Inisiator Konperda Sutrisno Pangaribuan Kritik Pelaporan Muhammad Jusuf Kalla, Ormas Kristen Diminta Tak Diseret ke Ranah Politik

News98 Dilihat

MEDAN, PROMEDIA.NEWS | Pelaporan terhadap Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla, ke pihak kepolisian atas dugaan penistaan agama Kristen menuai kritik tajam. Inisiator Kongres Perdamaian Dunia (Konperda), Sutrisno Pangaribuan, menilai pelibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) Kristen dalam polemik tersebut sebagai langkah yang tidak tepat dan sarat kepentingan politik.

Dalam keterangan tertulisnya di Medan, Rabu (15/4/2026), Sutrisno Pangaribuan, menyebut polemik ini bermula dari beredarnya potongan video ceramah Muhammad Jusuf Kalla tanpa izin. Ia menilai laporan yang diajukan ke kepolisian dilakukan secara gegabah.

“Para pelapor menjadikan potongan video pihak lain sebagai bahan laporan, padahal mereka tidak hadir saat ceramah tersebut berlangsung,” ujarnya.

BACA JUGA :  Baharuddin Siagian, Bupati Batubara dan DPRD Sumut Tinjau Bendung Sungai Dalu-Dalu

Ia juga menegaskan bahwa perekaman dan penyebaran materi ceramah tersebut tidak memiliki izin, sehingga laporan yang diajukan dinilai tidak layak untuk diproses oleh kepolisian.

Sebagai warga negara pemeluk Kristen Protestan, Sutrisno mengaku keberatan dengan tindakan sekelompok pihak yang mengatasnamakan ormas Kristen dalam membuat laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa ormas keagamaan tidak dibentuk untuk kepentingan politik praktis.

Terkait polemik ini, Sutrisno menyampaikan sejumlah sikap tegas. Ia meminta elit ormas Kristen menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat karena dinilai ceroboh memanfaatkan organisasi untuk kepentingan tertentu. Menurutnya, umat Kristen tidak pernah memberikan mandat kepada ormas mana pun untuk membuat laporan polisi.

BACA JUGA :  Syarat Berat Iran Untuk Gencatan Senjata: Tutup Pangkalan AS, Cabut Sanksi, dan Jaminan Tak Akan Diserang Lagi!

Selain itu, ia menilai laporan yang mengatasnamakan ormas lebih bernuansa politik dan hanya menguntungkan segelintir elit. Bahkan, langkah tersebut dinilai berpotensi merugikan umat Kristen karena memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Sutrisno juga menegaskan bahwa laporan dugaan tindak pidana seharusnya bersifat pribadi, bukan mengatasnamakan organisasi. Karena itu, ia menyarankan agar laporan tersebut ditarik dan, jika diperlukan, diajukan kembali secara individu.

Lebih lanjut, ia mendorong Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia untuk bersikap proaktif dalam mengawasi dan menertibkan aktivitas ormas Kristen agar tidak terlibat dalam politik praktis. Ia juga menyarankan agar Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia bersama Konferensi Waligereja Indonesia mengedepankan dialog dengan Muhammad Jusuf Kalla guna meluruskan maksud pernyataan yang dipersoalkan.

BACA JUGA :  TGB Heran Dengan Akun "SALAFI" yang Masif Memojokkan Iran

Menutup pernyataannya, Sutrisno mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menolak diskriminasi dan intoleransi serta mengedepankan semangat gotong royong demi menjaga keutuhan Indonesia di tengah dinamika global.

Penulis : Marnaek Panggabean.

Editor: Syafaruddin Sikumbang.