Categories: Politik

Tokoh Pemuda NU Hasan Simanjuntak: Isu SARA untuk Menjatuhkan Hasyim Adalah Kesalahan Besar!

MEDAN – Tokoh pemuda Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara, Hasan Simanjuntak, angkat bicara terkait isu berbau SARA yang menerpa Hasyim SE, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan.

Menurutnya, upaya mendiskreditkan Hasyim hanya karena faktor etnis Tionghoa merupakan sikap keliru, tidak beradab, dan bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Hasan yang juga dikenal sebagai aktivis sosial serta pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut periode 2012–2014 menegaskan, kepemimpinan tidak boleh diukur dari agama maupun ras.

“Negara ini berdiri di atas semangat kebhinekaan. Semua warga negara punya hak yang sama untuk memimpin. Tidak ada satu pasal pun di konstitusi yang membatasi berdasarkan etnis atau agama,” ujarnya.

Ia menilai, isu SARA yang diarahkan kepada Hasyim SE jelas bermuatan politik praktis untuk menjatuhkan agar tidak terpilih kembali menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan.

“Kalau ada pihak-pihak yang sengaja memainkan isu ini, jelas tujuannya untuk menggagalkan Hasyim. Padahal, selama ini beliau sudah bekerja keras membesarkan partai dan dekat dengan rakyat,” tegas Hasan.

Dalam pandangannya, Hasyim SE sudah terbukti memiliki kapasitas dan integritas sebagai pemimpin partai. Ia meyakini, di bawah kepemimpinan Hasyim, PDI Perjuangan Kota Medan bisa semakin solid dan berkembang.

“Selagi Hasyim mampu, kenapa tidak kita dukung? Justru ini saatnya memberikan kepercayaan, bukan malah melemahkan dengan isu murahan,” kata Hasan.

Hasan juga mengingatkan pesan almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang selalu menolak diskriminasi berbasis agama maupun ras.

“Gus Dur pernah menegaskan, tidak penting apa agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu. Pesan ini jelas sekali menolak politik identitas,” jelasnya.

Lebih jauh, Hasan menegaskan bahwa kader-kader muda NU dan PMII tidak boleh diam melihat praktik politik identitas yang merugikan bangsa.

“Diam berarti membiarkan nilai kebangsaan kita dirusak. Maka wajar kalau saya berdiri untuk menyatakan pembelaan terhadap Hasyim SE. Ini bukan soal pribadi, tapi soal prinsip,” tambahnya.

Ia juga mengutip pesan Gus Dur yang lain: “Indonesia ini tidak akan besar karena satu golongan saja, tetapi karena semua golongan merasa punya rumah bersama.”

Menurut Hasan, pesan tersebut adalah pengingat penting bahwa semua anak bangsa, termasuk Hasyim SE, punya hak dan kewajiban yang sama dalam membangun daerah dan bangsa.

Di akhir pernyataannya, Hasan Simanjuntak menegaskan kembali bahwa isu SARA terhadap Hasyim SE tidak bisa ditolerir.

“Masyarakat butuh pemimpin yang bekerja untuk rakyat, bukan pemimpin yang dipilih berdasarkan identitas sempit. Saya yakin, Hasyim mampu membesarkan PDI Perjuangan Medan. Karena itu, layak kita dukung penuh,” tutupnya. (Red)

redaksi2

Recent Posts

Mengenal Ulama Dunia, Renungan Berdasarkan Pandangan Imam Al-Ghazali

Oleh: Ust Abdul Latif Khan MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Sebagai seorang mukmin hamba Allah dan Umat…

19 Juli 2026

LIPPSU: PKH dan KIP Warga Medan “Digergaji” Hingga Putus, Rico Waas Asyik Nobar Piala Dunia Sambil Teriak ‘Hajar Terus, Bro, Ya, Ya.. Gooool’

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Gelombang pemutusan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar…

19 Juli 2026

LIPPSU: Bapenda Medan Sudah Berkali-kali Merayu Wajib Pajak, Tapi Upah Pungut Kepling Nunggu “Terbawa Arus Air Terjun Sigura-gura”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari A.M Sinik,…

19 Juli 2026

Dengar Celotehnya Wanita Ini : “Sepanjang-panjangnya Ular Anaconda, Lebih Panjang Antrean BBM”

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai SPBU Sumatera Utara yang…

19 Juli 2026

Antre BBM Belum Usai, Mobil Tangki Pertamina “Kencing” Pula Tengah Malam

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di…

19 Juli 2026

Perang Mulut Tak Kunjung Mereda Macam Adu Tarung Pedang Samurai, Pantas Antre BBM Belum Usai

MEDAN, PROMEDIA.NEWS - Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari AM Sinik,…

19 Juli 2026