Ragam

Ketika Akhirnya Tubuhmu Tak Bisa Kulihat

Serial Muhasabah dari Mihrab Maya

Oleh Ust Abdul Latif Khan.

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Ada saat yang paling berat dalam hidup seorang manusia.

Bukan ketika mendengar kabar kematian itu.

Bukan pula ketika menyaksikan hembusan napas terakhir orang yang dicintainya.

Tetapi ketika tubuh yang selama ini dipeluk, dicium, disapa, dan dirindukan, perlahan diturunkan ke dalam liang kubur. Lalu satu demi satu gumpalan tanah menutupinya hingga tak terlihat lagi.

Saat itulah hati benar-benar memahami makna perpisahan.

Dulu aku bisa melihat wajahmu.

Aku bisa mendengar suaramu.

Aku bisa menggenggam tanganmu.

Aku bisa duduk di sampingmu.

Namun kini, setelah tanah kubur menimbun jasadmu, tak ada lagi yang dapat kulihat selain gundukan tanah yang diam membisu.

Engkau berada di alam yang berbeda.

Aku masih tertahan di dunia yang sementara.

Jarak antara kita bukan lagi kilometer, melainkan perbedaan alam kehidupan.

Saat itulah aku menyadari sesuatu.

Bahwa cinta seorang mukmin tidak berhenti di pemakaman.

Cinta itu berubah bentuk.

Dulu aku menunjukkan cinta dengan perhatian.

Kini aku menunjukkan cinta dengan doa.

Dulu aku mengirim hadiah dengan tangan.

Kini aku mengirim hadiah berupa istighfar dan doa yang melangit.

Dulu aku datang ke rumahmu.

Kini aku datang ke hadapan Allah untuk menyebut namamu dalam sujud dan munajatku.

*Betapa indahnya Islam.*

Meskipun kematian memisahkan dua manusia, Allah masih menyediakan satu jalan yang tetap menghubungkan mereka.

Jalan itu adalah doa.

*Rasulullah ﷺ bersabda:*

“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)

Doa yang tulus dari hati seorang mukmin dapat menembus langit.

Ia sampai kepada Allah.

Dan dengan rahmat-Nya, Allah menjadikannya cahaya, ampunan, dan kebaikan bagi penghuni kubur.

Wahai orang yang aku cintai…

Kini aku tak lagi dapat melihatmu.

Aku tak tahu bagaimana keadaanmu di alam sana.

Aku tak tahu apakah kuburmu lapang atau sempit.

Aku tak tahu bagaimana perjalananmu menuju hari kebangkitan.

Tetapi aku tahu satu hal.

Aku masih bisa menyebut namamu dalam doa.

Aku masih bisa memohon kepada Allah agar mengampunimu.

Aku masih bisa berharap agar Allah menjadikan kuburmu taman dari taman-taman surga.

Aku masih bisa meminta agar suatu hari nanti Allah mempertemukan kita kembali di tempat yang tidak ada lagi perpisahan.

Dan bagi kita yang masih hidup, kematian orang-orang tercinta sesungguhnya sedang menyampaikan pesan yang sangat jelas:

“Suatu hari nanti, aku akan menyusul mereka.”

– Hari ini aku berdiri di samping kubur mereka.
– Besok atau lusa, mungkin orang lain yang akan berdiri di samping kuburku.
– Karena itu jangan hanya menangisi mereka.
– Persiapkan juga dirimu.
– Perbanyak amal saleh.
– Perbanyak taubat.
– Perbanyak doa.

Sebab perjalanan yang sedang mereka tempuh hari ini, akan menjadi perjalanan kita esok hari.

Kini tubuhmu memang tak dapat kulihat lagi.

Tanah telah menutupimu dari pandanganku.

Tetapi namamu masih hidup dalam doaku.

Dan selama Allah masih mengizinkanku mengangkat kedua tangan ini ke langit, aku akan terus memohon:

“Ya Allah, ampunilah dia. Rahmatilah dia. Lapangkan kuburnya. Terangi alam barzakhnya. Dan pertemukan kami kembali dalam surga-Mu yang penuh kenikmatan.”

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Editor : Ust M. Ismail Chair Tanjung, SH.I

redaksi2

Recent Posts

Haji Mabrur Bukan Sekadar Pulang Membawa Gelar

Oleh : Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Haji mabrur bukan sekadar pulang membawa…

5 Juni 2026

Semut Itu Binatang Kecil dan Lemah, Banyak Pelajaran Baik untuk Hidup Kita dari Semut

Oleh : Ust. Abdul Latif Khan MEDAN. PROMEDIA.NEWS - Di antara sekian banyak makhluk Allah…

5 Juni 2026

Ketika Sepi Mendera Hati

Oleh: Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Ada saat-saat dalam hidup ketika hati terasa…

5 Juni 2026

Tiga Petinggi BGN Diborgol Kejagung, Program Makan Bergizi Gratis Diguncang Skandal Dugaan Korupsi

JAKARTA, PROMEDIA.NEWS - Publik dikejutkan oleh langkah tegas Kejaksaan Agung yang menetapkan dan menahan tiga…

5 Juni 2026

LIPPSU Sentil Bapenda Medan : Rp11 M Terbang ke Udara Gara-gara Kutip Pajak Dari Pintu Samping

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara terkait pengelolaan pajak daerah…

5 Juni 2026

Bau Korupsi Di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Sumut Makin Menyengat Hidung, Muncul Isu Ada Pihak yang Membeking

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Dugaan penyimpangan proyek pembangunan dan rehabilitasi UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Sumatera…

5 Juni 2026