Ayah, Kau Bilang Kau Bekerja untuk Kami. Lalu Kenapa Kami Merasa Sangat Jauh Darimu?

Serial Muhasabah Dari Mihrab Maya

Ragam41 Dilihat

Oleh : Ust Abdul Latif Khan

MEDAN, PROMEDIA.NEWS – Serial Muhasabah dari Mihrab Maya, saat membahas tentang pentingnya seorang ayah bagi anak-anaknya dan keluarga.

“Ayah, kami tahu engkau lelah.”

Kami tahu engkau berangkat pagi ketika matahari belum tinggi.

Kami tahu engkau pulang saat tubuhmu hampir tak memiliki tenaga lagi.

Kami tahu semua itu engkau lakukan karena cinta.

Karena engkau ingin kami makan dengan layak.

Karena engkau ingin kami sekolah dengan baik.

Karena engkau ingin kami memiliki masa depan yang lebih cerah.

Tetapi, Ayah…

Ada satu hal yang mungkin tidak pernah kami katakan.

Kami tidak hanya membutuhkan uangmu. Kami membutuhkan dirimu.

BACA JUGA :  Semut Itu Binatang Kecil dan Lemah, Banyak Pelajaran Baik untuk Hidup Kita dari Semut

*Saat Rumah Menjadi Sepi*

Rumah yang besar tidak selalu membuat anak bahagia.

Mainan yang mahal tidak selalu membuat hati anak penuh.

Kadang yang paling dirindukan seorang anak hanyalah:

Ayah yang mendengarkan ceritanya.

Ayah yang menanyakan kabarnya.

Ayah yang duduk di sampingnya.

Ayah yang memeluknya sebelum tidur.

Anak-anak tidak menghitung berapa besar penghasilan ayahnya.

Mereka menghitung berapa banyak waktu yang ayah berikan untuk mereka.

Kehadiran yang Tak Bisa Digantikan

Ada hadiah yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Yaitu kehadiran.

Suatu hari anak-anak akan lupa merek baju yang pernah dibelikan.

Mereka akan lupa harga sepeda yang pernah dibelikan.

BACA JUGA :  NERAKA: Peringatan Bagi Hati Yang Lalai

Tetapi mereka tidak akan lupa apakah ayah hadir atau tidak dalam hidup mereka.

Mereka akan mengingat :

“Ketika aku sedih, ayah ada.”

“Ketika aku takut, ayah memelukku.”

“Ketika aku gagal, ayah menguatkanku.”

Kenangan seperti itu jauh lebih mahal daripada harta.

Jangan Sampai Terlambat

Banyak ayah bekerja keras demi masa depan anak.

Namun tanpa sadar kehilangan masa kini anak-anaknya.

*Ketika ayah sudah memiliki banyak waktu, anak-anak mungkin sudah dewasa.*

– Mereka tidak lagi menunggu ayah pulang.
– Tidak lagi berebut duduk di pangkuan ayah.
– Tidak lagi meminta ditemani bermain.

*Masa kecil tidak bisa diputar ulang.*

BACA JUGA :  "Para Penghuni Neraka”

Ia berlalu sekali saja.
Pesan untuk Para Ayah

Ayah…
Teruslah bekerja.
Teruslah menafkahi keluarga dengan cara yang halal.
Itu adalah ibadah yang mulia.

Tetapi jangan lupa bahwa keluarga juga membutuhkan sesuatu yang tidak bisa dibeli.
– Mereka membutuhkan perhatianmu.
– Mereka membutuhkan pelukanmu.
– Mereka membutuhkan nasihatmu.
– Mereka membutuhkan tawamu.
– Mereka membutuhkan doamu.

*Dan yang paling mereka butuhkan*

– Mereka membutuhkan dirimu.
– Karena sesungguhnya, Ayah, kami tidak hanya membutuhkan hartamu. Kami membutuhkan sosokmu. ❤️

✍️ Serial Muhasabah dari Mihrab Maya

Editor : Ust M. Ismail Chair Tanjung, SH.I