didit Wijayanto, terdapat persoalan mendasar…

21 Juli 2026

LIPPSU Soroti Dugaan Bayang-Bayang Kekuasaan Bupati Deli Serdang dr. Asriluddin Tambunan di Balik Mutasi Birokrasi Deliserdang

DELISERDANG, PROMEDIA.NEWS - Sebuah keputusan mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deliserdang kini menjadi sorotan publik.…

21 Juli 2026

Ledakan Dahsyat Di Perumahan Mewah Grand Polonia Medan, Ini Penjelasan Kapolrestabes

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Ledakan dahsyat dari pipa gas  menyebabkan satu unit rumah mewah di Perumahan…

21 Juli 2026