Pembangunan Dapur MBG Di Deli Serdang Tidak Jelas, Pengelola Lapangan Resah

News20 Dilihat

DELI SERDANG, PROMEDIA.NEWS – Kejelasan pembangunan sejumlah Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, hingga kini masih menjadi tanda tanya. Sejumlah pihak yang terlibat dalam pembangunan mengaku resah karena belum adanya kepastian mengenai kelanjutan proyek maupun pembayaran pekerjaan yang telah dilakukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut melibatkan seorang investor bernama Raffa yang berasal dari Jakarta dan disebut menangani beberapa titik pembangunan dapur MBG di Deli Serdang. Sebagian bangunan dikabarkan telah selesai dikerjakan, sementara sebagian lainnya masih belum rampung akibat terkendala pendanaan.

BACA JUGA :  STRATEGI PERANG ASIMETRIS IRAN (Copas dari military essay)

Para pengelola di lapangan mengaku telah memenuhi berbagai persyaratan yang diminta, mulai dari pembentukan yayasan, penyediaan lahan, penandatanganan dokumen pernyataan, hingga pembangunan dapur. Namun, hingga saat ini mereka menyebut belum menerima pencairan dana sebagaimana yang dijanjikan.

Menurut keterangan yang diperoleh, pembayaran pekerjaan pembangunan semula direncanakan menggunakan mekanisme termin. Kontraktor atau pengelola yang memiliki modal tetap melanjutkan pembangunan dengan harapan pembayaran segera direalisasikan. Sementara itu, pihak yang memiliki keterbatasan modal terpaksa menghentikan pekerjaan karena belum menerima pembayaran.

Akibat kondisi tersebut, ada pembangunan yang terbengkalai. Berdasarkan informasi yang diterima media, bangunan yang belum selesai nantinya akan dilanjutkan langsung oleh pihak investor. Namun hingga kini, menurut sumber di lapangan, belum terlihat adanya kelanjutan pekerjaan tersebut.

BACA JUGA :  LIPPSU : Di Saat Target Tak Tercapai, Sekretaris Bapendasu Rudi Hadian Fitnah Masyarakat Tidak Patuh Bayar Pajak

Sementara itu, bangunan yang telah selesai dikerjakan juga dikabarkan belum memperoleh pembayaran sesuai yang diharapkan.

Upaya konfirmasi kepada Raffa telah dilakukan. Namun hingga berita ini ditulis, panggilan telepon belum mendapat respons dan pesan yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp juga belum dibalas.

Di sisi lain, beredar informasi yang menyebut proses pembayaran kepada pengelola di lapangan masih menunggu pencairan dana dari pihak perbankan. Meski demikian, informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

BACA JUGA :  Gempa Bumi Berskala 7,6 SR Landa Kota Manado, Sulawesi Utara 

Terpisah, mencuatnya kasus dugaan korupsi terkait tata kelola program MBG pada pertengahan 2026 yang menyeret sejumlah pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka turut menimbulkan kekhawatiran di kalangan pihak yang terlibat dalam pembangunan. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti yang mengaitkan secara langsung keterlambatan pembangunan maupun pembayaran proyek di Deli Serdang dengan perkara hukum tersebut.

Laporan : Tim