Serial Muhasabah dari Mihrab Maya
MEDAN, PROMEDIA.NEW – Ada tempat yang Rasulullah ﷺ lebih sering menangis ketika menyebutnya,
– Tempat yang panasnya bukan seperti api dunia,
– Tempat yang penghuninya bukan orang asing, tapi bisa jadi adalah diri kita.
Itulah Neraka Jahannam.
1. Apa Itu Jahannam?
Allah ﷻ berfirman:
> إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا
“Sesungguhnya Jahannam itu (selalu) mengintai.”
(QS. An-Naba: 21)
Jahannam bukan sekadar api. Ia adalah tempat balasan bagi mereka yang berpaling dari Allah, yang hidup tanpa takut kepada-Nya, yang mati tanpa taubat.
2. Ciri-Ciri Neraka Jahannam
a. Api yang Sangat
Dahsyat
Rasulullah ﷺ bersabda:
> نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ
“Api kalian ini (di dunia) hanyalah satu bagian dari tujuh puluh bagian panasnya Jahannam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Api dunia saja sudah tak sanggup kita sentuh, lalu bagaimana dengan api yang 70 kali lebih panas?
b. Bahan Bakarnya Manusia dan Batu
Allah ﷻ berfirman:
> فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Maka takutlah kalian kepada neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu.”
(QS. Al-Baqarah: 24)
Bayangkan, bukan kayu, bukan minyak,
tapi manusia sendiri menjadi bahan bakarnya.
c. Memiliki Tujuh Pintu
Allah ﷻ berfirman:
> لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ
“Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu telah ditetapkan bagi golongan tertentu dari mereka.”
(QS. Al-Hijr: 44)
Artinya, neraka bukan satu tingkat saja, tapi ada tingkatan sesuai dengan dosa kita, yang kita lakukan selama hidup didunia.
d. Tidak Membinasakan, tapi menyiksa terus-menerus
Allah ﷻ berfirman:
> لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى
“Di dalamnya dia tidak mati dan tidak pula hidup.”
(QS. Al-A’la: 13)
Tidak mati untuk mengakhiri rasa sakit, tidak hidup untuk merasakan nikmat, hanya siksa yang terus berulang pada diri kita.
3. Siapa Penghuni Neraka Jahannam?
a. Orang Kafir dan Musyrik
Allah ﷻ berfirman:
> إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ… خَالِدِينَ فِيهَا
(QS. Al-Baqarah: 161–162)
Mereka kekal di dalamnya, karena menolak kebenaran hingga mati.
b. Orang Munafik
Allah ﷻ berfirman:
> إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada di tingkatan paling bawah dari neraka.”
(QS. An-Nisa: 145)
Yang lisannya beriman, tapi hatinya memusuhi Allah.
c. Orang yang Riya dalam Amal
Rasulullah ﷺ bersabda tentang tiga golongan pertama yang masuk neraka:
– Orang alim
– Mujahid
– Dermawan
Karena mereka beramal untuk ingin dipuji manusia.
(HR. Muslim)
Bukan karena mereka tidak beramal, tapi karena amalnya tidak ikhlas.
d. Orang yang Meninggalkan Shalat
*Allah ﷻ berfirman:*
*> مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ*
“Apa yang memasukkan kalian ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang shalat.”
(QS. Al-Muddatsir: 42–43)
e. Orang Zalim dan Suka Menyakiti
Rasulullah ﷺ bersabda:
> “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah… lalu ia terjatuh ke dalam neraka sejauh jarak antara timur dan barat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
4. Muhasabah: Jangan Sampai Kita Termasuk
Saudaraku.. Neraka itu tidak jauh. Ia lebih dekat dari dosa yang kita anggap kecil.
Lebih dekat dari shalat yang kita tunda dan lebih dekat dari hati yang kita biarkan keras.
Berapa banyak orang yang yakin masuk surga, tapi amalnya kosong dari keikhlasan.
Berapa banyak yang merasa aman, padahal dosanya menumpuk tanpa taubat.
Penutup
Jika hari ini kita masih bisa menangis,
menangislah sebelum tangisan itu tidak lagi berguna.
Jika hari ini kita masih bisa sujud, maka sujudlah sebelum kita diseret ke dalam api.
Jika hari ini kita masih hidup, kembalilah sebelum terlambat.
Doa
*اللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ*
*اللَّهُمَّ أَجِرْنَا مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ*
*اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِهَا*
Ya Allah, selamatkan kami dari api neraka.
Ya Allah, lindungi kami dari azab Jahannam.
Ya Allah, jangan Engkau jadikan kami termasuk penghuninya.
Karena sungguh…
tidak ada yang lebih menakutkan, selain ketika kita dipanggil
untuk masuk ke dalamnya.
Editor : Mhd. Ismail Chair Tanjung, S.PdI.






