Categories: News

LHKPN Pejabat LP Tanjung Gusta Tidak di Perbarui dan Tak Terlacak; Ditengah Heboh Isu Peredaran Narkoba di Lapas

Medan, 22 Maret 2026.

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Minimnya transparansi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di lingkungan Lapas Kelas I Medan kembali menjadi sorotan. Berdasarkan penelusuran tim Diksi Politik melalui sistem e-LHKPN milik Komisi Pemberantasan Korupsi, tidak ditemukan pembaruan laporan harta kekayaan terbaru untuk sejumlah pejabat strategis di Lapas Kelas I Tanjung Gusta.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, tercatat terakhir kali menyampaikan laporan pada tahun 2024. Namun hingga periode pelaporan terbaru, belum terlihat adanya pembaruan data yang dapat diakses publik melalui sistem e-LHKPN.

Sementara itu, untuk posisi Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Tanjung Gusta, dari hasil penelusuran yang sama tidak ditemukan adanya data pelaporan harta kekayaan yang terpublikasi. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait status kewajiban pelaporan jabatan tersebut dalam sistem LHKPN.

Situasi ini menjadi krusial mengingat posisi KPLP memiliki peran sentral dalam mengendalikan keamanan internal lembaga pemasyarakatan, terlebih di tengah berbagai isu yang kerap mencuat, mulai dari dugaan peredaran narkotika hingga praktik ilegal di dalam lapas.

Secara regulatif, kewajiban pelaporan LHKPN merupakan amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 yang mengharuskan penyelenggara negara melaporkan kekayaannya secara berkala sebagai bentuk akuntabilitas publik.

Namun, belum adanya kejelasan apakah jabatan KPLP termasuk kategori wajib lapor memunculkan celah dalam sistem transparansi tersebut. Di satu sisi, apabila jabatan tersebut termasuk wajib lapor namun tidak menjalankan kewajiban, hal itu berpotensi menjadi pelanggaran administratif.

Di sisi lain, jika belum diwajibkan, maka muncul pertanyaan terkait standar penetapan jabatan strategis dalam sistem pelaporan kekayaan negara. Absennya data yang dapat diakses publik ini berpotensi memperlemah kepercayaan terhadap sistem pengawasan internal di lingkungan pemasyarakatan.

Transparansi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mencegah penyalahgunaan kewenangan.

By: Syafaruddin Sikumbang 

redaksipro

Recent Posts

AMPERAKSU Klaim Ada Upaya Mediasi di Tengah Sorotan Dugaan Peredaran Rokok Ilegal Helium, Minta Aparat Bertindak Transparan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat Kecil Sumatera Utara (AMPERAKSU) mengaku mendapat upaya pendekatan…

21 Juli 2026

Hak Hukum Tidak Dipergunakan, Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Roy Suryo

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS - Hakim tunggal I Ketut Darpawan menolak permohonan praperadilan kedua yang diajukan Roy…

21 Juli 2026

Pertimbangan Hakim Dalam Putusan Praperadilan, Asumsi Tidak Ada Dasar Hukum

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Menurut Saksi Ahli Roy Suryo dan Dr. Didit Wijayanto, terdapat persoalan mendasar…

21 Juli 2026

LIPPSU Soroti Dugaan Bayang-Bayang Kekuasaan Bupati Deli Serdang dr. Asriluddin Tambunan di Balik Mutasi Birokrasi Deliserdang

DELISERDANG, PROMEDIA.NEWS - Sebuah keputusan mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deliserdang kini menjadi sorotan publik.…

21 Juli 2026

Ledakan Dahsyat Di Perumahan Mewah Grand Polonia Medan, Ini Penjelasan Kapolrestabes

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Ledakan dahsyat dari pipa gas  menyebabkan satu unit rumah mewah di Perumahan…

21 Juli 2026

Dari Tower B Rs Haji Medan, Jejak Anggaran UPTD Kesehatan Dinkes Sumut Mulai Dipertanyakan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Pembangunan fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi simbol peningkatan pelayanan publik kini justru…

21 Juli 2026