Jaksa Arogan Yang Todongkan Senpi Ke Warga Diperiksa Kejatisu

Hukum191 Dilihat

MEDAN, PROMEDIANEWS | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) hari ini memeriksa jaksa yang diduga menodongkan pistol ke warga di Medan Amplas, Kota Medan. Setelah pemeriksaan terhadap jaksa berinisial EMN dilakukan, saksi dan korban akan diperiksa.

“Jaksanya hari ini diperiksa dan lagi diperiksa. Selanjutnya korban dan para saksi-saksi akan diperiksa, biasanya dalam waktu dekat, bisa juga belum bisa hadir berhalangan tapi terus dipanggil lagi,” ucap Kasipenkum Kejati Sumut, Rizaldi, Selasa (31/3/2026).

BACA JUGA :  Khamozaro Waruwu Ketua Majelis Hakim, Perintahkan Jaksa Terbitkan Sprindik Baru Atas Pelaku Kolaborasi Korupsi Jalan di Sumut

Rizaldi juga mengatakan pemeriksaan atau klarifikasi dilakukan oleh bidang pengawasan Kejatisu, berdasarkan laporan pengaduan (Labdu) dari korban dan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

“Pemeriksaan dilakukan atas laporan pengaduan dari korban dan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut. Jaksa nya masih menjalani pemeriksaan, apakah ada pelanggaran etika oleh jaksa tersebut,” ungkapnya.

Rizaldi juga mengatakan jaksa tersebut masih bekerja seperti biasa di Kejari Labuhan Selatan (Labusel). Ia katakan jika jaksa EMN tersebut terbukti bersalah akan dijatuhi hukuman, jika tidak kasus tersebut akan dihentikan.

BACA JUGA :  Pejabat Bank Sumut KCP Krakatau Ditahan Jaksa Akibat Rugikan Ngera Rp2,29 M, Pejabat Lain Bakal Menyusul?

“Iya masih bisa bekerja dan bertugas di Labusel karena apakah terbukti atau enggak masih diperiksa. Jika terbukti akan dijatuhi hukuman terhadap jaksa EMN, jika tidak kasus tersebut akan dihentikan,” pungkasnya.

Dari informasi yang diterima, jaksa muda berinisial EMN, nekat memamerkan senjata api (senpi) dan mengancam akan membunuh warga di sebuah Kompleks Pergudangan di kawasan Medan Amplas pada Minggu 15 Maret 2026.

BACA JUGA :  Dua Hasrimy Diambang Status Tersangka Kasus Smartboard, Disebut Terkait Dana Suksesi Pilgubsu 2024

Aksi tersebut, diduga dipicu masalah sepele demi membela sang kekasih. Tidak terima nyawanya terancam, korban akhirnya resmi melaporkan sang jaksa EMN ke Polda Sumatera Utara.

Kedua pelapor yakni Ayatullah Komeni Pulungan dan Tri Ariyanta Ginting alias Tile telah membuat laporan resmi nomor LP/464/III/2026/SPKT/Polda Sumut, tanggal 24 Maret 2026 dan LP/B/443/III/2026/SPKT/Polda Sumut tanggal 18 Maret 2026. (*)

By: Syafaruddin Sikumbang.

Sumber: Harian Metro.